Tuesday , September 29 2020
Home / Breaking News / Penurunan FTV Disambut Baik Industri Syariah

Penurunan FTV Disambut Baik Industri Syariah

syariahPerbankan – Industri pembiayaan syariah sempat mengalami kelesuan tahun lalu setelah finance to value (FTV) atau ketentuan uang muka minimal disamakan dengan konvensional. Oleh sebab itu, ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyinyalkan penurunan FTV di kuartal pertama 2015 ini, perusahaan multifinance syariah berharap langkah ini bisa mendorong pembiayaan syariah tumbuh lebih baik dari 2014.

Sekretaris Perusahaan Citifin Multifinance Syariah, M Yulian Ma’mun menyambut baik sinyal positif itu. “Bersama berbagai perusahaan multifinance lainnya, beberapa kali Citifin diundang untuk membicarakan rencana penurunan FTV. Kisaran uang muka yang diminta industri antara 10 dan 15 persen. Saat ini, uang muka pembelian kendaraan bermotor maupun perumahan melalui lembaga pembiayaan syariah dikenai kewajiban membayar uang muka antara 20 sampai 30 persen,” kata Ma’mun, Senin (23/02).

Ma’mun mengatakan, meski 2014 pertumbuhan bisnis multifinance kurang bagus, Citifin optimis 2015 bisa membaik jika FTV yang lebih rendah untuk pembiayaan syariah bisa direalisasikan. “Naik turunnya FTV untuk Citifin tidak begitu signifikan karena bisnis Citifin pada mobil tangan ke dua. Tapi, ini tentu akan membantu perkembangan pembiayaan secara keseluruhan. Apalagi jika pemerintah ingin mendukung perkembangan keuangan syariah,” tuturnya.

Direktur Utama Amanah Finance, Adnan Bintang mengungkapkan, penurunan FTV jadi kabar bagus untuk industri pembiayaan syariah. Apalagi, perkembangan pembiayaan syariah juga masih jauh yang diharapkan. Di awal 2015, pembiayaan kendaraan Amanah, terutama roda empat, turun 20 sampai 25 persen dibanding tahun lalu. Angka ini belum sesuai harapan. Sebab, Amanah menargetkan bisa membiayai hingga 17 ribu unit kendaraan dengan nilai lebih dari RP 1 triliun.

“Target semester satu memang biasanya lebih kecil dari semester dua. Kami tidak akan buru-buru merevisi, kami lihat dulu perkembangan semester satu ini,” tutup Adnan.

Check Also

Sentosa Park di Kota Mandiri Tangerang New City Layaknya Singapura

Properti – Realisasi pembangunan di sepajang Cikupa – Rangkasbitung, berdampak pada banyaknya investor yang masuk ke …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link