Thursday , November 26 2020
Home / Indeks Berita / Peminat Rumah DP Rp 0 Tinggi, DPRD : Bangunan Rampung, Kok Penghuni Sepi

Peminat Rumah DP Rp 0 Tinggi, DPRD : Bangunan Rampung, Kok Penghuni Sepi

Program DP 0 diharapkan mampu mengatasi kebutuhan di DKI Jakarta (poto citizendaily.net)

PROPERTI Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta menyebut peminat hunian dengan uang muka (downpayment/DP) Rp0 di Ibu Kota sangat tinggi. Namun, memang harus dilakukan verifikasi dan validasi data administrasi maupun keuangan pemohonnya.

“Peminatnya tinggi, tapi memang harus dilakukan verifikasi dan validasi data administrasi maupun keuangan pemohon, agar profil penerima manfaat dipastikan sesuai dengan target sasaran sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Sarjoko, di Jakarta, Senin (19/10/2020).

BACA JUGA :   SML Gelar SMLYAC 2017, Total Hadiah 450 Juta

Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi kritikan DPRD DKI Jakarta sebelumnya bahwa program DP RP0 masih jauh dari harapan. Hal ini berkaca dari masih banyaknya masyarakat di Jakarta yang belum memiliki hunian layak.

Peminat yang tinggi tersebut, lanjut Sarjoko, bisa dilihat dalam data rumah DP RP0 di Menara Samawa Pondok Kelapa dengan persentase sudah 457 unit dari 780 unit atau 58 persen hingga 16 Oktober lalu. Dari jumlah itu, 278 unit sudah dihuni atau ditempati.

BACA JUGA :   Bukan Hanya Syarat Urus SIUP4, Sertifikasi Kompetensi Agen Properti Sangat Penting

“Untuk menara Samawa, total pendaftar 23.939 dengan jumlah tidak lolos verifikasi sebanyak 13.666 orang. Yang diundang melihat unit 6.051 dan yang melihat 2.445. Sebanyak 52 orang sedang berproses di bank dan 14 orang telah dapat putusan bank. Potensi akad yang sudah terjadwal pada Oktober 2020 adalah 23 unit,” ucapnya.

Selain di Klapa Village, Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama dengan Perum Perumnas untuk memasarkan unit Rusunami di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat dengan skema DP Rp 0.  Untuk hunian Samawa di Jakarta Utara, lokasinya berada di Rusunami Bandar Kemayoran, Jalan Rajawali Utara, Pademangan Timur, Pademangan, dengan total ada 30 unit rusun dengan ukuran 27 meter persegi (satu kamar) yang ditawarkan dalam program rumah Samawa DP nol rupiah. “Sudah terjual 24 unit. Potensi akad pada Oktober 2020 adalah dua unit,” ucap Sarjoko.

Sementara, hunian Samawa di Jakarta Barat lokasinya berada di Tower Bunaken Sentraland Cengkareng, Jalan Boulevard Timur, Kapuk, Cengkareng dengan total ada 64 unit rusun bertipe studio (satu kamar) dengan luas 21 meter persegi yang ditawarkan. “Sudah terjual 17 unit. Potensi akad pada Oktober 2020 adalah empat unit,” tutur Sarjoko.

BACA JUGA :   Lantai Kayu Pertama Di Indonesia Yang Menghasilkan Ion Negatif

Sebelumnya, Bendahara Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, melayangkan kritikan terhadap program rumah DP Rp0. Menurutnya, program ini belum sepenuhnya terealisasi karena sampai saat ini masih ada jutaan warga, yang belum memiliki rumah hunian.

“DP Rp0 sampai saat ini belum terlaksana, masih ada jutaan warga Jakarta yang belum punya hunian menurut data BPS,” kata Jupiter pada Jumat (16/10/2020). Jupiter juga menyoroti rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang sudah dibangun di Jakarta Barat sudah berdiri tegak, tapi penghuninya masih sepi. “Ini ada apa? terus Dinas Perumahan ini selaku yang menjalankan program ini, kok kelihatannya santai-santai saja, ini sudah tiga tahun. Ini program menurut saya belum berhasil,” ujarnya.

BACA JUGA :   Untuk Kemudahan, Pemda Bisa Usulkan Program Perumahan Lewat SIBARU

Tak hanya Fraksi Nasdem, Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta menilai, program DP Rp 0 hingga saat ini belum terlaksana secara maksimal. “Contoh, rumah 0 persen sampai hari ini belum maksimal. Padahal, sebelum pandemi ini kan seharusnya ada sesuatu yang bisa dilakukan tentang DP 0 persen,” ucap Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI, Hasbiallah Ilyas.

Permasalahan lainnya yang disoroti PKB-PPP adalah terkait banjir dan pengelolaan sampah di Ibu Kota. Fraksi ini menyoroti Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter yang hingga kini masih mangkrak pembangunannya. “Sampai hari ini ITF belum terealisasi, bahkan ITF yang ada di Sunter itu mangkrak. Itu tiga poin yang harus ditingkatkan oleh Pak Gubernur, dua tahun lagi ini saya rasa mampu,” kata dia.

BACA JUGA :   Bidik Penjualan Rp3,1 Triliun, WIKA Realty Siapkan Sejumlah Strategi

Ia berharap, di sisa dua tahun masa kepemimpinan Anies, bisa mengerjakan setidaknya 50 persen dari janji kampanye dan programnya. “Kita mengharap janji-janji beliau di kampanye paling tidak 50 persen teralisasi lah,” pungkasnya. (Artha Tidar)

Check Also

Jelang Akhir Tahun, Paramount Land Raih Tiga Penghargaan Dari Event Berbeda

PROPERTI – Paramount Land berhasil meraih tiga penghargaan menjelang akhir tahun 2020 ini yaitu, Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link