Tuesday , July 7 2020
Home / Indeks Berita / Teknologi dan Inovasi Turut Mendukung Industri Jasa Konstruksi Lebih Efisien

Teknologi dan Inovasi Turut Mendukung Industri Jasa Konstruksi Lebih Efisien

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin

KONSTRUKSI – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan dukungan inovasi dan teknologi diperlukan dalam pembangunan infrastruktur menjadi lebih murah. Lebih baik, dan lebih cepat disamping faktor lainnya, yakni kepemimpinan yang kuat, peraturan yang tepat sasaran dan efektif, pendanaan inovatif serta koordinasi yang baik antar lembaga. Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, murah dan ramah lingkungan juga  didorong guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang.

“Kebijakan sektor konstruksi nasional tentunya harus mendorong penggunaan teknologi yang memberi solusi pada permasalahan yang dihadapi saat ini sehingga pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan lebih cepat, lebih mudah dan tentunya lebih baik,” kata Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin saat membuka pameran Trenchless Asia 2019 di Jakarta Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

BACA JUGA :   Survey PUPR, Ini Penyebab Banjir Di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat Lalu

Salah satu teknologi konstruksi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi pada percepatan pembangunan adalah teknologi trenchless. Teknologi ini mengintegrasikan teknologi digital jasa konstruksi yang dipergunakan untuk memasang infrastruktur bawah tanah tanpa mengganggu bangunan atau bentang alam yang ada di atasnya. Keuntungan dari pemanfaatan teknologi ini antara lain lebih ramah lingkungan, meminimalisir dampak sosial terhadap terhadap kondisi di sekitar lokasi proyek, meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja konstruksi, durasi pekerjaan proyek lebih singkat, sehingga biaya konstruksinya lebih murah dan menjamin pencapaian kualitas konstruksi.

“Memang saat ini persoalannya masyarakat melihat teknologi ini hanya untuk kontraktor besar karena biayanya mahal. Tetapi pada prinsipnya ini justru lebih murah. Kita bicara investasi jangka panjang dan efektivitas, karena biaya tidak tertulis itu justru lebih besar, misalnya biaya sosial. Makanya kita dorong untuk kontraktor spesialis seperti trenchless lebih banyak,” tutur Syarif.

BACA JUGA :   Dukung UMKM Hadapi Covid - 19, Dibangun Sejumlah Ruang Usaha

Kementerian PUPR telah menggunakan teknologi ini pada beberapa proyek infrastruktur, seperti  sudetann Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur, proyek pembangunan jalan tol Cisumdawu, serta proyek pembangunan air limbah di beberapa kota besar di Indonesia seperti  Denpasar, Yogyakarta  dan Medan. Beberapa kajian menyebutkan penggunaan teknologi trenchless dalam pekerjaan infrastruktur bawah tanah hingga kedalaman 1,5 meter hanya membutuhkan biaya sebesar 3,12 dolar Amerika/m3. Besaran biaya tersebut lebih murah dibanding metode open trench sebesar 18,46 dolar Amerika/m3.

“Kehadiran teknologi baru ini juga bisa menjadi peluang bagi kontraktor. Untuk itu kita semua perlu berkolaborasi mengambil langkah melalui kerjasama antara Pemerintah dan stakeholders terkait. Perlu penyiapan kompetensi tenaga ahli dan terampil sesuai kebutuhan industri konstruksi saat ini dan pembinaan badan usaha jasa konstruksi melalui adopsi teknologi terkini dan perubahan status menjadi kontraktor spesialis, ” ujar Syarif.

Pameran Trenchless berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta, pada 17 – 18 Juli 2019 tanpa dikenakan biaya masuk. Acara diikuti sekitar 3.000 exhibitor dengan menghadirkan alat berat dengan teknologi terkini untuk pekerjaan konstruksi bawah tanah. Sebelum pembukaan pameran dilakukan penandatanganan kerjasama yang dilakukan oleh  Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) dengan The International Society for Trenchless Technology (ISTT) yang disaksikan oleh Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin dan Managing Director Trenchless Asia Paul Harwood terkait pembinaan SDM  konstruksi nasional.

Check Also

bedah rumah

Bedah Rumah di Jabar, PUPR Alokasikan Anggaran Rp 243,28 Milyar

DAERAH – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 243,28 Milyar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link