Saturday , January 23 2021
Home / Indeks Berita / PUPR Terapkan Pelatihan Jarak Jauh atau E-learning Di Tengah Pandemi

PUPR Terapkan Pelatihan Jarak Jauh atau E-learning Di Tengah Pandemi

e learning pupr
PUPR terus menyempurnakan penerapan metode pembelajaran jarak jauh (e-learning).

NASIONAL – Di tengah Pandemi COVID-19 yang mengharuskan untuk melakukan physical dan social distancing, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya menyempurnakan penerapan metode pembelajaran jarak jauh (e-learning).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kementerian PUPR harus menjadi bagian dari SDM yang unggul untuk mendukung Visi Indonesia Maju. Pengembangan SDM merupakan salah satu dari lima program prioritas pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wapres Kiai Ma’ruf Amin.

BACA JUGA :   Hapus Pengurusan IMB Yang Rumit, Dorong Saham Properti Makin Menarik

“Untuk terus menuju ke arah e-learning, maka harus disiapkan SDM yang dapat menggunakan teknologi informasi. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) yang bertugas melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para Aparatur Sipil Negara (ASN) PUPR harus bisa membantu kesiapan para peserta pelatihan terutama bagi para pegawai senior yang belum terbiasa dengan teknologi informasi,” kata Menteri Basuki.

Sebagai upaya menyiapkan SDM untuk dapat beradaptasi dengan e-learning, Menteri Basuki mengatakan agar BPSDM menyiapkan modul-modul metode pembelajaran jarak jauh. “Dalam merumuskan modul tersebut agar dibantu oleh para Direktur Jenderal, Kepala Badan, dan seluruh Kepala Balai untuk mendukung pelaksanaan e-learning dan juga e-office,” ujar Menteri Basuki.

BACA JUGA :   Coaching Indonesia Luncurkan Aplikasi Visecoach, Semua Orang Bisa Punya Coach

Kepala BPSDM Sugiyartanto mengatakan, BPSDM tidak bisa menunggu pandemi usai untuk tetap melaksanakan pelatihan, maka BPSDM melakukan terobosan dan inovasi dengan tetap melaksanakan kediklatan melalui virtual seperti ini. “Hal ini senada dengan visum PUPR 2030 dan arahan Presiden bahwa Aparatur Sipil Negara harus mampu kompetitif, global dan antisipatif terhadap kondisi birokrasi yang berkelas dunia pada tahun 2045,” kata Sugiyartanto.

Dalam pelaksanaannya, Sugiyartanto meminta agar setiap pelatihan direkam, sebab menurutnya harus ada kriteria yang dilakukan untuk penyesuaian. Para peserta menurutnya juga mesti diberikan toleransi apabila pihak penyelenggara memiliki kendala teknis, sehingga peserta tetap nyaman dalam mengikuti pembelajaran.

BACA JUGA :   BSPS Tahun 2020 Senilai Rp. 2,49 Triliun Jangkau 4.745 Lokasi di 33 Propinsi

Sugiyartanto menambahkan, terdapat perbedaan signifikan dalam pelatihan klasikal di kelas dengan pembelajaran jarak jauh, dimana tingkat kelulusan dengan metode klasikal lebih tinggi, karena peserta lebih fokus dalam mengikuti pembelajaran. “Sedangkan dengan metode e-learning peserta tetap bekerja sesuai dengan penugasan di unit kerja masing-masing, sehingga ada kemungkinan beberapa peserta tidak mengikuti pembelajaran secara keseluruhan,” ujarnya.

Check Also

Tak Hanya Indah, Arsitektur Hunian Juga Harus Inovatif dan Inspiratif

DESAIN – Perusahaan kunci yang sudah sangat dikenal di tengah masyarakat, KENARI DJAJA kembali menyelenggarakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 175

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link