Wednesday , August 5 2020
Home / Nasional / Ekonomi / Realestat Sumbangkan Rp 1, 3 M Pendapatan KIJA

Realestat Sumbangkan Rp 1, 3 M Pendapatan KIJA

PT Jababeka Tbk (KIJA, selanjutnya disebut Perseroan), melalui anak perusahaan PT Bekasi Power (BP), telah mengoperasikan pembangkit listrik berkapasitas 130 MW secara komersil sejak Januari 2013. Pembangkit ini berkontribusi secara signifikan dalam mengangkat pendapatan Perseroan menjadi Rp 2,7 triliun pada tahun 2013, hampir dua kali lipat dari pendapatan tahun sebelumnya.
Jasa layanan yang berhubungan dengan infrastruktur menyumbang pendapatan berulang (recurring revenue) sebesar Rp 1.336 miliar atau 49% dari total pendapatan Perseroan, dibandingkan tahun 2012 yang hanya 16%. Sektor ini menghasilkan pendapatan yang stabil, sebagian besar dalam mata uang Dollar AS, yang berasal dari pembangkit listrik sebesar Rp 1.062 miliar, jasa layanan infrastruktur sebesar Rp 213 miliar, dan dry port sebesar Rp 62 miliar. Bisnis KIJA yang berhubungan dengan infrastruktur, yaitu pembangkit listrik, penyediaan air bersih, pengelolaan air limbah, pengelolaan kawasan, dan dry port/logistik, semuanya disiapkan guna memenuhi kebutuhan pasar terikat (captive market).
Penjualan real estat/land development menyumbang Rp 1.329 miliar, atau mewakili 48% dari total pendapatan, yang masih didominasi oleh sektor industri sebesar Rp 1.081 miliar, yang berasal dari penjualan tanah matang dan tanah dan bangunan pabrik standar  (standard factory building). Sementara itu, sektor perumahan dan komersial membukukan pendapatan sebesar Rp 174 miliar, yang berasal dari penjualan tanah dan rumah, ruang perkantoran, dan rumah toko/ruko, menunjukkan kenaikan 83% dari tahun lalu.
Pilar Perseroan di bidang leisure and hospitality memberikan kontribusi sebesar Rp 74 miliar, atau 3% dari total pendapatan. Laba bersih turun 71%. Penurunan drastis laba bersih menjadi Rp 110 miliar pada tahun 2013 dibandingkan Rp 380 miliar pada tahun 2012 terutama disebabkan melemahnya mata uang rupiah terhadap Dollar AS yang mengakibatkan naiknya pengeluaran untuk pembayaran bunga dan kerugian nilai tukar secara agregat mencapai Rp 450 miliar.
Pada tahun 2014, pertumbuhan pendapatan dari pilar infrastruktur berharap dari efisiennya pengoperasian pembangkit listrik serta meningkatnya pemanfaatan kapasitas penanganan (throughput) Dry Port. Sales backlog – penjualan secara pemasaran (marketing sales) yang belum diakui sebagai penjualan menurut akuntansi (accounting sales) sebesar Rp 1,3 triliun, merupakan dasar/potensi sebagai pendapatan (acounting sales) real estat pada tahun 2014.

Check Also

adhi karya

Ikuti Jasa Marga, Adhi Karya dan Waskita Batal Buyback Saham Rp 100 M

EKONOMI – Manajemen PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengungkapkan batal melakukan pembelian kembali (buyback) saham …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link