Tuesday , October 27 2020
Home / Indeks Berita / Semester I Kredit KPR BCA Tumbuh Flat 0,3% YoY Jadi Rp 91,0 triliun

Semester I Kredit KPR BCA Tumbuh Flat 0,3% YoY Jadi Rp 91,0 triliun

PerbankanPandemi covid-19 telah berdampak pada perlambatan berbagai aktivitas bisnis di beragam industri, sehingga mengakibatkan lebih rendahnya permintaan kredit khususnya pada bulan Maret hingga Juni 2020.

Kredit tumbuh sebesar 5,3% YoY menjadi Rp595,1 triliun pada Juni 2020 ditopang oleh pertumbuhan kredit korporasi. BCA membukukan kredit korporasi sebesar Rp257,9 triliun, meningkat 17,7% YoY, sementara kredit komersial dan UKM turun 0,9% YoY menjadi Rp184,6 triliun.

BACA JUGA :   Kinerja Keuangan Tahun 2018 Positif, Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

Pada portofolio kredit konsumer, KPR tumbuh flat 0,3% YoY menjadi Rp91,0 triliun dan KKB turun 11,9% YoY menjadi Rp 42,5 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 18,6% YoY menjadi Rp10,6 triliun akibat penurunan konsumsi domestik. Total portofolio kredit konsumer turun 5,1% YoY menjadi Rp146,9 triliun.

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim menuturkan, pada tahun ini pihaknya merevisi pertumbuhan kredit menjadi sebesar 1% sampai 2% secara year on year (yoy).

Proyeksi ini menurut BCA masih jauh lebih optimistis ketimbang saat pertama kali pandemi Covid-19 diumumkan atau akhir Maret 2020. “Saat pertemuan kuartal sebelumnya, estimasi kredit turun 1%-2%. Saat ini setelah lihat review, kami estimasi kredit bisa tumbuh sedikit,” kata Vera dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Jakarta, Senin (27/7).

BACA JUGA :   Dari IPEX ke 20, BTN Raih Potensi Kredit Baru Sebesar Rp 4,56 Triliun

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, dalam kesempatan yang sama menyampaikan, “BCA fokus mendukung nasabah untuk menghadapi kondisi perlambatan bisnis dengan memberikan restrukturisasi kredit secara selektif pada berbagai segmen.

Selama bulan Maret sampai dengan Juni 2020, BCA memproses pengajuan restrukturisasi kredit sebesar Rp115 triliun atau sekitar 20% dari total portofolio kredit yang berasal dari 118.000 nasabah. Per tanggal 30 Juni 2020, total kredit yang telah selesai direstrukturisasi tercatat sebesar Rp69,3 triliun atau 12% dari total portofolio kredit. Kami melihat adanya kemungkinan peningkatan kredit yang direstrukturisasi hingga 20-30% dari total portofolio kredit, yang berasal dari 200.000-250.000 nasabah,” ujar Jahja Setiaatmadja.

BACA JUGA :   Pasca Revitalisasi, Harco Glodok Targetkan 20 Ribu Pengunjung Per Hari

Kendati demikian, bank swasta terbesar ini optimistis masih ada perkembangan lebih positif di semester selanjutnya karena beberapa industri otomotif juga terlihat lebih positif. “Kami dengar industri mobil mereka lebih optimis, bahwa dengan masa transisi dari yang tadinya masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), totally susah ekonomi. Dengan adanya masa transisi kita harapkan berangsur-angsur paling tidak bisa 50-60 persen dari kondisi normal yang dulu,” pungkas Jahja.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) BCA berhasil mencatat pertumbuhan yang tinggi pada semester pertama 2020. Dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh 12,8% YoY, mencapai Rp575,9 triliun dan berkontribusi sebesar 75,6% dari total dana pihak ketiga pada Juni 2020.  Jaringan transaksi perbankan yang luas merupakan faktor pendorong pertumbuhan dana CASA. BCA terus berinvestasi pada platform layanan transaksi perbankan, khususnya pada digital channels.

BACA JUGA :   Di Tengah Pandemi Covid-19, Bank BTN Dorong Kinerja Digital Banking

Jumlah rekening tumbuh 11,9% YoY mencapai 22,5 juta rekening hingga Juni 2020 didukung oleh layanan pembukaan rekening online. Sementara itu, deposito berjangka tumbuh 13,6% YoY mencapai Rp185,6 triliun. Secara keseluruhan total dana pihak meningkat 13,0% YoY menjadi Rp761,6 triliun. Posisi likuiditas tetap kokoh dengan LDR sebesar 73,3%. Likuiditas berada pada tingkat yang sehat untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan yang tidak terduga, khususnya selama masa pandemi.

Pada semester pertama 2020, Perseroan berhasil menurunkan biaya dana pihak ketiga sehingga membantu meringankan tekanan pada pendapatan bunga gross yang diakibatkan oleh peningkatan restrukturisasi kredit.

BACA JUGA :   Ramai-ramai Obral Aset Saat Pandemi, Waktu Yang Tepat Untuk Beli Properti

Secara keseluruhan laba BCA Juni 2020 tercatat sebesar Rp12.240 Miliar (Rp12,2 Triliun) lebih rendah 4,8% dibandingkan Juni 2019 sebesar Rp12.862 Miliar (Rp12,9 Triliun).

“Di masa pendemi COVID-19 ini, kami bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk
mencari solusi guna mencapai pemulihan. Dalam memenuhi kebutuhan nasabah bertransaksi perbankan dari rumah (#BankingFromHome), kami terus melakukan berbagai inisiatif pengembangan digital channels yang kami miliki. Kami mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk mendukung aktivitas operasional harian, baik untuk internal maupun ekternal” tutur Jahja Setiaatmadja.

Check Also

Waterfall by Crown Group

Aktifitas Lebih Banyak Dilakukan Di Rumah, Pandemi Pengaruhi Desain Hunian

PROPERTI – Pemerintah dan pelaku industri pengembangan hunian dihimbau untuk memikirkan kembali standar desain bangunan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link