Friday , August 7 2020
Home / Indeks Berita / Pandemi Belum Usai, Intiland Pilih Fokus Garap Proyek Yang Sedang Berjalan

Pandemi Belum Usai, Intiland Pilih Fokus Garap Proyek Yang Sedang Berjalan

rups intiland
Komisaris Independen Thio Gwan Po Micky berbincang dengan Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Archied Noto Pradono dan Corporate Secretary Theresia Rustandi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Intiland Development Tbk yang digelar secara daring, Rabu (15/7).

PROPERTI – Walalupun pandemi Covid-19 belum berakhir, PT Intiland Development Tbk tetap optimis dapat melewati tantangan, meski cukup berat. Manajemen perseroan memastikan seluruh operasional perusahaan berjalan dengan baik dan akan terus berupaya maksimal untuk meningkatkan penjualan dan kinerja usaha.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menyampaikan hal tersebut, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019, Rabu (15/7), di Jakarta. Dikatakan dia, pemegang saham telah memberikan pesetujuan seluruh agenda RUPS Tahunan yang diselenggarakan Perseroan.

BACA JUGA :   Antisipasi Penyebaran COVID-19, Pengelola Pusat Belanja Pilih Tutup

“Hampir semua developer menghadapi tantangan yang cukup berat, termasuk dampak dari pandemi Covid-19 . Meskipun daya beli pasar tetap ada, konsumen memilih untuk menunda pembelian atau investasi. Penjualan properti masih didominasi pasar end user, terutama di segmen menegah ke bawah,” kata Archied yang disampaikan dalam press conference via zoom meeting tersebut.

Dirinya mengakui bahwa industri properti menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Banyak konsumen dan investor properti cenderung bersikap menunggu kondisi membaik dan memilih untuk menunda dulu pembelian.

BACA JUGA :   Setia Luncurkan UNO Di Kota Melbourne

Archied mengatakan, di tengah tantangan yang terjadi di industri properti, Perseroan masih berhasil mempertahankan kinerja usaha. Sampai akhir kuartal I tahun ini, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp830,6 miliar, atau turun 6,4 persen dibandingkan kurtal I 2019 senilai Rp887,6 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya pengakuan pendapatan dari segmen mixed-use & high rise dan kawasan perumahan.

Pendapatan pengembangan (development income) tercatat memberikan kontribusi terbesar, yakni mencapai Rp546,8 miliar atau 82,3 persen dari keseluruhan. Perolehan tersebut bersumber dari segmen pengembangan mixed-use dan high rise senilai Rp455,1 miliar dan kawasan perumahan sebesar Rp91,7 miliar.

BACA JUGA :   Festival Properti Indonesia Di Gelar Di Bandung

“Di triwulan pertama tahun ini, kami juga melakukan penjualan lahan seluas 3,2 hektar di Surabaya senilai Rp58,3 miliar. Lahan ini masuk kategori inventori dan bukan termasuk aset utama yang akan dikembangkan dalam waktu dekat,” ungkap Archied.

Perseroan juga memperoleh pendapatan usaha yang bersumber dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) sebesar Rp159,6 miliar atau 17,7 persen dari keseluruhan. Pendapatan usaha dari segmen ini meningkat 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp157,1 miliar.

BACA JUGA :   Pelaku Properti dan Perbankan Dihimbau Tingkatkan Transaksi Digital

Sebagai tambahan, Perseroan juga memperoleh pendapatan derivatif senilai Rp124,1 miliar. Pendapatan atas bunga ini merupakan dampak atas penerapan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan baru yang berlaku mulai awal tahun 2020.

Perseroan tercatat membukukan laba usaha sebesar Rp234,9 miliar atau meningkat 27,6 persen dibandingkan perolehan triwulan I tahun 2019. Peningkatan ini mendorong perolehan laba bersih sebesar Rp84,4 miliar atau melonjak 74,4 persen dibandingkan triwulan I tahun lalu senilai Rp48,4 miliar. “Mempertimbangkan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, kami akan cenderung menempuh langkah konservatif dalam memutuskan setiap pengembangan proyek baru,” ujarnya.

BACA JUGA :   50 Unit RISHA Dibangun Bagi MBR Di Mauk

RUPS Mengusulkan Enam Agenda
Dalam RUPS yang digelar di Jakarta Intiland Tower itu, perseroan mengusulkan sejumlah agenda untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Keenam agenda tersebut meliputi Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Neraca dan Perhitungan Rugi Laba untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019, penunjukan Kantor Akuntan Publik, dan penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi.

Selain agenda tersebut, pemegang saham juga telah menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris serta penetapan penggunaan laba bersih sebesar Rp251,4 miliar. Wakil Direktur Utama Perseroan Sinarto Dharmawan menduduki posisi baru sebagai Komisaris Utama. Keanggotaan Dewan Komisaris juga diperkuat dengan penunjukan Friso Palilingan selaku Komisaris Independen. Friso Palilingan sebelumnya menjabat sebagai anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2013.

BACA JUGA :   Lokasi Dan Bangunan Pengaruhi Harga Jual

Beliau memiliki pengalaman panjang di bidang keuangan dan akuntansi. Peraih gelar master di bidang akuntansi dari Kwik Kian Gie School of Business ini menjabat sebagai Rekan di PKF Indonesia dan anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan di Ikatan Akuntan Indonesia.

“Mempertimbangkan situasi dan kondisi akibat pandemi Covid-19 serta rencana usaha tahun ini, Perseroan memutuskan untuk belum membagikan dividen atas laba yang diperoleh tahun 2019. Seluruh laba bersih yang diperoleh Perseroan akan digunakan sebagai laba ditahan sebesar Rp249,4 miliar dan sisanya sebesar Rp2 miliar sebagai cadangan wajib,” pungkas Archied.

Check Also

triniti land

Triniti Land Berencana Buyback Saham TRIN Sebesar Rp 20 Miliar

PROPERTI – PT Perintis Triniti Properti Tbk (IDX: TRIN) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link