Resmikan Marketing Gallery, Urban Suites Akan Grand Launching Awal 2021

0
Masyarakat dan konsumen sudah dapat melihat maket di Marketng Gallery

PROPERTI PT Urban Jakarta Propertindo (URBN) menggelar acara soft opening marketing gallery dan show unit Urban Suites, pada Sabtu (5/12) kemarin. Marketing gallery menampilkan rancangan desain dari dua show unit hunian yang sedang dipasarkan serta perencanaan kawasan Urban Suites secara menyeluruh.

Proyek yang mengusung konsep transit oriented development (TOD) ini terletak di Jalan Caman, Jati Bening, Jakarta Timur. Beberapa waktu lalu, Urban Suites mendapatkan penghargaan di ajang Indonesia Property Awards 2020 untuk kategori Best Breakthrough Developer. URBN juga sedang mengembangkan proyek kerja sama operasi (KSO) LRT City Jatibening Baru, LRT City Ciracas, serta Urban Sky yang sudah terjual 100%

[irp]

Diresmikannya marketing gallery Urban Suites, kata Direktur Marketing PT Urban Jakarta Propertindo, Firdaus Fahmi, karena sangat diperlukan sebagai sarana meyakinkan konsumen terhadap kenyamanan hunian di proyek Urban Suites. Terlebih lagi, dengan adanya marketing gallery akan menunjukkan bahwa lokasi proyek sangat premium karena hanya 10 menit dari Cawang.

“Mengingat pentingnya peran marketing gallery, kami membangunnya dengan sentuhan yang berbeda. Hal ini, untuk menarik minat masyarakat dan calon konsumen mengunjungi langsung proyek Urban Suites, sehingga masyarakat bisa secara langsung melihat bentuk dan desain interior unit apartemen yang akan dibeli,” kata Firdaus Fahmi dalam keterangan tertulis.

[irp]

Dikatakan Firdaus Fahmi, masih banyak keunggulan yang dimiliki oleh Urban Suites sebagai instrumen investasi yang menguntungkan. Konsumen, ujarnya, mendapatkan keuntungan dengan memiliki hunian di Urban Suites karena kenaikan harga dan sewa yang jauh lebih tinggi dibandingkan hunian lain yang tidak berkonsep transit oriented development atau TOD.

“Tren ini sudah terjadi di negara-negara maju lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Indonesia akan menyambut tren properti ini dengan dimulai beroperasinya LRT pada tahun depan,” jelas Firdaus Fahmi lebih lanjut.

Keuntungan makin bertambah, jelas Firdaus Fahmi, sebab Urban Suites dilengkapi dengan berbagai fasilitas states-of-the-art dengan konsep mixed-use terdiri dari apartemen, hotel, upperscale speciality mall, bioskop Cinema XXI dan The Premiere, hypermarket, downtown melting Pot, sky restaurant and rooftop bar, airport city check-in dan tersambung langsung dengan stasiun light rail transit (LRT).

[irp]

“Selama ini, walau belum dibuka secara resmi, sudah banyak calon konsumen yang datang untuk melihat langsung dua show unit yang ada di kantor pemasaran ini. Apalagi, Urban Suites bisa dibilang sebagai satu-satunya hunian berkelas dunia yang terintegrasi dan menyatu dengan fasilitas LRT di Indonesia,” tandas Firdaus Fahmi.

Dengan menelan nilai investasi sebesar Rp2,5 triluin, Urban Suites dikembangkan di lahan seluas 1,4 hektar dengan total pengembangan GFA sebesar 150,000 m2. Pada tahap awal Urban Suites mempunyai 2 tower dengan tipe hunian yang beragam. Tower Urbain, menawarkan unit hunian yang terbagi atas tipe studio dengan ukuran 28,3 m2  hingga 30 m2,  dan tipe 2 kamar dengan ukuran 60 m2.

[irp]

Sedangkan tower Shelton, memiliki tipe hunian lebih eksklusif karena hanya 7 unit per lantai dengan 2 pilihan tipe hunian yaitu, tipe 2 kamar dengan ukuran lebih kurang 60 m2 dan 3 kamar lebih kurang 90 m2.

“Untuk kisaran harga yang kami pasarkan masih sangat terjangkau, mulai dari Rp 500 jutaan untuk tipe studio. Di tengah pandemi Covid-19 ini, kami sudah menerima banyak pesanan NUP dan diharapkan dapat terus meningkat sehingga kita bisa melakukan grand launching pada kuartal I 2021 mendatang,” kata Firdaus Fahmi.

[irp]

Ditambahkan Firdaus  Fahmi, dengan kehadiran integrasi operasi mass rapid transit (MRT) dan LRT akan menekan biaya transportasi masyarakat, khususnya penghuni apartemen Urban Suites. Dirinya mencontohkan, di Singapura rata-rata biaya transportasi hanya 4,8% dari gaji, di Hong Kong sekitar 6,1%, sedangkan di Jabodetabek biaya transportasi sekitar 32%.

“Dengan konsep TOD ini bisa menekan penghematan yang luar biasa. Apalagi pemerintah melakukan tidakan preventif untuk memastikan masyarakat shifting ke kereta tahun depan, seperti kenaikan tarif parkir, tol, ERP, dan lain-lain,” tutur Firdaus Fahmi.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 181

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link