Friday , January 22 2021
Home / Indeks Berita / Tantangan Program Bedah Rumah Di Sulawesi Barat Di Tengah Pandemi

Tantangan Program Bedah Rumah Di Sulawesi Barat Di Tengah Pandemi

bedah rumah sulbar
Pembangunan rumah dalam program bedah rumah

UMUM  – Masalah Backlog Perumahan terus diatasi mengingat jumlah masyarakat yang membutuhkan rumah lebih banyak dari kebutuhan rumah yang  tersedia di setiap tahun.

Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 07/PRT/M/2018, BSPS atau bedah rumah adalah bantuan pemerintah bagi MBR untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah, beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum.

BACA JUGA :   17 Proyek Pilihan Hadir Di RumahHokie Fair 2019, Metropolitan Mall Bekasi

Program bedah rumah atau BSPS yang ada di seluruh Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Barat telah mendapatkan tantangan tersendiri dalam penyelesaiannya ditengah kondisi pandemic Covid-19 yang semakin mewabah di provinsi Sulawesi Barat. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak menurunkan semangat para Tenaga Fasilitator dan Masyarakat dalam bekerja, tentunya dengan menerapkan SOP Keselamatan dari Covid-19.

Kepala SNVT Perumahan Provinsi Sulawesi Barat Iskandar Ismail menyampaikan “Saat sosialisasi kabupaten kami sudah membagikan masker dan handsanitizer, kami harap bisa segera digunakan agar dapat melindungi Tenaga Fasilitator kami dan juga masyarakat di lapangan”.

BACA JUGA :   Kuota FLPP 2021 Bertambah, PPDPP : Pengembang dan Bank Percepat Akselerasi

Program BSPS tahun 2020 di Provinsi Sulawesi Barat disalurkan sebanyak 3500 unit yang terbagi dalam 2 tahap, yakni tahap 1 sebanyak 2500 unit dan tahap dua sebanyak 1.000 unit yan telah tersebar di sejumlah lokasi seperti Kabupaten Mamuju sebanyak 350 unit, Pasangkayu 450 unit, Polewali Mandar 300 unit dan Majene 600 unit dengan total anggaran tahap 1 sebesar Rp.43,75 Miliar dan tahap kedua sebesar Rp. 17,5 Miliar.

“Salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Pasangkayu. Tak hanya covid19 yang menjadi tantangan di daerah ini, banjir bahkan jembatan terputus sudah menjadi tantangan khas di daerah ini. Kendati demikian, progres fisik di beberapa titik di daerah tersebut telah mencapai progress 30% sejak disalurkannya dana bantuan tahap I pada tanggal 22 April 2020,”ungkap Iskandar.

BACA JUGA :   Bantu Masyarakat Saat Pandemi, 150 Rumah Khusus Dibangun di Bengkulu

Ayu, koordinator Fasilitator Kabupaten Pasangkayu mengungkapkan “Kondisi pasangkayu saat ini masih aman untuk dilaksanakan program BSPS, TFL dan Masyarakat selalu kami ingatkan untuk menerapkan SOP keselamatan saat rembuk warga maupun saat pelaksanaan program BSPS. Di Desa Lariang, progres fisik kita sudah 30%. Namun ada 2 dusun di desa ini yang membuat kami khawatir, rumah warganya benar-benar tergenang banjir”.

“Kita berharap dalam kondisi ini agar tidak ada kejadian yang tak diinginkan, kita sudah intruksikan untuk mengutamakan keselamatan diri dan segera untuk dilakukan evakuasi bahan material,”tutup Iskandar.

Check Also

Pemerintah Perbaiki Rumah dan Bangunan Terdampak Gempa di Sulbar

UMUM – Presiden Joko Widodo menyatakan, untuk gedung-gedung pemerintahan yang rusak dan roboh akan dibangun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 175

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link