Friday , November 27 2020
Home / Indeks Berita / Meski Belum Maksimal, Himperra Upayakan Penjualan Melalui Digital

Meski Belum Maksimal, Himperra Upayakan Penjualan Melalui Digital

Himperra
Rumah gratis yang disumbangkan oleh Himperra

BERITA PROPERTI – Salah satu solusi dan strategi pemasaran properti di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah saat ini adalah memaksimalkan teknologi digital.

Sejak beberapa bulan lalu, ketika Covid – 19 semakin mengganas, sejumlah pengembang memang sudah melakukan strategi pemasaran melalui online atau digital. Bahkan ada yang sukses membukukan penjualan fantastis. Langkah ini harus terus dilakukan oleh pengembang agar produk properti yang dipasarkan, diketahui oleh masyarakat luas hingga memutuskan untuk membelinya.

BACA JUGA :   Kementerian PUPR dan Kementan Kembangkan Food Estate Modern di Kalteng

Upaya pemasaran secara digital juga diterapkan oleh pengembang yang tergabung di Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra). Dengan langkah ini, diharapkan penjualan masih tetap dilakukan meskipun hasilnya masih belum maksimal, karena hampir seluruh perekonomian menjadi terhambat dengan adanya pandemi ini.

Ketua Umum DPP Himperra Endang Kawidjaja mengkui, saat ini mobilitas calon pembeli sangat minim karena adanya aturan work form home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Oleh karena itu, pihaknya mengupayakan komunikasi tanpa tatap muka melalui penjualan dengan digital atau online.

BACA JUGA :   Synthesis Gelar Indonesia Is Me Ketiga Kalinya

“Himperra membentuk tim kecil guna memberikan layanan kepada para anggotanya. Setelah itu, tim akan memberikan pelatihan dan bimbingan teknik digital kepada seluruh anggotanya. Hal ini dilakukan untuk menyiasati adanya larangan kontak langsung atau guna mengurang tatap muka,” kata Endang beberapa waktu lalu .

Endang juga menyarankan agar terus melakukan inovasi dalam melakukan pengembangan di sektor properti, terutama menggali kelompok sasaran baru yang kemampuan finansialnya minim terkoreksi seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, dan ASN vertikal.

BACA JUGA :   Kinerja 42 Bank Pelaksana FLPP di Triwulan III Tahun 2020 Dievaluasi

Sementara itu, Ketua DPD Himperra DKI Jakarta Aviv Mustaghfirin mengatakan, selain melakukan pemasaran dan penjualan melalui digital marketing, pihaknya juga membuat kebijakan khusus seperti memberikan cicilan mandiri sampai ada kelonggaran KPR pasca covid kepada calon pembeli. Hal ini dilakukan karena pihak perbankan saat ini sangat selektif memberikan kredit atau KPR.

“Kami bersyukur karena di saat pandemi yang belum reda ini, masih bisa melakukan penjualan meskipun jumlah sangat kecil. Terlebih lagi memang seluruh pengembang saat ini mengalami hal yang sama yakni perlambatan. Kami merasakan penjualan menurun 50% hingga 60%,” ujar Aviv kepada propertynbank.com, Sabtu (30/5).

BACA JUGA :   Kebun Raya Harus Terus Ditata dan Dikelola Agar Berfungsi Sebagai RTH

Oleh karena itu, untuk mengatur cash flow perusahaan, kata Aviv, sejumlah pengembang melakukan PHK kepada beberapa karyawan. Namun, PHK diberlakukan hanya untuk tim atau tenaga pemasaran dengan status kontrak, yang tidak dapat melakukan penjualan. “Istilahnya bukan PHK tapi kontraknya tidak diperpanjang,” tegas Aviv yang juga sebagai Direktur Riscon Group.

Aviv mengakui, saat ini proyek-proyek yang dikembangkan Riscon Group masih tetap berjalan, bahkan proyek di luar Jabodebek yang justru lebih baik penjualannya. Sejumlah promo yang dilakukan adalah program flash booking hanya sangat terkangkau, uang muka bisa bertahap untuk rumah komersil, program cash back dan promo lainnya.

BACA JUGA :   Rumah123 Gelar Property Agent Awards 2016

Menanggapi new normal yang dilontarkan pemerintah, Aviv berharap hal ini dapat membuka kembali hubungan dengan stakeholders yang WFH dan PSBB di beberapa instansi, seperti BPN dan Notaris. Menurut dia, sebelumnya hal ini sangat menghambat jalannya bisnis properti.

“Pemerintah harus banyak melakukan relaksasi aturan khususnya menambah kuota FLPP yang lebih mudah prosesnya dibanding SSB atau BP2BT. Bagi kami, FLPP masih lebih menarik dan bagus untuk diterapkan. Buktinya FLPP lebih cepat habis. Oleh karena itu, akan lebih baik kuota FLPP yang ditambah karena terserap dengan cepat sehingga bisa mendorong ekonomi bergairah kembali,” tutur Aviv.

BACA JUGA :   Mas Group dan Fujiken Bangun Perumahan Berkonsep Jepang Pertama di Serang

Selain itu, dirinya juga berharap pihak perbankan melakukan kebijakan penurunan suku bunga yang signifikan untuk menambah daya tarik masyarakat kembali membeli properti.

Check Also

Tingkatkan Performa Layanan Elektronik, PPDPP Siapkan Sistem e-FLPP 2.0

PEMBIAYAAN – Dengan menerapkan protokol kesehatan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19, PPDPP menggelar Rapat Koordinasi Inovasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link