Friday , September 25 2020
Home / Breaking News / Serbuan Pusat Belanja Dari Lhokseumawe Sampai Sorong

Serbuan Pusat Belanja Dari Lhokseumawe Sampai Sorong

AEON Mall BSD City Siap Beroperasi
AEON Mall BSD City Siap Beroperasi

GAYAHIDUP-Sabtu pertengahan ramadhan lalu, Sapri (35), pedagang pakaian jadi di salah satu pusat belanja di Kotamadya Bengkulu sudah sibuk menyusun dagangannya di pusat belanja pertama di kota Raflesia sejak pukul 08.00 pagi. Padahal, pusat belanja yang terletak di pinggir pantai panjang ini baru buka pukul 10.00. “Biasanya hari sabtu dan minggu lebih cepat buka karena sudah banyak pengunjung yang datang,” tutur pedagang asli Minang yang sudah 10 tahun membuka toko disini. Mulai dari yang hanya sekadar cuci mata, wisata kuliner sampai belanja kebutuhan pribadi.

Pusat belanja moderen kini memang sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Fasilitas ini tidak lagi hanya menyasar kota-kota besar saja, tapi juga daerah-daerah di pelosok tanah air. Meningkatnya daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat di daerah yang berbasis perkebunan dan tambang, turut mendorong menjamurnya pusat belanja di seluruh pelosok negeri. 

Di Kotamadya Bengkulu yang selama ini sangat mengandalkan pasar tradisional, kini bahkan telah memiliki lebih dari dua pusat belanja. Di kota Serambi Mekkah Aceh juga begitu. Ibukota Banda Aceh dan beberapa kawasan pinggiran Aceh sudah diserbu oleh sejumlah pusat belanja. Beberapa diantaranya berada di Ibukota. Tidak hanya Sumatera dan Jawa saja. Indonesia bagian timur pun diserbu pusat belanja moderen. Di Jaya pura dan Sorong, kini beroperasi beberapa pusat belanja.

Menurut data sedikitnya ada 300-an pusat belanja yang beroperasi seluruh Indonesia. Lebih dari sepertiga diantaranya berada di Ibukota Jakarta. Namun, meningkatnya pendapatan masyarakat di beberapa daerah, investasi pengembangan pusat belanja pun bergeser ke sejumlah daerah pertumbuhan baru di seluruh Indonesia.

Saat ini, Ibukota Jakarta masih jadi target utama pengembangan pusat belanja selain kota-kota besar lainnya. Kawasan ini memang diyakini masih menarik untuk membidik target pasar yang besar dari kalangan menengah atas.Di Jalan Satrio Jakarta saja, sedikitnya beroperasi 5 pusat belanja. Bahkan menurut planolog Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, pusat belanja yang ada di Jakarta sudah melebihi batas ideal.

Saat ini Masyarakat kerap menjadikan mal sebagai obat depresi dan stres membuat pengembang terus mengembangkan ide mereka untuk membangun pusat belanja yang memiliki banyak fungsi. Kita berharap pengembangan pusat belanja ke depannya tidak menggerus budaya masyarakat kita dan pengembang pusat belanja tidak membangun tanpa memperhitungkan dampak sosialnya.

Check Also

rumah

Pemerintah Tetapkan Kuota FLPP Untuk 2021 Sebesar Rp16,62 Triliun

PROPERTI – Tahun 2021 pemerintah telah menetapkan alokasi anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link