Thursday , October 1 2020
Home / Daerah / Selesai Direnovasi, Wakil Menteri PUPR Resmikan Pasa Ateh Bukittinggi

Selesai Direnovasi, Wakil Menteri PUPR Resmikan Pasa Ateh Bukittinggi

pasa ateh
Pasa Ateh Bukittinggi siap digunakan kembali usai dibangun kembali

DAERAH – Pembangunan kembali (rekonstruksi) Pasa Ateh (Pasar Atas) Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat telah selesai dilakukan.

Rekonstruksi ini dilakukan dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh). Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo meresmikan Pasa Ateh Bukittinggi secara virtual melalui telekonferensi pada Kamis (18/6/2020).

BACA JUGA :   Menteri PUPR : Agenda FIABCI Sejalan Dengan Program Pemerintah

“Pasar merupakan ujung tombak aktivitas perdagangan dan sekaligus penggerak ekonomi rakyat. Pasa Ateh memiliki peranan yang penting bagi perekonomian masyarakat Kota Bukittinggi. Selain itu Pasa Ateh juga memiliki nilai sejarah karena Bukittinggi pernah menjadi Ibu Kota Sementara Republik Indonesia,” ucap Wamen Wempi.

Sebelumnya, kondisi sarana dan prasarana Pasa Ateh Bukittinggi ini kurang optimal dan mengalami 4 kali kebakaran. Kebakaran terakhir yang menghanguskan ratusan kios di dalamnya terjadi pada Oktober 2017. Presiden Joko Widodo memerintahkan Kementerian PUPR untuk merekonstruksi Pasa Ateh Bukittinggi pada Sidang Kabinet Paripurna tanggal 18 Juli 2018 yang pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2018.

BACA JUGA :   Diminati, Tower Cattleya Serpong Garden Sold Out

Rekonstruksi Pasa Ateh Bukittinggi terdiri dari 4 lantai dan 1 basement dengan luas total 39.720 m2. Lantai dasar terdiri dari 257 kios, lantai 1 terdiri dari 278 kios, lantai 2 terdiri dari 276 kios, lantai 3 terdiri dari 24 kios dan area foodcourt. Pasa Ateh Bukittinggi juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti area parkir, toilet umum dan toilet untuk difabel, musholla, ruang untuk ibu menyusui, lift dan eskalator.

Dalam proses pembangunan kembali, Pasa Ateh didesain dengan konsep green building sehingga sirkulasi udara di dalam pasar menjadi lebih baik sehingga tidak memerlukan pendingin ruangan yang membuat gedung ini hemat energi. Konsep green building juga diterapkan dalam pelaksanaan konstruksinya yang mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau. Dalam masa pembangunan, kontraktor melaksanakan perilaku ramah lingkungan di antaranya pemilihan material ramah lingkungan, pengelolaan limbah konstruksi yang baik serta konservasi air dan energi.

BACA JUGA :   Rusun Ponpes Darud Da'wah Wal Irsyad Sudah Dapat Digunakan

Rekonstruksi Pasa Ateh Bukittinggi dimulai pada 21 Agustus 2018 dan selesai pada 31 Desember 2019 dengan anggaran Rp 292 miliar. Rekonstruksi ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya KSO PT Penta Rekayasa dan manajemen konstruksi oleh PT Deta Decon dengan kontrak tahun jamak 2018-2019.

Wamen Wempi mengingatkan saat pasar ini sudah beroperasi untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan karena  pasar termasuk dalam kategori tempat yang rentan bagi terjadinya penularan COVID-19. “Pedagang dan pembeli wajib memakai masker dan sarung tangan, sering mencuci tangan dan menjaga physical distance selama beraktivitas di pasar. Protokol Kesehatan ini penting dilaksanakan secara taat dan disiplin, agar pasar tidak menjadi episentrum baru bagi penyebaran COVID-19.,” ujar Wamen Wempi.

BACA JUGA :   Usung Konsep Islami Pertama Kali, Safa Marwa Tower Dibanjiri Peminat

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono  atas bantuan pembangunan fasilitas di Kota Bukittinggi. “Atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi beserta seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR yang telah membangun kembali Pasa Ateh. Setelah proses peresmian ini kami  akan langsung memproses kontrak dengan penyewa dan melakukan loting untuk menentukan tempat masing-masing,” ucap Ramlan.

Ramlan mengatakan, kembali beroperasinya Pasa Ateh ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian Bukittinggi karena Pas Ateh ini adalah salah satu magnet yang menarik wisatawan. Pasa Ateh bukan hanya pusat perdagangan, tetapi juga destinasi wisata belanja yang berlokasi strategis di jantung kota dan langsung berhadapan dengan Kawasan Jam Gadang.

BACA JUGA :   SML Luncurkan Kawasan Digital Hub Seluas 25,86 ha

Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berpesan agar para pedagang dan masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan pasar ini. “Pasa Ateh memiliki nilai wisata yang tinggi bersama Jam Gadang menjadi ikon Kota Bukittinggi. Saya harap kebersihannya dapat tetap dijaga agar wisatawan betah,” kata Irwan.

Check Also

LIXIL Dukung Ajang Penghargaan Bergengsi Asia Pacific Property Awards 2020-21

Properti : Asia Pacific Property Awards, sebuah ajang penghargaan di bidang real estate paling bergengsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link