Thursday , July 9 2020
Home / Indeks Berita / Revitalisasi TPA Regional Sarbagita Suwung Akan Tingkatkan Pelayanan

Revitalisasi TPA Regional Sarbagita Suwung Akan Tingkatkan Pelayanan

TPA Regional Sarbagita Suwung selesai di revitalisasi

UMUM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merevitalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung yang melayani sampah yang berasal dari area Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan umur layanan TPA tersebut, pembangunan ruang terbuka hijau pada lahan yang sudah penuh serta mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Dari 32,4 hektare luas lahan TPA Sarbagita Suwung yang direvitalisasi, terbagi 22 hektare berupa dilakukan penutupan dan penataan area TPA yang telah penuh sampah dengan dibuat terasering, ditangkap gas methan yang ada, dialirkan lindinya dan dilakukan penghijauan menjadi ruang terbuka hijau, pembangunan 2 cell sanitary landfill baru seluas 5 hektare dan pematangan lahan seluas 5 hektare untuk lokasi PLTSa.

BACA JUGA :   Ada Rumah Invensihaus R Dengan Harga Mulai Rp 1,2 miliar Di BSD City

Pembangunan 2 cell baru dengan teknologi sanitary landfill akan memperpanjang masa layanan TPA Sarbagita Suwung hingga tahun 2024. Metoda sanitary landfill membutuhkan disiplin yang tinggi dari pengelolanya.

Menteri Basuki menyatakan bahwa sampah yang diproses nantinya juga bisa menjadi sumber energi listrik dengan akan dibangunnya PLTSa. “TPA  Regional  Sarbagita  rata-rata saat ini daya tampungnya sudah hampir penuh. Revitalisasi sebagai peningkatan kapasitas tampung dan perbaikan infrastruktur pengolahan sampah agar kualitas lingkungan menjadi lebih baik,” ujar Menteri Basuki.

BACA JUGA :   Dukung Sektor Industri dan Pariwisata, Tol Mabit Beroperasi Tahun Depan

Sementara untuk pembangunan PLTSa dilakukan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi yang dibutuhkan mencapai USD 240 juta dengan potensi kapasitas listrik 15-20 MW. Pembangunan PLTSa mengacu pada Peraturan Presiden No. 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H. Sumadilaga mengatakan keberadaan PLTSa nantinya akan sangat mendukung pengurangan sampah di TPA Suwung sehingga masa layanannya akan menjadi lebih panjang dan meningkatkan kualitas lingkungan. “Sekitar 1.300-1.500 ton perhari itu bisa langsung habis diolah menjadi energi listrik sebesar 20 Megawatt. Residu tetap ada meski sedikit, tidak sampai 10%. Disediakan lahan sekitar 1,5 hektar untuk menampung residu tersebut,” kata Danis saat meninjau TPA Suwung di Bali, Selasa (20/8/2019).

BACA JUGA :   Kementerian PUPR Salurkan Bansos 200 Kantung Sembako Kepada PWI

Revitalisasi ini termasuk pembangunan instalasi pengelolaan air limbahnya, sehingga lindi tersebut tidak mencemari lingkungan sekitar termasuk ke laut. Disamping itu pengelolaan sampah yang baik di TPA Sarbagita Suwung juga penting bagi citra pariwisata Indonesia mengingat lokasinya dekat dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang menjadi salah satu bandara tersibuk di ASEAN.

Masa pelaksanaan pekerjaan dilakukan selama tiga tahun yakni 2017-2019 dengan anggaran Rp 250 miliar. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT. Waskita Karya dan PT. Arkonin (Kerjasama Operasi/KSO) dengan progres konstruksi sudah sebesar 94 % dan ditargetkan rampung akhir November 2019.

BACA JUGA :   Kawasan Wisata Labuan Bajo Semakin Indah dan Tertata Rapi

Danis mengatakan dalam pengelolaan sampah terdapat tiga upaya yang perlu dilakukan dari hulu hingga hilir.  Pertama, berkaitan dengan meningkatkan kesadaran perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Kedua lewat upaya sirkular ekonomi, yaitu bagaimana masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemilahan sampah yang dapat didaur ulang sehingga dapat memberikan pemasukan secara ekonomi sekaligus mengurangi sekitar 30 persen sampah yang masuk ke TPA.

“Terakhir melalui pendekatan teknologi, misalnya dengan pembangunan PLTSa untuk pengurangan sampah dengan mengubahnya menjadi energi,” ujarnya.

Check Also

cibinong new city

Winner Group Kembangkan Cibinong New City, CBD Pertama Di Cibinong

KOTA MANDIRI – Pengembang properti asal Batam, Winner Group berkolaborasi dengan Sapta Group, yang merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link