Saturday , October 31 2020
Home / Indeks Berita / Project Financing, Stimulus Pelaku Industri Kreatif Bertahan di Masa Pandemi

Project Financing, Stimulus Pelaku Industri Kreatif Bertahan di Masa Pandemi

industri kreatif
Industri kreatif (poto : jamkrida-jakarta.co.id)

UMUM – Pandemi COVID-19 berdampak pada kelangsungan seluruh industri. Kementerian Perindustrian menyebutkan sekitar 60% industri mengalami dampak berat, sementara 40% lainnya mengalami dampak moderat. Dampak yang beragam juga turut dirasakan oleh industri kreatif dan gaya hidup, yang terdiri dari sejumlah subsektor seperti film, hiburan, kuliner, dan lainnya.

CEO Likuid Projects, Kenneth Tali menyatakan bahwa dampak pandemi pada industri kreatif melalui tiga hal, pertama dari stage krisis, yaitu tahapan pergerakan pandemi di masyarakat. Di masa-masa awal pandemi masuk di Indonesia sekitar Maret lalu, industri rata-rata mengalami shock sebagai imbas dari menurun drastisnya daya beli masyarakat.

BACA JUGA :   Tingkatkan Keamanan, Komite K2 Lakukan Pemeriksaan Gedung di Jakarta

Menurut Kenneth, kini industri sudah di tahap survival mode. Kemampuan sebuah bisnis bertahan akan ditentukan dari pondasi bisnis yang dimiliki selama ini dan pengambilan keputusan manajemen untuk langkah ke depan.

Kedua, jelas dia, dari skala usahanya, pelaku industri kreatif datang dari skala usaha yang beragam, mulai dari UMKM hingga ke perusahaan rintisan (startup) hingga perusahaan skala menengah. Perbedaan skala ini membuat akses permodalan juga tidak bisa dimiliki semua kalangan, terlebih bagi bisnis yang belum memiliki aset yang cukup sebagai jaminan pembiayaan.

BACA JUGA :   BNI Life Cairkan Klaim Ahli Waris Nasabah Yang Meninggal Karena COVID-19

“Terakhir adalah subsektor industri. Tidak semua subsektor mengalami dampak yang sama, sebagian mengalami penurunan pendapatan dan sebagian lainnya justru mengalami dampak positif atau kenaikan pendapatan. Industri yang diuntungkan tersebut misalnya aplikasi permainan, teknologi, dan produk kesehatan.” jelasnya.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi dari empat marketplace terbesar mengalami kenaikan 9.85% pada Mei 2020 dibandingkan April 2020. Sementara, industri yang berdampak negatif adalah film dan hiburan di mana produk dan jasanya terkait aktivitas massal.

BACA JUGA :   Kreasi Seorang Birokrat Yang Ikut Merancang Pembangunan Kota Depok

Kenneth menuturkan, selama pandemi tiga bulan lalu, Likuid Projects mengalami lonjakan permintaan pembiayaan dari para creativepreneur atau calon project owners, hingga 300%. Hal ini menandakan industri kreatif sebetulnya memiliki banyak sekali peluang usaha dan potensi untuk survive. Tentunya, dukungan dari publik sebagai pendana menjadi sangat besar perannya disini.

Sejak pertama kali didirikan hingga saat ini, Likuid Projects sudah memfasilitasi beberapa proyek dari sub-sektor industri yang berbeda seperti film, iklan, tenaga listrik, dan yang paling terbaru ialah aplikasi permainan Capsa Susun yang dikembangkan oleh Touchten dan tersedia pada platform Hago.

Check Also

BNI Life Raih Predikat Best Financial Performance & Good Corporate Governance

UMUM – PT BNI Life Insurance mendapatkan apresiasi  Top 5  Financial Performance Best Insurance Award …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link