Wednesday , September 30 2020
Home / Breaking News / Preservasi Jalan Jawa Timur Bagian Selatan Guna Kelancaran Logistik

Preservasi Jalan Jawa Timur Bagian Selatan Guna Kelancaran Logistik

Untuk memperlancar distribusi, logistik saat pandemi Covid-19 dilakukan preservasi jalan nasional

INFRASTRUKTUR – Penanganan pandemi COVID-19 menjadi fokus pemerintah saat ini, salah satunya adalah kelancaran distribusi logistik baik bahan pangan maupun alat medis. Untuk mendukung program ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga terus meningkatkan kemantapan ruas jalan dengan melakukan preservasi jalan nasional. Preservasi berupa pemeliharaan rutin, rekonstruksi jalan dan pelebaran jalan menuju standar.

Pada Tahun Anggaran 2020 salah satu kegiatan preservasi jalan dilakukan di jalan nasional yang berada di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur sepanjang 307 km. Selain untuk memperlancar distribusi, preservasi jalan nasional ini bertujuan memangkas biaya logistik.

BACA JUGA :   Pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas Akan Terus Ditingkatkan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan pengendara. “Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan sekitar,” kata Menteri Basuki.

Preservasi  jalan nasional di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Ditjen Bina Marga. Preservasi jalan nasional ini dilakukan dalam tiga paket pekerjaan yakni Paket Preservasi Jalan Kertosono – Kediri – Tulungagung – BTS. Kab Trenggalek sepanjang 101,28 km dan 1.169 meter senilai RP 42,5 miliar.

BACA JUGA :   PUPR Akan Perbaiki Jembatan dan Jalan Amblas Akibat Abrasi Di Bengkulu Utara

Selanjutnya Paket Preservasi Jalan Ngawi – Caruban – BTS Kab Nganjuk – Kertosono sepanjang 99,29 km dan 1.199,20 meter senilai Rp 94,7 miliar dan Paket Preservasi Jalan Kertosono – Jombang – Mojokerto – Gempol sepanjang 102,9 km dan 1.449,5 meter senilai Rp 94,3 miliar.

Di samping preservasi jalan nasional, untuk memperlancar arus distribusi logistik terdapat juga usulan untuk membangun flyover atau jembatan layang. Flyover yang diusulkan adalah Flyover Mengkreng senilai Rp 180 miliar yang terletak di pertigaan Mengkreng Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Lokasi ini merupakan pertemuan tiga wilayah, yaitu, Kertosono (Nganjuk), Purwoasri (Kediri) dan Jombang sehingga kerap terjadi kemacetan.

BACA JUGA :   Kinerja Aspek Layanan BLU PPDPP Tahun 2020 Raih Kategori Baik

Di samping itu, preservasi jalan nasional di tiga kabupaten di Provinsi Jawa Timur ini guna mendukung konektivitas Bandara Kediri yang konstruksinya dimulai pada April 2020. Pembangunan bandara ini bertujuan untuk melayani masyarakat khususnya di Kediri dan sekitarnya serta sebagai salah satu bandara alternatif di Jawa Timur.

Check Also

permata bank

PermataBank Dukung Upaya Pemerintah Putus Rantai Penyebaran COVID-19

INFO PERBANKAN – Dalam upaya mendukung pemerintah Indonesia untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link