Friday , July 10 2020
Home / Indeks Berita / Tingkat Hunian Hotel Merosot, PHRI Tawarkan Kerjasama Tempat Karantina

Tingkat Hunian Hotel Merosot, PHRI Tawarkan Kerjasama Tempat Karantina

HARRIS New Generation

PERHOTELAN – Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani menyebutkan bahwa pada umumnya hotel-hotel yang tutup itu berada dikawasan wisata seperti Jawa Barat dan Bali atau kawasan bisnis seperti Jakarta. Penutupan hotel-hotel tersebut tersebut membuat industri pariwisata berpotensi kehilangan pendapatan hingga puluhan triliun.

“Dari wisatawan asing potential loss nya bisa sampai Rp60 triliun, sementara dari wisatawan asing yang datang ke hotel bisa sampai Rp30 triliun,” ujarnya pada Kamis (16/4). Hal ini disampaikan dalam Webinar video conference via aplikasi Zoom oleh Majalah Property&Bank dan Majalah MyHome, dengan tema Nasib Industri Perhotelan & Strategi Pengelola Bertahan Ditengah Pandemi Covid 19 yang diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari kalangan praktisi, pemerhati dan sejumlah media.

BACA JUGA :   Home Credit dan Tokopedia Jalin Kerjasama Pembiayaan Online

Webinar video conference via aplikasi zoom selama hampir empat jam ini, juga menghadirkan pembicara lainnya, seperti Kurnia Sutrisna (COO Omega Hotel Managemen), Samudera Hendra (CEO MPHG), Nasirudin Mahmud (Dosen S2 Universitas Tarumanegara) dan dipandu oleh Indra Utama (Pimred Majalah Property&Bank) serta Arini Yunita (Pimred Majalah MyHome).

Lebih lanjut dikatakan Haryadi, industri pariwisata pun kehilangan potensi pendapatan dari wisatawan asing sebesar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 60 triliun sejak Januari hingga April 2020. Adapun, penerimaan devisa sepanjang tahun lalu mencapai US$ 17,6 miliar. “Memang yang paling berat pekerja di sektor pariwisata, terdampak paling awal,” ungkapnya. Hingga 13 April 2020, anggota PHRI telah menutup 1.642 hotel. Selain itu terdapat 353 restoran atau tempat hiburan yang tak beroperasi. Daerah tujuan wisata yang paling merasakan penurunan jumlah wisatawan yaitu Manado, Bali, dan Batam.

BACA JUGA :   Model Rumah Terbaru Dengan Keramik

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat hingga pekan kedua April 2020, sebanyak 180 destinasi dan 232 desa wisata ditutup. Dampaknya, beberapa hotel telah memberhentikan pekerja harian dan memberikan cuti di luar tanggungan perusahaan bagi pekerja kontrak dan pekerja tetap. Selain itu, perhotelan juga menerapkan waktu kerja secara bergilir. Hal ini untuk menjaga arus kas perusahaan.

Mengantisipasi kerugian lebih banyak, PHRI membuka opsi kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyediakan tempat karantina bagi pemudik. Meski begitu, upaya tersebut dinilai tidak menutupi beban operasional hotel. Sebab, rata-rata tingkat okupansi hotel saat ini di bawah 10%. Selain itu, upaya pemotongan biaya operasional juga dilaksanakan oleh pengusaha, seperti beban gaji karyawan dan biaya listrik.

BACA JUGA :   Tiga Kota Dalam Tiga Segmentasi Bisnis Properti

Pengusaha juga meminta keringanan bunga kredit perbankan. Hariyadi berharap pemerintah dapat memberikan insentif kepada industri perhotelan. Insentif yang diharapkan berupa relaksasi Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dan 26, pembebasan pajak hotel dan restoran, pajak hiburan pajak air tanah, dan pemabayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia pun berharap adanya pembebasan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Perspektif serupa juga disampaikan Ir. Nasiruddin Mahmud S.Si., M.Sc. Dosen Universitas Tarumanegara ini menyoroti jika terdapat perbedaan karakter krisis yang pernah dihadapai Indonesia, terkait dengan industri pariwisata dan perhotelan.

BACA JUGA :   Program Padat Karya Tunai Melalui KOTAKU Dilaksanakan di 364 Kelurahan

“Saat krisis 1998, sektor pariwisata dan perhotelan masih bisa bertahan, meski bisnis turun kelas, tapi tantangan dominan dari dalam negeri. Pada Krisis 2009, sektor pariwisata dan perhotelan mampu bertahan, bahkan wisatawan mancanegara masih tumbuh,” jelas Nasiruddin.

Khusus Krisis 2020, ia menyebut jika sebagian besar sektor bisnis mengalami tekanan hebat serta tantangan yang muncul dari dalam dan luar negeri. Sebagai solusi, Nasiruddin menyarankan agar pegiat bisnis pariwisata dan perhotelan lebih kreatif dan inovatif dalam pembuatan program dan paket wisata, serta Optimalisasi segmen pasar yang masih potensial untuk diraih, terutama ceruk pasar dalam negeri.

BACA JUGA :   PUPR Jamin Rusun Atlet Sesuai Standar OCA

“Dalam jangka pendek, setidaknya hingga bulan Juni, program hotel bisa difokuskan untuk karantina mandiri (pribadi dan keluarga), program wisata keluarga (bekerja dan belajar dari hotel sambil wisata di hotel), dan tenaga medis, dengan mengikuti protokal kesehatan yang ketat,” tukas Nasiruddin.

Sementara itu, COO Omega Hotel Management Kurnia Sutrisna mengatakan, dari 16 hotel yang dikelola saat ini, sekitar 8 hotel tutup karena pandemi Covid-19. Karena menurut Kurnia, jika hotel tingkat huniannya dibawah 15%, pasti sangat berat untuk tetap beroperasional. Meskipun ada beberapa hotel yang mencoba menawarkan promo-promo khusus di masa work from home, tapi tetap saja berat.

BACA JUGA :   Hingga 30 September, Pendapatan Intiland Rp1,7 T

“Dalam situasi wait and see seperti ini, memang merupakan hal yang mendebarkan bagi kami. Belum lagi, setelah pandemi ini masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali pulih. Jadi tergantung kekuatan nafas masing-masing perusahaan untuk tetap bertahan. Oleh karena itu, kami sudah membentuk tim untuk recovery dalam jangka pendek ini dan terus menanamkan rasa optimisme kepada seluruh karyawan,” tegas Kurnia.

Check Also

tol Desari Seksi II Brigif – Sawangan

Masyarakat Sambut Positif Tol Desari Seksi II Brigif – Sawangan Dibuka

INFRASTRUKTUR – Mumpung masih belum berbayar alias gratis, Rinto (38 tahun) akhirnya memutuskan untuk menjajal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link