Sunday , July 5 2020
Home / Indeks Berita / Pasca IPO di Pasar Modal, Saham Aesler Grup Melonjak Capai 240%

Pasca IPO di Pasar Modal, Saham Aesler Grup Melonjak Capai 240%

Direktur Utama PT Aesler Grup Internasional Tbk, Jang Rony Yuwono (kiri) bersama Direktur Keuangan dan Bisnis, Aswinth maratimbo (kanan). Aesler menjadi perusahaan arsitek pertama yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

BERITA PROPERTI – Perusahaan arsitek PT Aesler Grup Internasional Tbk, mencatatkan kinerja positif ditengah pandemi Covid-19. Tiga hari setelah IPO, nilai sahamnya naik hingga 240%.

Presiden Direktur Aesler, Jang Rony Yuwono mengatakan, ada berbagai cara untuk menyiasati keadaan yang sulit ini di tengan merebaknya virus corona salah satunya dengan bisa menghadirkan design arsitektur ruang yang lebih kreatif dan mengintegrasikan pola hidup baru dalam planning arsitektur di dalam bangunan.

BACA JUGA :   Margahayu Hadirkan Superblok Di Bandung Timur

“Saat ini saham perusahaan kami terus mengalami kenaikan setelah kami daftarkan di BEI dan ada beberapa permintaan penyesuaian design arsitektur dengan banyaknya penerapan Work From Home,” kata Jang Rony dalam keterangannya di Jakarta, pekan lalu.

Dalam menciptakan design apartemen atau hunian compact dengan 1 bedroom yang terintegrasi dengan study room atau working room. Ke depan ini akan menjadi tren metode bekerja tidak lagi harus dari kantor jadi konsep huniannya juga difasilitasi dengan ruangan kerja.

BACA JUGA :   Bank BTN Luncurkan KPR BTN Mikro Bagi MBR

Jang Rony juga menambahkan dengan adanya situasi pandemi global ini banyak kantor yang akan mengalami pola design baru dimana penggunaan teknologi seperti smartphone untuk memanggil lift dan mengatur temperatur, karena salah satu faktor utama penyebaran virus adalah melalui sentuhan permukaan. Meja yang biasanya berukuran kecil seperti co-working kini akan membesar, koridor sempit akan mengalami pelebaran.

“Kami juga banyak mendapat orderan dengan konsep new social live dan work space. Karena dengan adanya pandemi sekarang kantor formal mungkin juga harus cepat untuk berdapatasi apabila bisnisnya ingin survive di masa pasca Covid-19 nantinya,” kata Jang Rony.

BACA JUGA :   Raja Ampat dan Green Canyon, Konsep Proyek Crown Di Indonesia

Jang Rony juga memberikan saran kepada pemerintah agar aset-aset milik negara yang tidak produktif dan cukup membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bisa di kerjasamakan dengan pihak swasta dengan begitu kerjasama ini bisa saling memberikan keuntungan jadi lebih bermanfaat dan meringankan pihak swasta juga di masa ekonomi sulit.

“Jadi dampak dari keadaan yang di akibatkan virus corona ini bukan hanya negatif saja, tetapi dari kondisi ini kita bisa tetap melihat banyak opportunity dan ide-ide baru yang bisa dikembangkan dan akhirnya bisa membuat masyarakat lebih produktif dan lebih lebih kreatif dalam mengakselerasikan bisnis mereka,” tutup Jang Rony. (IRM)

Check Also

CIMB Niaga Syariah

CIMB Niaga Syariah dan YPI Al-Azhar Sediakan Program Pembiayaan Edu Xtra

INFO PERBANKAN – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 171

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link