Property & Bank

Pasar Ritel Tetap Didominasi Industri Makanan dan Mode

ritel
Pusat belanja di Jakarta

Propertynbank.com – Industri makanan dan mode dengan merek terkemuka mendominasi aktivitas sewa-menyewa ruang ritel di Jakarta dan Surabaya. Menurut konsultan properti Colliers Indonesia, kedua sektor tersebut diprediksi akan tetap terus tumbuh, seiring dengan kebutuhan masyarakat.

Colliers Indonesia Head of Research, Ferry Salanto mengatakan, lonjakan permintaan dari penjual barang elektronik, penyedia hiburan, serta operator yang berorientasi pada permainan anak-anak dan arena bermain, diproyeksikan akan terjadi pada periode yang akan datang di Jakarta. “Sementara peralatan rumah tangga dan interior, kecantikan, dan kesehatan akan terus ekspansi di Surabaya,” katanya.

Evolusi pada komposisi penyewa yang dicapai melalui pembagian ruang yang luas menjadi toko-toko yang beroperasi di dalam mall memiliki potensi besar untuk dapat dikembangkan di masa depan. Bahkan, operasional beberapa penyewa utama dan juga toko-toko kecil lainnya telah membantu menaikkan  tingkat hunian di Surabaya.

Baca Juga : Meski Menurun, Pasar Ritel Tetap Aktif

Sementara dari sisi pemilik pusat perbelanjaan, kata Ferry, evolusi yang terjadi dalam pusat perbelanjaan ini menjadi sebuah keharusan, salah satunya dengan menyediakan pengalaman berbelanja yang baru dan menarik secara konsisten bagi pengunjung. Pemilik pusat perbelanjaan diharapkan menunjukkan kebijaksanaan dalam memilih penyewa dan konsep toko yang mendorong rasa antusiasme dan keterlibatan yang lebih besar dalam pengalaman berbelanja. “Kemampuan untuk mengamankan dan menarik penyewa yang menjadi magnet bagi para pembeli sangat penting dalam hal ini,” ujar Ferry menambahkan.

Permintaan Ruang Ritel Tinggi

Menurut dia, pandangan optimis ini turut tercermin pada jumlah pengunjung yang meningkat, permintaan ruang ritel yang lebih tinggi, dan peningkatan dalam tingkat penjualan. Akibatnya, pemilik pusat perbelanjaan di Jakarta (terutama yang tingkat kunjungannya tinggi) semakin mantap dalam keyakinan mereka saat menghitung biaya sewa, yang mengarah pada perkiraan kenaikan rerata sewa sebesar 5% per tahun sepanjang 2023-2025.

“Sementara itu, untuk ritel di Surabaya, lonjakan permintaan dan penjualan diprediksi akan menambah keyakinan pada pemilik pusat perbelanjaan untuk menaikkan sewa sebesar 2% – 3% per tahun dari 2023 hingga 2025,” pungkas Ferry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *