Monday , August 10 2020
Home / Breaking News / Miliki Potensi, Sektor Perumahan Mampu Dorong Pemulihan Perekonomian

Miliki Potensi, Sektor Perumahan Mampu Dorong Pemulihan Perekonomian

dirut BTN
Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury menyampaikan materi dalam webinar

EKONOMI – Dalam rangka mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), terutama karena dampak dari pandemi Covid-19, diperlukan kolaborasi dari berbagai entitas keuangan dan perumahan. Dua sektor tersebut diyakini dapat menggerakkan ekonomi dalam negeri karena memiliki potensi dan daya ungkit yang sangat besar terhadap perekonomian nasional.

Dalam Webinar berjudul Sinergi Untuk Percepatan Pemulihan Sektor Perumahan yang digelar Rabu (29/7), Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara mengatakan program PEN merupakan bagian dari kebijakan luar biasa yang ditempuh pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19. Terutama, dampak terhadap ekonomi yang mengalami penurunan tajam akibat virus tersebut.

BACA JUGA :   Intiland Luncurkan Boutique Hotel Di Aeropolis

“PEN juga digelontorkan untuk industri perumahan. Untuk itu, sektor perumahan perlu terus melakukan terobosan dan instrumen baru karena sektor ini punya multiplier effect ke 170 industri lainnya. Kami harapkan dengan upaya tersebut dapat meningkatkan permintaan dari sektor lain sehingga mendorong pemulihan ekonomi,” jelas Suahasil.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko D. Heripoerwanto menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan berbagai skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi. Di antaranya yakni Subsidi Selisih Bunga (SSB), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Skema tersebut diberikan untuk mendongkrak industri perumahan subsidi di Tanah Air.

BACA JUGA :   Dua Menteri Resmikan Dua Proyek Infrastruktur Di Kota Ambon

Dirinya meyakini langkah strategis tersebut akan mempercepat pemulihan sektor perumahan yang juga akan berpengaruh pada ekonomi nasional. Pemerintah, kata dia, telah memberikan berbagai stimulus untuk mendongkrak sektor perumahan. “Stimulus tersebut diberikan untuk menggarap angka backlog perumahan di Indonesia sekaligus mengakselerasi program PEN,” tegas Eko.

Bank BTN yang menjadi salah satu entitas perbankan dalam ekosistem perumahan, merasakan adanya angin yang segar dengan keberpihakan pemerintah mulai dari aturan hingga penempatan dana negara menjadi. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pahala Nugraha Mansury mengatakan, kredit yang dialirkan Bank BTN juga memiliki dampak ekonomi jangka panjang.

BACA JUGA :   Program Perumahan 2017 Diharapkan Lebih Baik

Hal ini, sambung Pahala, karena dengan kredit tersebut akan menjadi tempat tinggal yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tidak hanya itu, tegasnya, kredit yang disalurkan ke sektor perumahan pun akan memberikan multiplier effect terhadap sekitar 177 subsektor industri lainnya.

“Bank BTN telah menerima dana negara sebesar Rp5 triliun pada medio Juni 2020. Kami memprediksi seluruh dana negara yang telah ditempatkan pemerintah tersebut akan terserap habis pada akhir Juli 2020. Kami juga meyakini perseroan bisa menyalurkan total kredit sebesar Rp15 triliun dari dana negara tersebut sebelum akhir September 2020,” kata Pahala.

BACA JUGA :   Desain Bangunan TK Unik Dari Negeri Sakura

Hingga kini sektor perumahan di Tanah Air baru memberikan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 2,77%. Posisi tersebut jauh di bawah kontribusi properti di negara kawasan Asean lainnya yang berkisar 8%-23%. Bank BTN, kata Pahala, berkomitmen akan terus mendukung pengembangan sektor perumahan, terutama di masa pandemi yang menjadikan rumah sebagai tempat berlindung paling aman.

Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo menjelaskan, pihaknya akan mendukung penyediaan likuiditas bagi pembiayaan kepemilikan rumah. Menurut data, sepanjang Semester I tahun 2020, SMF telah berhasil menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR sebesar Rp4,2 triliun.

BACA JUGA :   Fasilitas Umum dan Infrastruktur Harus Ramah Bagi Penyandang Disabilitas 

SMF adalah BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang mengemban tugas sebagai SMV yang membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan tengah memperkuat perannya. Sebagai SMV, SMF aktif dalam merealisasikan Program Penurunan Beban Fiskal. Program Penurunan Beban Fiskal direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada Pemerintah dalam program KPR FLPP.

bedah rumah
Program bedah rumah di Manokwari Selatan

SMF berperan dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75% dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90%.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Hendi Prio Santoso pun mengatakan pihaknya juga telah memberikan solusi One-Day-One-Home untuk mengefisiensikan proses pengerjaan dinding. Semen Indonesia pun menghadirkan platform digital bertajuk Sobat Bangun untuk memotivasi milenial memiliki rumah sendiri. “Kami berupaya membantu para stakeholders untuk menjawab tantangan kebutuhan pembangunan rumah,” ujar Hendi.

BACA JUGA :   Rakernas REI 2015 Akan Dibuka Oleh Presiden RI

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida mengatakan, pendapatan bisnis sektor properti di era New Normal hanya mencapai 50% dari masa normal. Hanya sektor rumah subsidi saja yang masih bergerak dan mendapat stimulus pemerintah. Sebaliknya, sektor non-subsidi, menurut Totok, perlu mendapatkan relaksasi mengingat kewajiban para pengembang tetap dijalankan.

“Kami berharap pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang extraordinary khususnya bagi sektor properti. Beberapa relaksasi yang diperlukan untuk sektor perbankan, tenaga kerja, pajak, retribusi, perizinan, dan energi,” jelas Totok.

BACA JUGA :   Sembilan Bulan, Pendapatan DILD Naik 40%, Laba Bersih Turun 47%

Sedangkan Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah menuturkan industri perumahan menciptakan lapangan kerja padat karya. Sehingga, kata dia, pihaknya perlu kepastian berusaha di industri properti terutama di era New Normal ini.

Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himpera) Endang Kawidjaja menambahkan, selain kepastian berusaha, penurunan daya beli masyarakat sebagai dampak dari penyebaran Covid-19 pun menghantui sektor industri perumahan.

BACA JUGA :   PUPR Akan Bangun 10 Rusunawa di Jabar

“Sebagai pelaku usaha, kami perlu mitigasi bersama sehingga beban finansial yang timbul akibat pandemi ini dapat ditanggung bersama oleh pihak terkait di ekosistem perumahan. Meski berbagai tantangan tersebut menekan pertumbuhan industri perumahan, namun optimisme sektor perumahan dapat mendongkrak PEN tetap menyala. Sebab masih banyak peluang dari sektor ini yang mampu memberikan dampak berlipat bagi ekonomi Indonesia,” pungkas Endang.

Check Also

rumah khusus

Pengembang Minta Relaksasi, Bank Tegaskan Tidak Ada Pengetatan KPR

BERITA UTAMA – Indonesia masih berpeluang untuk mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di tengah pertumbuhan ekonomi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link