Monday , October 26 2020
Home / Indeks Berita / Pemerintah Melelang Proyek Penyedian Air Minum Regional SPAM Djuanda

Pemerintah Melelang Proyek Penyedian Air Minum Regional SPAM Djuanda

SPAM
Pemenuhan air baku Jakarta menjadi sangat penting guna mengurangi pengambilan air tanah

UMUM – Pemerintah  terus berupaya meningkatkan akses air minum aman seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta. Pemenuhan air baku Jakarta menjadi sangat penting guna mengurangi pengambilan air tanah yang berdampak negatif pada lingkungan, seperti penurunan permukaan tanah (land subsidence).

Untuk itu saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan tengah menyiapkan proses lelang investasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Ir. H. Djuanda.

BACA JUGA :   Kementerian PUPR SerahTerima Aset Rumah Senilai Rp 266 Miliar

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa dirinya dan jajarannya berkomitmen untuk mendukung investasi SPAM Djuanda ini dan akan mempercepat proses lelangnya. “Saya minta dalam 2 minggu ke depan proses Pra Kualifikasi Lelang dapat dimulai,” tegas Menteri Basuki.

Pembangunan SPAM menjadi salah satu prioritas kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, untuk mendorong investasi dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional sekaligus meningkatkan pelayanan air minum untuk kawasan perkotaan metropolitan Jabodetabek yang layak dan aman.

BACA JUGA :   Tauzia Hotels Donasi Paket Makanan Untuk Tenaga Media Di Rumah Sakit

Menteri Basuki mengatakan prasarana dan sarana air minum merupakan infrastruktur dasar yang memberikan pengaruh vital pada kesehatan dan lingkungan. Pembangunan SPAM Regional Ir. H. Djuanda menjadi salah satu upaya mengurangi penggunaan air tanah dengan meningkatkan pasokan air bagi warga Jakarta melalui sistem perpipaan. Selain itu, pembangunan SPAM ini juga diharapkan dapat menjaga optimisme dan kesinambungan pembangunan infrastruktur di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Pembangunan SPAM Ir. H. Djuanda atau Jatiluhur II akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dengan skema KPBU, diharapkan penambahan layanan air minum bisa terlaksana lebih cepat dan masyarakat tetap membayar biaya pengolahan air menjadi air layak minum dengan tarif terjangkau terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Berdasarkan data, estimasi biaya investasi pembangunan SPAM tersebut sebesar Rp 5,97 triliun.

BACA JUGA :   Jokowi Resmi Umumkan Kabinet, Lima Menteri Merupakan Peraih IPBA

SPAM Regional Ir. H. Djuanda yang rencana konstruksinya akan dimulai pada tahun 2021 – 2023 nantinya akan melayani pemenuhan air baku di area DKI Jakarta (3.500 liter/detik), Kabupaten Bekasi (2.000 liter/detik), Kabupaten Bogor (2.000 liter/detik), Kota Bekasi (1.000 liter/detik), dan Kabupaten Karawang  (850 liter/detik) dengan memanfaatkan alokasi air baku dari Waduk Jatiluhur sebesar 10.000 liter/detik.

Proyek SPAM Juanda diprakarsai oleh badan usaha dengan calon pemrakarsa konsorsium MMVP yang terdiri atas Mayniland Water Serv. Inc., Metropac Water Invest. Corp., PT Varsha Zamindo Lestari, PT PP (Persero) Tbk., dan PT PP Infrastruktur. Masa kontrak melalui bangun guna serah (build, operate, transfer) selama 30 tahun dengan pengembalian investasi melalui tarif air.

BACA JUGA :   Kementerian PUPR Ajukan Pagu Indikatif Tahun 2021 Sebesar Rp 115,58 Triliun

Rencana tapak offtake tersebar di 5 lokasi yaitu  DKI Jakarta berlokasi di Kelurahan Bambu Apus, Kota Bekasi berlokasi di Kelurahan Marga Mulya,  Kabupaten Bekasi berlokasi di Kelurahan Sertajaya Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Karawang berlokasi di Kelurahan Wadas Kecamatan Teluk Jambe Timur, dan offtake Kota Bogor berlokasi di Kelurahan Wanaherang Kecamatan Gunung Putri.

Selain SPAM Ir. H. Djuanda, Kementerian PUPR juga tengah membangun proyek SPAM Regional Karian-Serpong berkapasitas 4.600 liter/detik dan SPAM Regional Jatiluhur I berkapasitas 5.000 liter/detik untuk menambah pasokan air baku di Jakarta. SPAM Karian-Serpong rencananya dapat dimulai konstruksinya pada tahun 2021 untuk melayani sekitar 1.6 juta warga di Jakarta bagian Barat dan sekitarnya. Sistem ini akan melayani area DKI Jakarta (3.200 liter/detik), Tangerang (650 liter/detik), dan Tangerang Selatan (750 liter/detik) dengan pipa transmisi sepanjang 25,2 km. Masa kontrak KPBU SPAM tersebut direncanakan selama 33 tahun dimana pengembalian investasi dilakukan dengan tarif air.

BACA JUGA :   Pasar Properti Batam Kian Prospektif

Sedangkan  SPAM Regional Jatiluhur I yang berkapasitas 5.000 liter/detik juga dibangun melalui skema KPBU atas prakarsa badan usaha (unsolicited) dengan Perum Jasa Tirta II (PJT II) sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama atau PJPK.  Sebanyak 80% dari alokasi air SPAM Jatiluhur I akan melayani sebagian wilayah DKI Jakarta, melalui PAM Jaya. Sedangkan 20% sisanya untuk melayani wilayah Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi melalui PDAM-nya masing masing. Total tambahan penduduk terlayani sebanyak 2 juta jiwa dengan target beroperasi tahun 2021.

Check Also

Pahala BTN

Jalankan Strategi Dengan Tepat, Laba Bank BTN Kuartal III/2020 Naik 39,72%

INFO PERBANKAN – Mengakhiri kuartal III/2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan prestasi sangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link