Thursday , October 29 2020
Home / Indeks Berita / Saat Pandemi, Pegawai Pemerintah Pasar Potensial Bisnis Perumahan

Saat Pandemi, Pegawai Pemerintah Pasar Potensial Bisnis Perumahan

Pembangunan 25 unit rumah khususuntuk para ASN Polri di Kecamatan Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat

KOLOM – Dalam hadapi dampak Pandemi Corona, terutama di bidang perumahan, pemerintah siapkan stimulus subsidi perumahan untuk MBR senilai 1,5 T.

Stimulus tersebut berupa SSSB (Subsidi Selisih Suku Bunga) dan SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka). Dimana dialokasikan untuk sekitar 175.000 unit, dimana dengan bunga KPR 5% dan SBUM sekitar 4 juta dan khusus untuk daerah Papua sebesar 10 juta. Km.

BACA JUGA :   Rental Economic of Housing : Beli Kopinya Sewa Tempatnya, Bukan Sebaliknya

Sebetulnya stimulus SSSB dan SBUM ini bukan hanya saat Pandemi Corona saja dilakukan, namun sudah berjalan selama ini. Bahkan dengan adanya berita bahwa dalam hadapi dampak pandemi corona ada stimulus SSSB dan SBUM, beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 27 April 2020 Bisnis.com mengangkat ulasan dengan judul Stimulus SSB Bidang Perumahan Belum Diminati.   Ulasan tersebut tepat sekali, karena dalam kondisi pandemi Corona, jangankan memikirkan untuk beli rumah, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari MBR merasa kesulitan.

Dalam kondisi adanya pandemi corona saat ini, tidak sedikit para MBR yang kehilangan mata pencaharian. Karyawan perusahaan swasta tidak hanya dirumahkan namun di PHK. Sebagai contoh di sekitar Solo ada sekitar 13.148 karyawan di PHK dan dirumahkan (Solopos 30 April 2020).   Bisa kita bayangkan seluruh wilayah Indonesia ada berapa Karyawan yang akan dirumahkan atau di PHK.

BACA JUGA :   Stimulus Ekonomi Menekan Laju Perekonomian akibat Covid-19

Kekhawatiran para pengembang kehilangan pasar pasti ada, namun tentunya masih ada peluang untuk memanfaatkan stimulus yang disiapkan oleh pemerintah. Melihat penyerapan FLPP selama ini hanya sekitar 15 % untuk pegawai pemerintah (ASN, TNI dan POLRI). Padahal jumlah pegawai pemerintah yang belum memiliki rumah masih banyak. Minimum kebutuhan rumah bagi pegawai pemerintah sekitar 2% dari kekuatan sekitar 110.000 unit. Itu baru untuk para pegawai pemerintah yang berkeluarga setiap tahunnya, belum yang sudah berkeluarga tapi belum memiliki rumah.

Para pengembang di saat pandemi corona, harus bisa memanfaatkan peluang untuk tetap berkiprah dalam mendukung program sejuta rumah, dengan memanfaatkan pegawai pemerintah sebagai pasar yang menjanjikan. Beberapa alasan kenapa pegawai pemerintah sebagai pasar yang menjanjikan :

BACA JUGA :   Bak Buah Simalakama, Kepala Negara Menghadapi Pandemi Covid-19

1) Pegawai Pemerintah yang memerlukan rumah setiap tahunnya melebihi target FLPP.
2) Pegawai Pemerintah yang tergolong MBR, mempunyai penghasilan yang tetap.
3) Pegawai Pemerintah lebih mudah di R4koordinir karena terbiasa diorganisir oleh satuannya.
4) Penghasilan Pegawai Pemerintah dikendalikan oleh juru bayar masing masing satuannya dan dijamin lancar dalam angsuran.
5) Lebih mudah diikat dengan perjanjian kerjasama melalui atasan langsungnya.
6) Kemungkinan di PHK kecil.

Dengan memanfaatkan kemampuan yang ada pada para Pegawai Pemerintah, para pengembang bisa memanfaatkan peluang usahanya, walau ada pendemi Corona bisnis tetap jalan.

Penulis : Marsda TNI/Purnawirawan Tumiyo

Check Also

TRIN

Aturan Mulai Longgar, Triniti Land Optimis Proyek Di Batam Terserap Dengan Baik

DAERAH – Berbagai macam kebijakan Pemerintah yang memicu sentimen positif sektor properti mulai dirasakan oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link