Friday , August 7 2020
Home / Nasional / Ekonomi / Permintaan Segmen Menengah Bawah Meningkat, Saham Properti Membaik

Permintaan Segmen Menengah Bawah Meningkat, Saham Properti Membaik

Deretan rumah sederhana

EKONOMI – Sektor properti dinilai memiliki prospek yang cerah di sisa tahun 2019. Selain karena sentimen pemilu telah usai, emiten properti mendapat permintaan yang tinggi dari segmen menengah ke bawah. Dilansir Kontan.co.id, Moody’s Investor Service merilis Indonesia Property Chart Box.

Dalam riset tersebut, Moody’s menyatakan optimismenya bahwa bisnis properti Indonesia akan semakin bergairah di paruh kedua tahun ini. Hal ini didorong berakhirnya periode pemilihan presiden yang membuat permintaan properti kembali meningkat.

Namun, potensi peningkatan kinerja di sektor properti diperkirakan masih berada di level yang rendah. “Karena pasar properti di Indonesia telah melambat dalam beberapa tahun terakhir setelah sempat mencapai puncak di tahun 2013 silam,” ungkap Jacinta Poh, Vice President & Senior Credit Officer Moody’s, dalam riset 16 Mei.

BACA JUGA :   Kunjungan Ke Daerah, Wapres Jusuf Kalla Resmikan Lima Rusunawa di Padang

Efek pemilu amat terasa bagi bisnis properti. Ini tercermin dari pencapaian pra penjualan atau marketing sales sebagian emiten properti yang mengalami perlambatan di kuartal pertama lalu. Ambil contoh PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) yang mengalami penurunan marketing sales sebesar 38% (yoy) menjadi Rp 881 miliar di kuartal I-2019.

Ada pula PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang mencatat marketing sales senilai Rp 356 miliar di kuartal I-2019 atau turun 36% (yoy) dibanding 2018. Analis Maybank Sekuritas Aurelia Setiabudi menilai, walau kehadiran pemilu memberikan sentimen negatif, namun kinerja marketing sales emiten properti masih berada dalam jalur yang benar.

BACA JUGA :   The Biggest AREBI Real Estate Summit 2019 : Agar Broker Lebih Profesional

“Secara agregat, emiten sektor properti memenuhi 20% dari target marketing sales tahun ini,” tulis dia dalam riset 1 Mei. Dia memperkirakan, pertumbuhan marketing sales emiten properti masih melambat di kuartal kedua akibat faktor musiman, seperti libur lebaran.

Alhasil, momentum yang tepat untuk kebangkitan sektor properti ada di semester kedua mendatang. Sementara itu, Analis Panin Sekuritas Nugroho Fitriyanto menyampaikan, emiten-emiten properti yang bisa memaksimalkan penjualan properti dengan harga di bawah Rp 1 triliun dipercaya akan mencetak kinerja yang cemerlang di tahun ini.

Sebab, properti dengan harga sebesar itu diperuntukkan bagi segmen menengah ke bawah. Segmen ini dinilai lebih fleksibel karena tidak terpengaruh oleh sentimen pemilu dan permintaannya murni untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal. “Sejak 2018 permintaan sektor properti untuk segmen menengah ke atas, cenderung melambat. Kondisi sebaliknya terjadi pada segmen menengah ke bawah,” ujar dia, Jumat (26/5).

BACA JUGA :   Pemerintah Gulirkan Stimulus, Giliran Perbankan Permudah Akad KPR

Meski begitu, ia menambahkan, pasar properti untuk segmen menengah ke bawah bukan tanpa ancaman. Tren kenaikan suku bunga acuan yang terjadi tahun lalu ternyata belum sepenuhnya mendorong kenaikan suku bunga kredit. Artinya, di sisa tahun ini bukan tak mungkin suku bunga kredit termasuk kredit perumahan rakyat masih bergerak naik.

“Biasanya segmen pengguna akhir (end user) banyak yang menggunakan KPR, sehingga kalau terjadi kenaikan dapat mempengaruhi permintaan dari segmen tersebut,” terang Nugroho. Ia sendiri menjagokan PT Ciputra Development Tbk pada tahun ini.

BACA JUGA :   Rilis Cluster Jimbaran di Borneo Paradiso

Sebab, emiten berkode CTRA tersebut memiliki sejumlah proyek properti untuk segmen menengah ke bawah yang dirilis pada semester kedua nanti. Adapun Aurellia memilih PT Sumareccon Agung Tbk (SMRA) lantaran secara valuasi masih menarik.

Daya tarik emiten ini juga berasal dari kepemilikan land bank untuk segmen menengah ke bawah yang cukup luas. Ia pun merekomendasikan beli saham SMRA dengan target Rp 1.550 per saham. (Artha Tidar)

Check Also

intiland surabaya

Dipasarkan Mulai Rp 1,2 Miliar, Intiland Rilis Dandelion di Graha Natura

PROPERTI – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) meluncurkan Dandelion, klaster hunian terbaru di kawasan perumahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link