Tuesday , August 4 2020
Home / Indeks Berita / Program BSPS di Kota Bogor, Rehab 1.823 Unit RTLH Senilai Rp 25,9 Miliar

Program BSPS di Kota Bogor, Rehab 1.823 Unit RTLH Senilai Rp 25,9 Miliar

BSPS di Kota Bogor
Bedah rumah di Bogor, Jawa Barat sebanyak sebanyak 1.823 rumah tidak layak huni

PROPERTI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyalurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 1.823 rumah tidak layak huni untuk masyarakat di Bogor, Jawa Barat.

“Progam BSPS ini dapat dijalankan setelah melalui proses verifikasi yang tepat di lapangan oleh petugas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL). Jadi Program BSPS ini akan tepat sasaran, tepat waktu dalam proses pembangunan dan tepat pemanfaatan karena bertujuan untuk membuat rumah layak huni dan yang paling utama adalah akuntabel,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Hamid yang diwakili Direktur Rumah Swadaya Ditjen Perumahan Kementerian PUPR KM Arsyad saat pelaksanaan Serah Terima Buku Tabungan (Serbutab) bagi masyarakat penerima Program BSPS di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/7/2020).

BACA JUGA :   SML Kembangkan Sea Forest Adventure Batam

KM Arsyad menjelaskan, tahun ini Provinsi Jawa Barat mendapatkan alokasi Program BSPS sebanyak 8.928 unit melalui Satuan KerjaStrategis Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR.  “Jumlah alokasi bedah rumah sebanyak 1.823 unit dari Kementerian PUPR adalah Rp 25,9 Milyar,” terangnya.

KM Arsyad menambahkan, alokasi penyaluran Program BSPS di Kota Bogor tersebar di beberapa lokasi di antaranya di Bogor Barat (340 unit), Bogor Selatan (579 unit), Kota Bogor Utara (260 unit), Tanah Sereal (320 unit), untuk Bogor Tengah (200 unit), Bogor Timur (240 unit).

BACA JUGA :   Fokus Biayai UMKM, Langkah Strategis BRI Hadapi Ketidakpastian

Setiap penerima Program BSPS Kementerian PUPR, imbuhnya, mendapatkan bantuan sebesar Rp 17,5 juta rupiah yang terbagi sebanyak Rp 15 juta rupiah berupa bahan bangunan dan Rp 2,5 juta rupiah untuk upah pekerja. “Melalui Program BSPS ini Kementerian PUPR berupaya menjaga perekonomian masyarakat melalui program padat karya tunai berupa upah untuk pekerja,” terangnya.

Salah seorang penerima bantuan Program BSPS Yuyun Yuniarto dari Bogor Timur mengucapkan terimakasih atas bantuan bedah rumah dari pemerintah ini. “Alhamdulillah bantuan bedah rumah dari Kementerian PUPR sangat sangat berguna bagi saya dan keluarga untuk membangun rumah orangtua saya yang hampir rubuh. Bantuan bedah rumah ini ini pun mendorong keluarga saya untuk saling membantu antar sesama anggota keluarga untuk memberikan tempat tinggal yang layak untuk orangtua,” katanya.

BACA JUGA :   Sebanyak 699 Unit Huntara Ditargetkan Rampung Akhir Februari 2019

Hal senada juga disampaikan Rudianto warga Kampung Pabuaran, Kelurahan Pengayanan, Bogor Selatan yang juga menerima bantuan program BSPS ini. Dirinya mengungkapkan, sebelum mendapat bantuan ini rumahnya sering bocor karena atapnya dari seng seadanya. Penyangga atap yang lapuk membuat dirinya beserta keluarga sering was-was jika hujan deras turun.

“Terus terang saya dan keluarga sangat terbantu dengan adanya program BSPS dari Kementerian PUPR ini. Dulu rumah saya kerangka atapnya dari kayu seadanya tapi sekarang bisa pakai baja ringan dan atapnya juga tidak bocor lagi. Sekarang saya bersama keluarga bisa segera menempati rumah yang lebih layak dan aman. Kami pun berswadaya dengan menabung untuk membeli bahan bangunan,” katanya.

BACA JUGA :   PUPR Akan Perbaiki Jembatan dan Jalan Amblas Akibat Abrasi Di Bengkulu Utara

Walikota Bogor, Bima Arya menerangkan, Pemkot Bogor sangat mendukung pelaksanaan Program BSPS Kementerian PUPR. Menurutnya warga Bogor sangat membutuhkan bantuan perumaha. mengingat jumlah rumah tidak layak huni juga masih cukup tinggi.

Pemkot Bogor, imbuhnya, menilai para TFL yang bertugas di lapangan bekerja keras untuk menyalurkan Program BSPS meskipun di masa pandemi Covid-19. Rumah yang layak menjadi tempat bagi keluarga yangbtepat agar terhindar dari Covid-19. Pihaknya juga mentargetkan hingga tahun 2024 sebanyak 20.000 rumah di Kota Bogor seluruhnya layak huni.

BACA JUGA :   Siklus Bulan Ramadhan, The Oasis Jemput Bola

“Program BSPS ini sejalan dengan visi Kota Bogor untuk mewujudkan rumah yang layak huni serta Kota Bogor Layak Untuk Keluarga. Kami juga mendorong agar pembangunan rumah layak bukan hanya di wilayah perkotaan saja tapi juga di pinggiran kota,” katanya.

Check Also

rupst ctra

Penjualan Rp 2 Triliun, Ciputra Development Sebar Dividen Rp 8 per saham

PROPERTI – Emiten properti, PT Ciputra Development Tbk. dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link