Thursday , June 4 2020
Home / Indeks Berita / THINK BIG, START SMALL, but ACT NOW!

THINK BIG, START SMALL, but ACT NOW!

THINK BIG, START SMALL, but ACT NOW!
Penulis :
Pambudi Sunarsihanto
Ketua Dewan Pakar IABIE

KOLOM – Malam itu sebuah Whats Apps message masuk ke HP saya. “Apa kabar Pak Pam?” sapa Tania (sebut saja namanya Tania, yang tentu saja namanya harus disamarkan, karena saya tahu artikel ini akan dia share di WA group kantornya 😊).
“Kabar baik, Alhamdulillah, how about you?” Tania bekerja di Corporate Secretary di sebuah perusahaan property terkemuka di negeri ini.

Kemudian Tania meneruskan,”Pak Pam, I need your help. Tolong pak Pam share tentang bagaimana mencari opportunity baru di tengah-tengah krisis ini. Leader-leader di perusahaan kami sangat membutuhkan ini.”
(Saya membayangkan jemari lentiknya yang mengetik cepat-cepat kata-kata itu di keyboardnya. Tak lupa saya membayangkan wajah anggun di balik hijab putih yang biasa dipakainya).

Singkat cerita, akhirnya kami pun berjumpa dengan ratusan leader di perusahaannya. Dan kami malam itu berdiskusi tentang “OPPORTUNITY during the CRISIS”. Topik yang menarik, dan mereka dengan sangat antusias menanyakan belasan pertanyaan, sampai acaranya pun molor (seperti biasa).

Intinya adalah banyak sekali professional yang pada saat ini tenggelam dalam negativity dan pesimisme.
Mereka menghadapi pandemie ini dengan perasaan hitam, gelap dan pekat. Penuh ketakutan.
Saya pernah tinggal di Beijing tahun 2008. Dan saya belajar bahwa orang Cina menulis krisis dalam Bahasa Mandarin dengan dua karakter. Satu karakter melambangkan “danger” (bahaya) dan satu karatker melambangkan opportunity (kesempatan untuk berkembang).

BACA JUGA :   Cimanggis City Bagi Hadiah Umroh di Acara “Korean Day”

Berarti sebuah krisis itu bagaikan dua koin mata uang. Pasti ada bahayanya dan pasti ada opportunity-nya. Berarti setiap saat kita bangun tidur, mestinya otak kita harus berisi 20% bahaya dan 80% opportunity.
Kita tetap harus menyadari bahwa saat ini ada bahaya, dan ada resiko, resiko Kesehatan, resiko bisnis dan resiko lainnya. Kita tetap harus menyadari hal itu, tapi 20% saja. Nah 80% isi otak kita harus berisi opportunity. Sibuk mencari-cari kesempatan untuk berkembang, kesempatan untuk mengembangkan hal-hal baru yang mempercepat business growth kita.

Agama saya mengajarkan dalam sebuah ayat di kitab suci kami,”Dan setelah kesulitan , maka aka nada kemudahan”. Kalimat ini sampai diulang dua kali dalam Surat yang sama.
Berarti kita juga harus percaya, bahwa suatu hari nanti, krisis ini akan berakhir. We don’t know yet when. Tapi satu hal itu pasti. The crisis will be over. Dan pada saat krisis berakhir, maka kompetisi akan dimulai lagi. Dan siapa yang lebih “ready” akan memenangkan kompetisi itu.

Berarti dalam masa krisis kita bukan hanya harus “Fight for survival” (berjuang untuk bertahan hidup), tetapi juga harus “Prepare for the Future” (mempersiapkan masa depan).
Banyak yang lengah, dan hanya focus pada Fight for Survival, mereka memang akan survive, tetapi kemudian pada krisis selesai, dan kompetisi dimulai , mereka pun akan dihajar oleh competitor yang lebih ready. Di sinilah kita semua perlu mem-balance kan dua hal itu.

BACA JUGA :   Atasi Krisis Global, Pemimpin Negara-negara Di Dunia Harus Bersatu Padu

Sampai di sini mereka semua mengangguk-angguk mengerti. Tetapi pada saat diskusi sampai dengan bagian di mana kita harus mencari opportunity, Kembali banyak yang membatasi pikirannya sendiri, dan sempat ragu-ragu untuk mencari opportunity sendiri.
Pertanyaan-pertanyaan pun mulai muncul di pikiran mereka sendiri …
– “Apa yang masih dapat kita lakukan?”
– “Kita kan perusahaan property, apa yang dapat kita lakukan?”
– “Apa yang masih bisa dilakukan, dan mendapatkan market yang bagus”
– “Apa yang diperlukan pelanggan sampai saat ini?”
Padahal pertanyaan-pertanyaan itu hanya ada di benak mereka sendiri. Seorang entrepreneur sejati tidak akan banyak bertanya seperti itu. Mereka mengadopsi strategy dari Nike “JUST DO IT!”

Contoh pertama adalah yang menciptakan e-Bay, yang sekarang menjadi bisnis dengan nilai milyaran dollar. Foundernya bernama Pierre Omidyar. Pierre tidak memulai dengan sesuatu yang besar atau mega project, dia bikin situs sederhana untuk menjual secara lelang barang-barang bekas. Bahkan barang pertama yang dia jual pertama kali adalah sebuah Laser pointer yang patah. Dia menawarkan pada awalnya dengan harga 2 dollar, ternyata akhirnya laku ke penawar tertinggi senilai 14.83 dollar. Pendapatan pertama e-Bay hanya senilai 222,000 rupiah. Tetapi dikembangkan terus , dan tahun 2019, pendapatan tahunan adalah 10.8 Milyar Dollar!!!
Jangan menyepelekan nilai yang kecil pada awalnya.

BACA JUGA :   Lawan Wabah Covid – 19, BEM Untar Berikan Logistik Buat Tenaga Medis

Contoh kedua adalah Wang Chuanfu, dari China yang memulai bisnis dengan membuat pabrik batteray handphone. Dia hanya memulai dengan itu. Berapa sih harga sebuah batteray handphone, buatan China pula. Tetapi setelah berkembang, Wang Chuanfu membeli sebuah pabrik mobil yang bangkrut. Kemudian dia menggabungkan dua teknologi, batteray dan automotive, dan membuat mobil listrik dengan batteray yang di-charge.
Tahun 2019, pendapatan BYD adalah 138 Milyar Hongkong Dollar, atau senilai 17.8 Milyar Dollar!

Voila, anda memang harus bermimpi yang besar, tetapi tidak usah berfikir untuk mendapatkan modal besar terlebih dahulu, tidak usah berfikir dengan memulai sesuatu yang besar. Saya menulis di buku saya ketiga “ Lead the Innovation Game” (Penerbit Mizan, 2018), the best way to implement an innovation is …to “Think Big, Start Small, and Act Now!”

Apa maksudnya …

A) THINK BIG

Kita memang harus bercita-cita tinggi, dan mencoba melahirkan ide-ide besar , yang nantinya akan menjadi sebuah product atau service yang akan dibutuhkan pelanggan kita, dan mereka akan benar-benar mau membuka “dompet” mereka untuk membeli layanan kita. Ini harus! Think Big, Pikirkan apa yang akan benar2 diperlukan mereka.

B) START SMALL

Mulailah dengan sesuatu yang sederhana, simple dan mudah dibuat. Jangan tenggelam dalam kerumitan sejak awal. Kita akan terjebak oleh kompleksitas yang kita buat sendiri. Ingat, perjalanan menuju seribu gunung pun dimulai dengan satu Langkah kecil.
Pikirkan bagaimana membuat prototype yang sederhana. Bagaimana bisa memulai dengan sesuatu yang bisa anda launch ke market segera.

Jangan takut salah. Jangan kecewa.
Launch, Learn and Improve.
Anda mulai dengan prototype sederhana, kemudian anda minta feedback dari pelanggan anda, anda pelajari, segera perbaikin product anda, dan launch lagi untuk versi berikutnya.
Keep doing that. That’s how the great companies have started, anda pun harus melakukan yang sama.

BACA JUGA :   Lagi, Bos Kagum Raih Penghargaan Bergengsi

C) ACT NOW

Kuncinya inovasi, bukannya ide yang hebat dan rumit di awal. Justru dimulai dengan sesuatu yang simple, tetapi harus dijalankan SEKARANG! Supaya anda tidak kehilangan momentum , dan keduluan sama orang lain. Kalau innovator lain sudah launch , anda akan tinggal gigit jari! Seperti halnya Philips harus gigit jari saat Sony sudah mengeluarkan Compact Disc pertama kali. Seperti halnya Xerox yang harus gigit jari saat Macintosh mengeluarkan Graphic User Interface pertama kali.

Ingat pepatah Cina,”Waktu yang terbaik untuk menanam pohon adalah dua puluhtahun lalu,
Waktu terbaik kedua adalah hari ini!”

Banyak orang terus-terusan bermimpi, tapi orang yang sukses tidak berlama-lama bermimpi. They move quickly from the idea to the implementation

Jadi ingat ya, the best way to implement an innovation is to Think Big, Start Small and Act Now!
Malam sudah mulai larut, saya harus segera tidur agar bisa makan sahur bersama anak-anak saya pada pagi harinya. Terima kasih Tania , untuk kesempatan berbagi dan belajar bersama-sama.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

 

Check Also

Begini Strategi Pemasaran Properti Di Tengah Pandemi Covid-19

SOSOK  – Pemerintah Indonesia terus mengambil langkah-langkah tegas guna memutus penyebaran virus corona (covid-19) yang mematikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 171

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link