Friday , October 23 2020
Home / Indeks Berita / REI : Koridor Timur Jakarta Paling Siap Bangkit Kembali Pasca Pandemi

REI : Koridor Timur Jakarta Paling Siap Bangkit Kembali Pasca Pandemi

Hari Ganie
Wakil Ketua Umum DPP REI Ir. Hari Ganie, MM

PROPERTI – Dibanding kawasan lain di Jabodetabek, pembangunan infrastruktur di koridor timur Jakarta dalam beberapa tahun terakhir memang begitu masif. Meskipun dalam pembangunannya sedikit terttinggal dari koridor barat misalnya, yang sudah lebih dulu dilakukan pengembangan, namun dengan segala potensi yang dimilikinya, kawasan timur Jakarta diyakini akan semakin tinggi pamornya.

Wakil Ketua Umum DPP REI Ir. Hari Ganie, MM mengatakan, koridor timur Jakarta merupakan kawasan yang paling siap untuk bangkit pasca pandemi Covid-19. Hal ini, kata Hari Ganie, karena kawasan timur memenuhi syarat untuk bisa segera berkembang kembali, salah satunya karena banyaknya pembangunan infrastruktur di kawasan timur Jakarta saat ini.

BACA JUGA :   Khalawi Minta REI Dukung Penuh PSR 2018

“Kami sangat yakin bahwa kawasan timur Jakarta akan terus berkembang bahkan bisa lebih jauh berkembang dari koridor barat Jakarta. Data kami menunjukkan bahwa supply perumahan paling banyak dari timur Jakarta yakni sebesar 47%. Selain itu, kawasan timur ini juga menghubungkan dua kota besar yakni Jakarta dan Bandung sehingga mobilitasnya sangat tinggi,” ujar Hari dalam webinar bertema Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Melalui Pengembangan Koridor Timur Jakarta, yang diselenggarakan oleh DPP REI, Kamis (9/7).

Oleh karena itu, sambung Hari Ganie, diperlukan sinergi antara pemerintah dan pihak swasta seperti pengembang untuk terus mengembangkan kawasan timur Jakarta. Hari juga sangat mendukung adanya pembentukan lembaga yang mengelola koridor timur Jakarta hingga ke arah sepanjang pantai utara pulau Jawa, yang dikoordinasi oleh lima menteri.

BACA JUGA :   Gelar Event FAME, Sinar Mas Luncurkan Nuvasa Bay

“Kami mengusulkan agar lembaga tersebut juga diisi perwakilan dari setiap unsur baik pemerintah dan swasta. Asosiasi yang dalam hal ini REI, juga siap untuk ikut serta dalam urun rembug dan memberikan masukan guna pengembangan kawasan timur Jakarta. Dengan adanya kekompakan, khususnya pengembang akan memudahkan dalam mengembangkan koridor timur Jakarta,” kata Hari Ganie.

Di koridor timur Jakarta, sejumlah pengembang memang sudah menyatukan visi dalam upaya meningkatkan popularitas kawasan ini. Beberapa waktu lalu, sebanyak enam pengembang telah berkomitmen dan sepakat membentuk sebuah komite, yakni Summarecon, Jababeka, Lippo Cikarang, Vasanta Innopark, Pollux, dan PP Properti.

BACA JUGA :   Kepercayaan Investor Tinggi, NCD Perdana Bank DKI Oversubscribed 1,8 Kali

Direktur PT Jababeka Tbk., Sutedja S. Darmono mengatakan, pihaknya terus melakukan kordinasi dengan pemerintah dan pengembang yang ada di koridor timur, termasuk salah satunya dengan menginisiasi pembentukan komite khusus dalam rangka bersama-sama meningkatkan popularitas kawasan timur Jakarta.

“Komite ini sebenarnya berawal dari tukar pikiran bersama antara teman developer yang ada di wilayah timur Jakarta terkait permasalahan yang sama mengenai image kawasan koridor timur Jakarta yang secara tidak langsung turut berdampak pada sisi pemasaran yaitu mengenai kemacetan dan kawasan industri,” jelas Sutedja.

Jababeka
Kawasan Kota Mandiri Jababeka yang telah menjadi pionir sejak 30 tahun lalu

Padahal, sambung Sutedja, image ini sebenarnya tidak tepat karena adanya kemacetan yang terjadi lebih dikarenakan adanya pembangunan infrastruktur. Dan, ke depannya, kemacetan tersebut nantinya akan berakhir seiring selesainya pembangunan infrastruktur tersebut. Bahkan kini, kata Sutedja, kemacetan sudah jauh berkurang karena beberapa pembangunan sudah selesai seperti jalan tol layang Jakarta – Cikampek.

BACA JUGA :   Rayakan 25 Tahun, ERA Apresiasi Top Broker

Kawasan Jababeka Cikarang saat ini telah melakukan transformasi, dari sebuah kawasan industri menjadi kota mandiri yang ekslusif dan lengkap dengan segala fasilitasnya. Untuk mewujudkan komitmen itu, kata Sutedja, pihaknya terus membangun hunian baik vertikal maupun horizontal, pusat bisnis dan komersial, lapangan golf, convention centre, sarana olahraga, universitas serta rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan penghuninya.

Sementara itu, Senior Advisor Lippo Cikarang Andreas Nawawi mengatakan, membangun kawasan timur Jakarta saat ini adalah momentum yang sangat tepat karena adanya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Andreas yang sebelumnya bergabung dengan pengembang di kawasan barat Jakarta mengakui, koridor barat Jakarta yang sudah berkembang pesat juga karena didukung oleh pesatnya pembangunan infrastruktur.

Andreas Nawawi
Senior Advisor Lippo Cikarang, Andreas Nawawi

“Koridor timur Jakarta, cepat atau lambat pasti akan berkembang karena masifnya pembangunan infrastruktur. Kawasan timur yang merupakan kawasan industri skala internasional, tidak seperti yang dibayangkan oleh banyak orang sebagai kawasan yang kumuh. Tapi sebaliknya, kawasan timur ini sangat hijau dan asri yang nyaman sebagai tempar tinggal,” tukas Andreas.

Hal tersebut juga diamini oleh Executive Director Summarecon Bekasi Albert Luhur yang mengklaim bahwa Summarecon Bekasi tetap mengutamakan keasrian sebagai kawasan hunian. Menjadi kota di dalam kota yang lengkap dengan fasilitas, Summarecon Bekasi dikembangkan di lahan seluas 280 ha sejak 2011 silam.

Executive Director Summarecon Bekasi Albert Luhur menjelaskan pengembangan Summarecon Bekasi

“Saat ini kami sudah mengembangkan sebanyak 50% dari lahan yang ada. Kami lebih banyak membangun kawasan komersial hingga mencapai 60%, sedangkan untuk residensial hanya 40%. Hal ini kami lakukan karena kota Bekasi membutuhkan kawasan komersial baru yang lebih lengkap. Saat ini sebanyak 13 ribu jiwa sudah tinggal di Summarecon Bekasi,” tutur Albert.

BACA JUGA :   Di Tengah Pandemi, Grand Shamaya Tebar Promo Buy One Get One

Director PT.Damai Putra Group, Edward Gunawan meyakinkan, Damai Putra Group sebagai salah satu gerbang koridor ekonomi timur Jakarta, akan ikut mendukung pemulihan ekonomi pasca Pandemi. Caranya dengan fokus kepada perencanaan jangka panjang yang selaras dan mendukung suksesnya rencana mobilitas strategis regional.

“Kota Harapan Indah tetap melihat ke jangka panjang, mempersiapkan TOD untuk mendukung rencana mobilitas pemerintah dan berperan sebagai gerbang pusat persimpangan antar moda dalam mendukung Ekonomi menjadi lebih kuat dan resilient,” jelas Edward yang menamatkan pendidikan realestate nya di Inggris.

BACA JUGA :   Dukung Program Sejuta Rumah, Propan MoU Dengan REI

Sementara itu, Dirjen Penataan Ruang – Kementerian ATR, Dr. Ir. Abdul Kamarzuki dan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR, Ir. Hadi Sucahyono, Ph.D, MPP, dua pembicara yang mewakili pemerintah dalam webinar ini, menyatakan dukungan terhadap pengembangan koridor timur yang diinisiasi oleh pengembang.

“PUPR sangat mendukung pengembangan koridor timur Jakarta. Sudah banyak kami membangun infrastruktur di kawasan tersebut dan masih banyak yang akan dibangun di kawasan timur Jakarta. Diantaranya menggarap ketersediaan air, konektivitas antar dan membangun perumahan sederhan bagi MBR serta beberapa program padat karya. Oleh karena itu, kami mengajak pihak pengembang untuk menjaga infrastruktur yang sudah dibangun,” kata Ir. Hadi Sucahyono, Ph.D, MPP.

Check Also

rumah

Evaluasi Penyaluran FLPP, 30 Bank Pelaksana Berkinerja di Atas 70% Dari Target

PEMBIAYAAN – Jelang akhir tahun 2020, Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link