Home / Indeks Berita / Performa Masih Anjlok, Saham Properti Jadi Program Utama Pemulihan Ekonomi

Performa Masih Anjlok, Saham Properti Jadi Program Utama Pemulihan Ekonomi

bursa efek
Sejumlah calon emiten mulai melakukan penawaran umum perdana saham (IPO)

PROPERTI – Sektor properti berpotensi menggeliat dan melanjutkan reli harga sahamnya, usai muncul kabar jika sektor ini akan menjadi sektor yang diperhatikan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta diuntungkan dengan adanya UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Meskipun bergerak cenderung terkoreksi pada perdagangan Selasa (15/12/2020), yang ditunjukkan dengan indeks properti yang anjlok 1,48% seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih terkoreksi 0,09%, tapi selama sepekan terakhir Data BEI mencatat, koreksi terdalam pada perdagangan hari ini dibukukan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang anjlok 3,83%. Untuik apresiasi tertinggi, diraih PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), yang sukses menanjak 1,74%.

BACA JUGA :   Tahun 2018, Pollux Properti Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp229 Miliar

Sebelumnya CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan perusahaan menilai kebijakan pemerintah untuk memberikan hak kepemilikan properti untuk warga negara asing dalam Omnibus Law dinilai sebagai pendorong positif bagi industri properti dalam negeri. “Omnibus law yang mengizinkan kepemilikan asing di dalam negeri. Ini reformasi yang sangat menguntungkan Lippo Karawaci,” ujar John, dalam paparan publik secara virtual, Senin (14/12/2020).

Sedangkan dalam sepekan terakhir, kenaikan termasif dicapai PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang sukses terbang 10,29%. Sementara, terpantau hanya dua emiten properti raksasa yang terkoreksi sepakan terakhir yakni CTRA dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), yang masing-masing anjlok 4,85% dan 2,50%.

BACA JUGA :   Pasar Modern BSD City Peringati Hari Kesehatan Dunia

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI Andin Hadiyanto mengatakan, sektor properti atau perumahan sangat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena Pemerintah meyakini sektor tersebut sangat strategis.

Oleh karenanya, sektor ini juga menjadi perhatian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Karena sektor properti sangat strategis, melekat di berbagai dimensi, tidak hanya dimensi ekonomi, tapi juga dimensi sosial, keuangan dan juga fiskal. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi backlog [kekurangan] perumahan nasional, jadi akan banyak tambahan rumah yang bisa diakses masyarakat, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” kata Andin, dalam HUT KPR BTN ke-44 yang dikutip pada Senin (14/12/2020).

Menurutnya, dibutuhkan intervensi langsung dari Pemerintah untuk MBR. Intervensi yang dilakukan Pemerintah mencakup sejumlah aspek di antaranya mendorong supply sideatau ketersediaan dengan mengusahakan ketersediaan rumah, meningkatkan akses pembiayaan, harga rumah yang terjangkau dan program berkelanjutan.

BACA JUGA :   PUPR Alokasikan Rp. 1.36 T Untuk Pembelian Produk Rakyat atau UMKM

Untuk itu, Kementerian Keuangan via Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sejumlah insentif fiskal dan alokasi anggaran belanja seperti Subsidi Selisih Bunga (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Dana Alokasi Khusus Fisik (DAKF) serta dana bergulir Fasilitas Pembiayaan. (Artha Tidar)

Check Also

BSPS

Anggaran Program Bedah Rumah Di Kalbar TA 2021 Sebesar Rp 2,46 Triliun

PROPERTI – Program Padat Karya Tunai (PKT) TA 2021 mengalokasikan anggaran Rp 23,24 triliun, salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 178

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link