Home / Bahan Bangunan / Proyek Segera Bergulir, Industri Keramik Nasional Diharapkan Tumbuh 7%

Proyek Segera Bergulir, Industri Keramik Nasional Diharapkan Tumbuh 7%

Industri keramik tanah air terus meningkat, seiring pembangunan proyek properti (poto neraca.co.id)

BAHAN BANGUNAN – Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto memproyeksi jika industri keramik Tanah Air dapat tumbuh mencapai 7% di akhir tahun ini dengan produksi nasional sebesar 420-440 juta m2.

“Biasanya proyek mulai bergulir di semester II. Semester I karena masalah cuaca, biasanya kan pembangunan properti dan perumahan juga nggak begitu baik. Tapi umumnya tren permintaan keramik meningkat di semester II,” kata Edy usai menyambangi kediaman Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, pada Rabu (5/6).

BACA JUGA :   Pandemi Belum Usai, Intiland Pilih Fokus Garap Proyek Yang Sedang Berjalan

Edy menyebutkan beberapa industri keramik Tanah Air yang mulai melakukan ekspansi penambahan fasilitas, seperti PT Muliakeramik Indahraya di Surabaya serta pembangunan pabrik baru PT Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang akan dimulai di bulan ini.

“Jadi, seluruh industri memang sudah memproyeksi tren permintaan keramik meningkat di semester II,” imbuhnya. Saat ini, kapasitas terpasang industri keramik nasional mencapai 580 juta m2, terbesar keempat di dunia, setelah China, India, dan Brasil.

BACA JUGA :   Pasar Bagus, Metland Menteng Tawarkan Rumah Siap Huni

Kendati demikian, produksi keramik nasional tahun lalu berkisar 370-380 juta m2, atau baru mencapai 65,51% dari total kapasitas terpasang. Industri keramik tanah air masih belum terbebas dari gempuran produk impor. Setelah China kini giliran produk keramik asal India mulai membanjiri pasar lokal.

Pada kuartal pertama tahun ini, volume impor produk keramik asal China menurun 14% hingga 15%. Namun di saat yang sama, impor produk India justru melejit. Asaki melihat volume impor keramik asal India meningkat signifikan sejak pemberlakuan safeguard terhadap produk keramik China.

BACA JUGA :   Menyiasati Ruang Sempit Dengan Pintu Geser

Asosiasi mengaku sedang memantau perkembangan pasar dan membuka peluang untuk mengajukan usulan tambahan safeguard. Setelah implementasi safeguard, kinerja industri keramik memang masih stagnan dan belum memuaskan. Secara umum, Edy menyebutkan, penjualan keramik pada awal tahun biasanya belum meningkat signifikan.

Kini, usai Pilpres 2019 dan momentum Lebaran, industri keramik nasional diproyeksi bisa segera lepas landas di semester kedua tahun, berkat proyek-proyek properti dan perumahan yang mulai bergulir. (Artha Tidar)

Check Also

Rumah Susun Untuk Aparatur Sipil Negara di Kalbar Ini Berkonsep Waterfront City

PROPERTI – Rumah Susun (Rusun) dengan konsep Waterfront City sedang dibangun Kementerian PUPR untuk Aparartur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 177

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link