Saturday , August 8 2020
Home / Indeks Berita / Tapera Bergulir, PUPR Pastikan Proses Penyediaan Perumahan Tak Berubah

Tapera Bergulir, PUPR Pastikan Proses Penyediaan Perumahan Tak Berubah

dirjen
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto

PEMBIAYAAN – Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, proses pasokan penyediaan perumahan untuk masyarakat tidak berubah, meski ada Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

“Dengan adanya Tapera, proses ini (penyediaan perumahan) tidak akan berubah. Itu yang penting,” tegas Eko dalam dalam Virtual meeting yang akrab bertajuk Ngopi Sore Bareng Jurnalis, bertema Mau Di Bawa Kemana Tapera, yang diselenggarakan oleh Majalah Property&Bank, pada Jumat (26/06/2020). Ia menegaskan, kehadiran BP Tapera bukan berarti proses pasokan dalam penyediaan rumah masyarakat jadi lebih mudah dan cepat.

BACA JUGA :   Bank BTN dan Ambisi Menjadi Lima Besar

Sebagai contoh, perencanaan desain suatu perumahan tidak akan berubah dengan menghindari ketentuan dan pedoman teknis yang sudah ditentukan. Adanya Tapera juga tak mengubah proses perizinan mendirikan perumahan lebih cepat.

Perizinan, lanjutnya, dalam mendirikan rumah sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 14 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dengan demikian, proses penyediaan pasokan perumahan tersebut tetap berjalan sama dengan program perumahan yang digagas oleh Pemerintah.

BACA JUGA :   Hotel Sari Pacific Jakarta Tetap Beroperasi Di Tengah Pandemi Covid-19

Sebut saja program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Selain itu, Eko menambahkan, proses kepemilikan rumah juga tetap sama dan tidak ada penyederhanaan apapun dengan adanya BP Tapera.

Calon debitur harus mendatangi bank yang dituju untuk memilih pembiayaan perumahannya. Kemudian, melakukan verifikasi data calon debitur, melakukan akad kredit, serta melakukan serah terima kunci. “Persis, sama itu (proses kepemilikan rumah). Meskipun ada BP Tapera,” ungkap Eko.

BACA JUGA :   Tol Sedyatmo Poros Utama Untuk Mendukung Kawasan Bandara Soetta

Pelaksanaan program Tapera pada tahap awal akan diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) eks peserta Taperum-PNS maupun PNS baru. Lalu, perluasan kepesertaan akan dilakukan secara bertahap untuk segmen pekerja penerima upah di BUMN/BUMD/BUMDes, TNI/Polri, pekerja swasta, pekerja mandiri, serta pekerja sektor informal.

Pemerintah memberikan kesempatan bagi perusahaan di sektor swasta untuk mendaftarkan karyawannya, paling lambat tujuh tahun setelah ditetapkannya PP Penyelenggaraan Tapera. Adapun simpanan Tapera ditetapkan sebesar 3 persen dari gaji/upah, dan ditanggung bersama oleh pemberi kerja sebesar 0,5 persen dan karyawan sebesar 2,5 persen.

BACA JUGA :   Tantangan Program Bedah Rumah Di Sulawesi Barat Di Tengah Pandemi

Dalam kesempatan itu, Eko juga menjelaskan mengenai realisasi pengadaan rumah murah dalam lima tahun terakhir. Setidaknya ada 10 provinsi dengan penyediaan rumah murah terbanyak atau lebih dikenal dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

“Bagaimana realisasi bantuan pembiayaan perumahan selama lima tahun terakhir? Dari seluruh Indonesia, ada 10 provinsi terbesar yang merealisasikan KPR subsidi 70 persen dari realisasi nasional,” jelasnya.

BACA JUGA :   Mas Group dan Fujiken Bangun Perumahan Berkonsep Jepang Pertama di Serang

Pertama, Jawa Barat memiliki realisasi 277.000 unit, lalu Banten 75.000 unit, Sumatera Utara 50.000 unit, Jawa timur 49.000 unit, Riau 46.000 unit, Sumatera Selatan 44.000. Kalimantan Selatan 40000, Sulawesi Selatan 39.000 unit, Jawa Tengah 39.000 unit dan Kalimantan Barat 31.000 unit.

“Ini bukan berarti sebaran KPR bersubsidi hanya ada di 10 provinsi. KPR bersubsidi tersebar di 34 provinsi dan dari pengalaman kita, jika KPR subsidi masuk di satu wilayah, maka tidak ada cerita realisasinya cuma nol,” tandasnya. (Artha Tidar)

Check Also

sinar mas ESRI

Implementasikan GIS, Jababeka dan Sinar Mas Forestry Raih Penghargaan

UMUM – Perusahaan milik pengusaha dari Indonesia, lagi-lagi membuktkan mampu bersaing di ranah internasional. Hal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link