Tuesday , August 4 2020
Home / Nasional / Hukum / Tak Perlu Kuatir Investasi Di Lahan Berstatus HPL

Tak Perlu Kuatir Investasi Di Lahan Berstatus HPL

ki-ka : Project Director Ciputra Residence Martono Hadipranoto, Perwakilan PPKK Hariyanto, Direktur Pengaturan  dan Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional M. Noor Marzuki, dan Direktur Ciputra Group Meiko Handoyo usai diskusi.
ki-ka : Project Director Ciputra Residence Martono Hadipranoto, Perwakilan PPKK Hariyanto, Direktur Pengaturan dan Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional M. Noor Marzuki, dan Direktur Ciputra Group Meiko Handoyo usai diskusi.

PROPERTI-Investasi properti yang dibangun di atas lahan dengan status Hak Pengelolaan Lahan (HPL), kerap dianggap sebagai investasi yang tidak menarik dan kurang aman. Hal ini karena lahan dengan sertifikat HPL tersebut, dimiliki oleh negara sehingga banyak mengandung resiko. Dengan status itu, dikuatirkan lahan dapat diambil alih oleh pemerintah sewaktu-waktu.

Padahal, menurut Direktur Pengelolaan dan Pengadaan Tanah Pemerintah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, M.Noor Marzuki, bila dilihat secara kedudukan hukum, HGB diatas HPL memiliki banyak keistimewaan yang justru tidak dimiliki HGB Hak Milik atau biasa disebut HGB Murni.

Dalam sebuah diskusi yang digelar Ciputra Group, di Jakarta, Selasa (07/07) lalu, M. Noor menjelaskan, sama dengan yang lain, HGB diatas HPL juga dapat diperbaharui dan diperpanjang serta dijaminkan. ”Bahkan istimewanya lagi, jika suatu saat terjadi permasalahan di lapangan, yang bertanggung jawab langsung adalah pemegang Hak Pengelolaan (HPL) dalam hal ini tentu Pemerintah, bukan Si pemilik HGB,” tegasnya.

Meski begitu, M.Noor mengakui, kepemilikan HGB diatas HPL memang dapat kembali diambil alih oleh negara. Akan tetapi, hal tersebut tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba, melainkan oleh beberapa kondisi, antara lain, pihak ketiga secara sukarela mengembalikan hak penggunaan lahannya meski jangka waktu yang disepakati belum berakhir serta apabila pihak ketiga melanggar perjanjian yang telah disepakati.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Grup Ciputra, Meiko Handoyo mengatakan, persepsi negatif tersebut harus segera diluruskan agar masyarakat yang tertarik untuk investasi di properti yang dibangun diatas lahan berstatus HPL sangat aman. “Imej yang salah ini harus segera diperbaiki sehingga investor akan lebih melirik hal ini sebagai hal yang positif,” kata Meiko.

Check Also

Elisabeth Novie Riswanti

Bank BTN Tawarkan 1.831 Aset Properti Dengan Harga Miring

PROPERTI – Sebanyak 1.831 aset dengan nilai total sekitar Rp 6,06 triliun, ditawarkan Bank BTN …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link