Saturday , November 28 2020
Home / Breaking News / Industri Properti Penyumbang Investasi Terbesar Di Indonesia

Industri Properti Penyumbang Investasi Terbesar Di Indonesia

Jakarta Garden City
Jakarta Garden City

EKONOMISektor properti menjadi salah satu sektor yang menjadi penyumbang penanaman modal paling besar sepanjang kuartal I/2020.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi total penanaman modal baik dari asing dan juga dalam negeri pada kuartal I/2020, mencapai Rp 210,7 triliun dari 25.192 proyek.“Penyumbang paling tinggi termasuh sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi,” ungkap Bahlil dalam konferensi pers via YouTube, Senin (20/04/2020). Jumlah tersebut dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 mencatatkan pertumbuhan 8 persen, dan dibandingkan dengan kuartal IV/2019 tumbuh 1,2 persen.

BACA JUGA :   Peduli Nasib Kalangan Usaha Properti, DPRD DKI Inisiatif Ajukan Insentif Pajak

Dari total realisasi investasi, sektor perumahan masuk dalam sektor lima besar penyumbang investasi terbesar. “Perumahan kawasan dan industri perkantoran terealisasi penanaman modal sebesar Rp17,8 triliun. Ini masuk dalam lima besar realisasi investasi, sepanjang kuartal I/2020,” katanya.

Untuk realisasi penanaman modal secara keseluruhan, total penanaman modal asing (PMA) sekitar 46,5 persen dengan nilai sebesar Rp98,3 triliun. Sedangkan, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai 53,5 persen. Adapun, dari total PMDN, properti ikut menjadi penyumbang terbesar kelima dengan realisasi sebanyak Rp9,1 triliun.

BACA JUGA :   PP Properti Tawarkan Unit Terjangkau Di GKL Bekasi

Jumlah ini di bawah konstruksi sebanyak Rp14,1 triliun. “Jumlahnya memang turun dibandingkan dengan kuartal pertama dan akhir 2019. Walaupun bukan jadi penyebab utama, wabah Covid-19 menjadi salah satu pemicu tekanan investasi kuartal I/2020 ini,” ujar Bahlil.

Bahlil mengungkapkan masyarakat agar tidak perlu terlalu pesimis berlebihan di tengah pandemi Covid-19, meski wabah itu memang berpengaruh pada setiap aspek. Sejauh ini, BKPM belum mengubah target total realisasi investasi selama 2020, yakni masih sebesar Rp 886 triliun.

“Triwulan kedua pasti menurun karena April-Mei agak berat. Kami membuat formulasi sedang, kira-kira Rp 885 triliun, atau formulasi sangat pesimis di Rp 817 triliun.” Bahlil menegaskan belum ada investor yang lari atau menarik diri dari Indonesia. Yang ada adalah penundaan atau penjadwalan ulang untuk merealisasikan investasinya.

BACA JUGA :   SML Groundbreaking Apartment Aerium

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Bidang Hubungan Luar Negeri, Rusmin Lawin menyebut rendahnya nilai PMA pada kuartal pertama tahun ini, lantaran efek pemilu yang belum mereda meskipun dari sisi jumlah proyek ada kenaikan.

“Jadi, memang PMA masih banyak yang wait and see,” katanya, pada Senin (20/4/2020). Ia mengatakan turunnya realisasi investasi asing juga disebabkan oleh efek virus Covid-19 yang mulai merebak pada awal Maret lalu saat Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama.

BACA JUGA :   Summarecon Hadirkan The Springs Club

Menurutnya, seandainya corona tak ada dan meluas ke beberapa negara termasuk Indonesia, nilai investasi akan meningkat. Hal ini lantaran keputusan untuk investasi asing membutuhkan waktu dan terus melihat situasi dan kondisi.

“Karena suatu kepastian untuk realisasi investasi itu butuh waktu. Bukan hari ini putuskan, lalu kemudian besoknya eksekusi. Misalkan, sekarang memutuskan investasi, bisa saja realisasinya 3 (bulan) atau 4 bulan kemudian,” jelasnya.

BACA JUGA :   Jelang Penerapan New Normal, Sejumlah Emiten Properti Bersiap-siap

Untuk PMDN yang nilainya meningkat pada kuartal pertama ini, dia menilai bahwa hal tersebut lantaran pengembang lokal lebih mengetahui situasi dan kondisi perpolitikan Tanah Air sehingga tak ragu dalam berinvestasi.

Lagi pula, proyek dalam negeri masih digenjot oleh segmen menengah ke bawah untuk pemilik rumah pertama. “Jadi, maksud saya, pergerakan realisasi investasi pengembang dalam negeri lebih cepat daripada luar negeri karena mereka (lokal) sudah di sini, kalau luar negeri butuh waktu,” pungkasnya. (Artha Tidar)

Check Also

rumah

Pastikan Kualitas Hunian, PPDPP Perkenalkan SiPetruk Kepada Bank Pelaksana

PEMBIAYAAN – Dalam Rapat Koordinasi Inovasi Teknologi Informasi PPDPP bersama dengan bank pelaksana penyalur KPR …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link