Sunday , January 17 2021
Home / Indeks Berita / REI Jajaki Kerjasama Pariwisata Kawasan Danau Toba Dengan Tiongkok

REI Jajaki Kerjasama Pariwisata Kawasan Danau Toba Dengan Tiongkok

REI
REI memprakarsai kerjasama antara Kawasan Wisata Danau Toba, Sumatera Utara dengan Kawasan Wisata Danau Liuye yang terletak kota Changde di propinsi Hunan, Republik Rakyat Tiongkok.

UMUM – Dalam rangka implementasi kerjasama antara Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, maka REI memprakarsai kerjasama antara Kawasan Wisata Danau Toba, Sumatera Utara dengan Kawasan Wisata Danau Liuye yang terletak kota Changde di propinsi Hunan, Republik Rakyat Tiongkok .

Wakil Ketua Umum DPP REI bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin yang mendapat kesempatan berkunjung ke Otoritas Kawasan Wisata Danau Liuye pada bulan awal Oktober yang lalu mengatakan, REI berusaha mencari terobosan ini dalam rangka mendorong percepatan sektor pariwisata tanah air yang pada gilirannya nanti akan juga mendorong perkembangan sektor perdagangan dan investasi properti.

BACA JUGA :   Serap Banyak Tenaga Kerja, Apersi Inginkan Relaksasi Untuk Rumah MBR

“Jadi kalo kita mau memancing Foreign Direct Investment, maka entry point yang manis adalah melalui sektor pariwisata dulu. Sesudah wisatawan mancanegara jatuh hati dengan keindahan panorama alam  dan kekayaaan kultur budaya kita maka secara alamiah mereka akan berpikir untuk datang berkunjung kembali  dan memiliki second home di tanah air,” ujar Rusmin dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut dikatakan Rusmin, kerjasama bertajuk Friendship Lake ini akan memancing keingintahuan para wisatawan dan pebisnis wisata dari kedua  propinsi ini yang tujuannya adalah akan ada pergerakan wisatawan antar kedua belah pihak untuk saling berkunjung.

Rusmin Lawin berkesempatan memaparkan potensi keindahan alam dan investasi Kawasan Wisata Danau Toba kepada pihak manajemen Kawasan Wisata Danau Liuye yang langsung disambut oleh Direktur Otorita Madam Yen She Phing.

BACA JUGA :   PUPR Alokasikan Rp. 1.36 T Untuk Pembelian Produk Rakyat atau UMKM

Kawasan Wisata Danau Liuye ini mencatat sekitar 5 juta wisatawan setiap tahunnya dan terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas seperti hotel mewah, resort, cultural village, water sport center dan theme park.

“Kita dapat menjadikan Kawasan Liuye ini sebagai  salah satu referensi dan benchmark pengembangan Kawawsan Wisata Danau Toba ke depannya dan kami akan terus mengkomunikasikan inisiatif ini dengan pimpinan Kawasan Wisata Danau Toba yang dipimpin Arie Prasetyo,” ungkap Rusmin Lawin yang juga anggota Dewan Direktur Federasi Real Estate Dunia (FIABCI) yang berbasis di Paris.

Sementara itu Madam Yen She Phing mengatakan pihaknya siap mendukung rencana kerjasama ini dan bahkan siap ikut memperkenalkan Kawawsan Wistata Danau Toba ke wisatawan RRT maupun wisatawan mancanegara yang  datang ke Danau Liuye. Eksposur kerjasama antara kedua Danau Wisata ini akan memancing  animo masyarakat bisnis wisata dan akan mendorong  lajunnya sektor pariwisata Asia seiring dengan program One Belt One Road Initiative yang didorong oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok.

Check Also

Pasarkan Kekayaan Intelektual Lokal, Kemenparekraf Bawa 20 Kreator ke HKILS

INSPIRASI – Besarnya pasar licensing terhadap kekayaan intelektual membuat semua pihak berlomba-lomba untuk memasarkan karyanya. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 175

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link