Monday , June 1 2020
Home / Nasional / Ekonomi / Pemerintah Gulirkan Stimulus, Giliran Perbankan Permudah Akad KPR

Pemerintah Gulirkan Stimulus, Giliran Perbankan Permudah Akad KPR

Per 21 April 2020 pemerintah melalui PPDPP Kementerian PUPR mencatat penyaluran FLPP mencapai Rp3,75 Triliun untuk 37.104 unit rumah

EKONOMI – Setelah dipastikan terjadi penandatanganan perjanjian kerja sama operasional antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan bank pelaksana terkait penyaluran perumahan subsidi, Asosiasi pengembang akhirnya merasa lega.

Penandatanganan ini terkait stimulus Rp1,5 triliun melalui skema subsidi selisih bunga (SSB) sebesar Rp800 miliar dengan tenor selama 10 tahun, dan Rp700 miliar untuk subsidi bantuan uang muka (SBUM). Subsidi disalurkan dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga dan bantuan uang muka.

BACA JUGA :   GIG, Internet Rumahan Dari Indosat Ooredoo

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, subsidi tersebut digelontorkan untuk pembelian 175 ribu unit rumah. “Subsidi sudah mulai digelontorkan pada April dan Mei, bekerja sama dengan bank-bank pelaksana,” kata Basuki, pada Selasa (07/04/2020).

Pemerintah memutuskan untuk menggelontorkan stimulus fiskal bagi sektor perumahan mulai 1 April 2020. Stimulus berbentuk alokasi  dana untuk subsidi selisih bunga (SSB) dan tetap melaksanakan subsidi bantuan uang muka (SBUM) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

BACA JUGA :   Untuk Pembangunan Rumah MBR RTRW Harus Jelas

Sekjen Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali mengatakan, usai digulirkan pada awal April, perjanjian kerja sama baru dilakukan pada Jumat (08/05/2020).

“Apersi mengapresiasi ini, sebab kuota FLPP habis, (dan kini) kuota SSB dan SBUM, terbit kembali bagi konsumen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujar Daniel, pada Senin (11/05/2020). Penambahan kuota subsidi berupa SSB dan SBUM itu, diharapkan segera diserap oleh konsumen MBR.

BACA JUGA :   MAS Group Kembali Luncurkan Rumah Bersubsidi

Adapun, stimulus itu diharapkan dapat menambah 175.000 unit rumah subsidi. Namun, ia mencatat adanya penambahan kuota itu harus diiringi dengan kemudahan pelaksanaan akad kredit pemilikan rumah (KPR). Dia mendorong agar bank pelaksana seperti BTN dan BNI bisa mencari solusi.

“Untuk solusi dampak Covid-19, banyak instansi mengurangi jam kerja operasional bahkan tutup, maka perlu relaksasi dan percepatan persetujuan akad KPR bank pelaksana hingga pencairannya,” tuturnya.

BACA JUGA :   Laku Keras, Apartemen Peduli Narkoba PP Properti

Ia menjelaskan permasalahan yang ada saat ini yakni macetnya pemecahan sertifikat hak guna bangunan, penerbitan pajak bumi dan bangunan, serta izin mendirikan bangunan hingga validasi pajak-pajak. Kemudian, pemasangan jaringan listrik PLN yang tertunda atau belum dapat dikerjakan karena adanya pembatasan sosial.

Pihaknya mengusulkan agar pemerintah memberi kemudahan dan percepatan dengan adanya payung hukum selama masa Covid-19 dan pembatasan sosial berkala besar (PSBB) ini. Apalagi, katanya, saat ini banyak rumah subsidi yang telah rampung, akan tetapi belum dapat akad KPR.

BACA JUGA :   ISPI Group Serahkan 1 Unit Rumah Untuk RRI

Hal serupa juga mendapat respon postif di kalangan daerah. Salah satunya adalah Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulsel, Muhammad Akbar Yusuf, pada Minggu (17/5/2020).

“Alhamdulillah, saat ini kuota SSB sudah tersedia di bank penyalur. Jadi user yang membooking unit sebelum ramadan, bisa melaksanakan akad kredit secara KPR di bank penyalur SSB/FLPP,” ujar Akbar. Ia menjelaskan, selama pandemi Covid-19, Bank hati-hati menyalurkan KPR-nya karema segmen yang terdampak Covid-19 belum bisa diproses.

BACA JUGA :   Sinar Mas Land Sabet Trophy PEEN

Hanya mereka yang mempunyai pemasukan atau income fix yang berpeluang besar lolos KPR. “Jadi mengurangi target penjualan rumah MBR,” katanya. Selain itu, menurutnya, karyawan swasta pun sebenarnya masih diproses permohonannya, tapi hanya perusahaan yang tidak berdampak, seperti perusahaan farmasi dan perusahaan retail minimarket.

“Insha allah properti khususnya segmen menengah kebawah, mulai Juni sudah mulai kembali bergairah, karena ketersediaan kuota KPR yang dipastikan bisa bertahan sampai akhir tahun, dan ekonomi yang sudah mulai sedikit demi sedikit bergairah kembali,” pungkasnya. (Artha Tidar)

Check Also

myenterprise

Meski Belum Maksimal, Himperra Upayakan Penjualan Melalui Digital

BERITA PROPERTI – Salah satu solusi dan strategi pemasaran properti di tengah pandemi Covid-19 yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 171

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link