Friday , October 30 2020
Home / Indeks Berita / Peduli Nasib Kalangan Usaha Properti, DPRD DKI Inisiatif Ajukan Insentif Pajak

Peduli Nasib Kalangan Usaha Properti, DPRD DKI Inisiatif Ajukan Insentif Pajak

Perlu diberikan insentif pembayaran pajak bagi pelaku usaha di bidang properti komersial seperti hotel, ruang pameran dan mal. (poto : mediaindonesia.com)

PROPERTIDirektur Eksekutif Jakarta Property Institute Wendy Haryanto menilai positif inisiatif DPRD DKI Jakarta mengusulkan insentif pembayaran pajak bagi pelaku usaha di bidang properti komersial seperti hotel, ruang pameran dan mal.“Peran dan intervensi Pemerintah DKI Jakarta jelas dibutuhkan untuk memicu pemulihan perekonomian,” kata Wendy melalui keterangan tertulisnya, pada Jumat (16/10/2020).

Wendy menerangkan ketiga bidang usaha itu adalah bisnis dengan biaya tetap yang tinggi. Malahan, menurut dia, masih terdampak setelah adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. “Bahkan tanpa pengunjung dan aktivitas, ketiga properti itu tetap harus mengeluarkan biaya rutin untuk pemeliharaan dasar,” ujarnya.

BACA JUGA :   Pudjiadi Prestige Tawarkan Apartemen Siap Huni Azalea Suites Cikarang

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan di Jakarta pada Mei 2020 turun 87% dibanding periode yang sama tahun lalu. Tingkat hunian hotel berbintang turun ke rekor terendah yakni masing-masing 12,7% dan 14,5% pada April dan Mei 2020.

Berdasarkan angka tersebut, menurut dia, opsi menutup hotel secara finansial lebih masuk akal ketimbang melayani segelintir tamu. “Maka inilah peran pemerintah, kita tentu tidak ingin perekonomian menjadi semakin terpuruk lagi,” ujarnya.

BACA JUGA :   Untuk Kemudahan, Pemda Bisa Usulkan Program Perumahan Lewat SIBARU

Dampak pandemi itu, dia melanjutkan, masih ditambah dengan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Dengan demikian, menurutnya, intervensi kebijakan untuk meringankan beban dunia usaha diperlukan.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan keringanan pembayaran pajak bagi wajib pajak di sektor usaha yang terdampak Covid-19.

“Tolong, hal yang seperti ini ditanggapi serius pak [Kepala Bapenda], kasih diskon, wong mereka mau bayar kok, kenapa kita harus kaku dan itu kan dipertanggungjawabkan,, apa lagi pak Tsani bekas orang KPK, kan yang ini pelonggaran pak,” kata Pras, sapaannya, melalui keterangan video, yang diunggah lewat akun Facebook miliknya, pada Kamis (15/10/2020).

BACA JUGA :   Target Serah Terima 2020, Triniti Dinamik Topping Off The SMITH

Hal serupa juga disampaikan Fraksi Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, yang meminta pemerintah DKI mengkaji pemberian insentif untuk pengusaha hotel, restoran, dan mal. Sekretaris Fraksi PSI Anthony Winza Prabowo menyebut, di tiga sektor ini, banyak karyawan terancam kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. “Dari hari ke hari, semakin banyak restoran dan toko yang tutup di mal. Tingkat hunian hotel juga berkurang drastis,” tukasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2020).

Anthony menuturkan, tiga sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja. Dia mencatat ada sekitar 80 mal dengan 2 ribu karyawan di Ibu Kota. Jumlah itu, menurut dia, belum termasuk karyawan hotel, restoran, rumah makan, dan kafe di luar mal. Anggota Komisi C Bidang Keuangan ini menyampaikan beberapa opsi penyaluran insentif. Pertama, Pemprov DKI memberi keringanan atau pengurangan pajak dan retribusi.

BACA JUGA :   2018, Bank BTN Siap Salurkan FLPP Dan SSB

Dia membeberkan pajak yang berpengaruh misalnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, dan pajak parkir. Atau menetapkan pembayaran pajak dan retribusi dengan skema mencicil untuk menjaga arus kas tetap lancar. “Pemprov DKI juga bisa memberikan bantuan langsung bagi karyawan seperti BPJS kesehatan, Kartu Jakarta Pintar (KJP), hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT),” pungkasnya.

Pasien Covid-19 di Jakarta masih bertambah rata-rata seribu orang setiap harinya. Pemerintah DKI mencatat total akumulatif pasien mencapai 92.382 orang per 16 Oktober. Persentase pasien positif atau positivity rate secara total mencapai 8,3 persen. (Artha Tidar)

Check Also

IKEA

Dalam Satu Tahun, IKEA Food Mampu Kurangi 31% Limbah Makanan

SEKITAR KITA – Permasalahan sampah makanan sudah menjadi isu global yang patut diperhatikan dalam beberapa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link