Monday , October 26 2020
Home / Breaking News / Program BSPS, 5.000 Unit RTLH di Yogyakarta Dapat Bantuan Bedah Rumah

Program BSPS, 5.000 Unit RTLH di Yogyakarta Dapat Bantuan Bedah Rumah

BSPS
Mujirin, penerima bantuan program BSPS dari Yogyakarta

PROPERTI – Sebanyak 5.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatkan bantuan perbaikan rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Adanya Program BSPS yang lebih dikenal dengan bedah rumah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di daerah tersebut.

“Kementerian PUPR melalui SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi D.I Yogyakarta pada tahun 2020 ini menangani 5.000 rumah tidak layak huni untuk dibedah dan diperbaiki,” ujar Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Wilayah Jawa III Mochamad Mulya Permana saat melakukan Serah Terima Buku Tabungan Program BSPS kepada penerima bantuan di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :   ASAKI Targetkan Menjadi Produsen Keramik Terbesar Keempat Didunia

Menurutnya, Program BSPS tersebut dilaksanakan  tersebar di lima Kabupaten/Kota diantaranya Kabupaten Sleman (1044 unit), Kabupaten Kulon Progo (704 unit), Kabupaten Gunungkidul (1525 unit), dan Kota Yogyakarta (150 unit), dan kabupaten Bantul ( 1577 unit).

Program bantuan stimulan perumahan swadaya atau yang biasa disingkat BSPS memiliki persyaratan yang harus terpenuhi agar program ini tepat sasaran, salah satu syarat yaitu  bantuan harus diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan memiliki rumah yang tidak layak huni.

BACA JUGA :   Dukung Pemerintah, BTN Luncurkan Housing Index      

“Sebanyak 5.000 Penerima Bantuan yang menerima Program BSPS di DIY dilaksanakan di 5 Kabupaten/Kota yakni dengan total anggaran Rp. 87,5 Miliar. Dalam penyaluran program tersebut, pihak Kementerian PUPR bekerjasama dengan sejumlah pemerintah daerah dan bank penyalur dana Program BSPS dan nantinya bantuan akan diserahkan kepada penerima bantuan berupa bahan material bangunan serta upah tukang,” terangnya.

Dirinya menjelaskan bahwa program BSPS dari Kementerian PUPR pada prinsipnya berupaya mendorong prakarsa dan upaya masyarakat agar memiliki kemampuan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi sendiri pembangunan rumahnya secara swadaya dari Ditjen Perumahan.

Salah seorang Penerima Bantuan Program BSPS Tahap 2 dari Desa Sriharjo, Kabupaten Bantul bernama Mujirin mengaku dirinya merasa bersyukur telah diberi bantuan stimulan yang dapat mendorong untuk memperbaiki rumah. “Saya dan keluarga berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Terima kasih Kementerian PUPR,” katanya.

Check Also

Peminat Rumah DP Rp 0 Tinggi, DPRD : Bangunan Rampung, Kok Penghuni Sepi

PROPERTI – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta menyebut peminat hunian dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link