Saturday , 4 April 2020
Home / Indeks Berita / REI Luncurkan CPI 2019, Indikator Yang Mengukur Kemakmuran Kota

REI Luncurkan CPI 2019, Indikator Yang Mengukur Kemakmuran Kota

Soelaeman Soemawinata
Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata

UMUM – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) hari ini meluncurkan penelitian tentang Indonesia City Prosperity Index (CPI) 2019. CPI atau Index Kemakmuran Kota. CPI adalah metode yang dikembangkan oleh UN-Habitat untuk memonitor implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) dan New Urban Agenda.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, peluncuran CPI adalah bentuk komitmen REI dalam berkontribusi bagi pengembangan perkotaan di Indonesia. Ini adalah sumbangsih REI sebagai organisasi yang memiliki keberagaman anggota, mulai dari pengembang rumah rakyat hingga pengembang kota baru, dari pengembang hotel hingga pengembangan kawasan pariwisata dan kawasan industri.

BACA JUGA :   Usai Bertemu Asosiasi Perumahan, Presiden Jokowi Pastikan Kuota FLPP Ditambah

“Pengembang memiliki posisi yang strategis dalam membentuk suatu kota dan index ini mengajak para pelaku pembangunan kota untuk bersama – sama menjadikan kota di Indonesia menjadi lebih makmur,” ujar Soelaeman Soemawinata, di Jakarta, Jumat (13/9).

Dalam CPI tersebut, terdapat enam indikator yang diukur untuk menentukan kemakmuran suatu kota. Keenam indicator tersebut ialah (1) produktivitas, (2) pembangunan infrastruktur, (3) kesetaraan dan inklusivitas sosial, (4) kualitas hidup, (5) keberlanjutan lingkungan, dan (6) legislasi dan postur kelembagaan kota. Dalam Indonesia CPI 2019 ini, terdapat 21 kota yang diteliti oleh DPP REI.

BACA JUGA :   Butuh Intervensi Pemerintah Agar Kalangan Milenial Mampu Beli Rumah

Berdasarkan hasilnya, Denpasar adalah kota yang paling makmur di Indonesia. Diikuti oleh Batam, Balikpapan, dan Tangerang Selatan. Denpasar sebagai kota paling makmur di Indonesia memperoleh skor 60,2% yang artinya masih masuk dalam kategori moderately solid. Yang artinya juga belum ada kota – kota di Indonesia yang masuk pada kategori solid dan very solid.

“Dengan adanya CPI dapat menjadikan landasan pijakan kota – kota di Indonesia untuk terus menjadi lebih baik di tahun – tahun mendatang. Kami berharap kota – kota di Indonesia hari ini berkompetisi secara positif untuk mencapai level tertinggi, agar bisa setara dengan kota – kota di negara lain,” pungkas Eman, sapaan akrab Soelaeman Soemawinata.

Check Also

rumah sederhana

Selama WFH, PPDPP Mampu Selesaikan 500 Debitur FLPP Setiap Hari

BERITA PROPERTI – Pandemi virus Corona Virus Disease (COVID-19) yang masih berlangsung hingga saat ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 169

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link