Thursday , October 29 2020
Home / Daerah / REI dan Pemda Segera Wujudkan Mamminasata

REI dan Pemda Segera Wujudkan Mamminasata

Pemerintah propinsi Sulawesi Selatan akan bersinergi dengan Realestat Indonesia (REI) dalam pengembangan kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar).
Sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia timur, pertumbuhan penduduk kota Makassar terus mengalami peningkatan yang cukup tajam. Sementara, kota yang dibangun di atas lahan seluas 128,12 km² ini sepertinya sudah semakin padat. Saat ini penduduknya sudah mencapai lebih dari 1.168.258 jiwa. Ini menjadikan Makassar sebagai salah satu kota terpadat di Indonesia saat ini.
Dalam upayanya untuk mengantisipasi laju pertumbuhan penduduk di Makassar, pemerintah propinsi Sulawesi Selatan sedang mencanangkan pengembangan kawasan terpadu yang meliputi Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar. Oleh pemerintah daerah tersebut, disingkat dengan kawasan Mamminasata.
Mamminasata merupakan kawasan percontohan pengembangan tata ruang terpadu di Indonesia yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar.  
Dinas Tata Ruang dan Permukiman Propinsi Sulawesi Selatan merencanakan pengembangan kota baru ini akan dilewati dua jalur arteri, yakni jalur bypass Mamminasata dan terusan Jalan Abdullah Dg Sirua. Sesuai perencanaan, kota baru yang diprediksi mampu menampung sedikitnya 300 ribu jiwa itu berlokasi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pattallasang dan Kecamatan Moncongloe. Kota baru dengan luasan sekitar 3.500 ha itu terletak sekira 17 km dari Bandar Udara Internasional Hasanuddin, atau 14 km dari kawasan Panakukkang.
Terkait dengan rencana pengembangan kawasan Kota Baru Mamminasata, Realestat Indonesia (REI) sangat menyambut baik dan mengapresiasi keinginan pemerintah daerah Sulawesi Selatan. Apalagi, dalam proyek tersebut, pemerintah daerah akan melibatkan asosiasi pelaku usaha properti itu untuk bersinergi membangun Mamminasata.
“Kami optimis kerja sama antara REI dengan pemerintah daerah Sulsel ini bisa terwujud dengan baik. Apalagi, saat ini kepengurusan di DPP REI masa bakti 2013-2016, memiliki bidang yang memang khusus menangani pengembangan kota baru,” ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), Eddy Hussy pada perayaan HUT REI ke 42 di Makassar beberapa waktu lalu.
REI, lanjut Eddy, siap bersinergi dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah selaku pemangku kepentingan dalam upaya penyediaan fasilitas perumahan dan kawasan permukiman yang layak bagi masyarakat. Tawaran kerja sama dari pemerintah propinsi Sulawesi Selatan ini perlu lebih dimatangkan lagi agar bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Ketua DPD REI Sulsel, Muhammad Arief Mone mengemukakan industri realestat di Kota Makassar sekarang sudah mengarah pada pengembangan properti untuk segmen menengah ke atas. Sedangkan untuk menengah bawah bergeser pinggiran Kota Makassar, tepatnya mengarah ke Maros dan Gowa.
“Karena harga tanah yang semakin tinggi di Kota Makassar, maka pengembang yang masuk lebih menyasar segmen menengah atas. Pengembangan properti untuk segmen kelas menengah ke atas tersebut akan menyasar subsektor properti seperti apartemen, kondominium hotel (kondotel), dan perumahan dengan klasifikasi mewah,” jelasnya.

Check Also

tol Bali

Dukung Wisata Bali, Segera Dibangun Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi

DAERAH – Sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata di Bali, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link