Saturday , June 6 2020
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / Untuk Topang Neraca, Investor Hotel di Asia Cari Pembiayaan Utang

Untuk Topang Neraca, Investor Hotel di Asia Cari Pembiayaan Utang

Covid-19 bakal menghantam seluruh bisnis

BISNIS HOTEL– Saat ini, pemilik hotel di seluruh Asia mencari akses pembiayaan utang yang lebih besar untuk meningkatkan arus kas.

Terlebih lagi, di saat terjadinya tingkat hunian yang terus menurun ke level terendah dalam sejarah, penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan udara karena pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung. Dampak COVID-19 pada industri perhotelan di seluruh Asia semakin terasa dan banyak hotel serta investor mengalami krisis keuangan yang tak pernah terjadi sebelumnya dikarenakan pendapatan yang terus berkurang namun tetap harus menutupi biaya.

BACA JUGA :   Sentul City Dan PP Properti Bentuk Joint Venture

Executive Vice President dan Corey Hamabata, Senior Vice President Hotels & Hospitality Group JLL, Adam Bury mengatakan, pembatasan perjalanan memaksa pemilik hotel untuk mempertimbangkan sejumlah opsi pembiayaan jangka pendek. Namun, dengan modal investasi yang masih cukup tersedia, pergeseran sementara ini diharapkan dapat membuka peluang baru.

Di Asia, hanya sedikit wilayah dan properti yang memperoleh permintaan yang berarti karena menyediakan fasilitas karantina atau akomodasi untuk mendukung inisiatif pemerintah. Pada keadaan seperti ini, jangankan membayar utang, untuk mencapai titik impas saja hotel perlu berjuang keras, membuat pemilik harus menutupi kekurangan tersebut.

BACA JUGA :   Program BP2BT PUPR Gandeng Bank Dunia

Karena industri perhotelan umumnya paling cepat bereaksi terhadap penurunan permintaan namun juga yang tercepat untuk pulih, beberapa pemilik hotel mencari solusi jangka pendek untuk menjembatani arus kas sampai aktivitas perjalanan, tingkat hunian, serta pendapatan kembali normal.

Kendati menerapkan langkah-langkah jangka pendek termasuk cuti karyawan atau penerimaan tamu karantina, banyak industri yang beroperasi dengan arus kas yang tidak mencukupi untuk menanggung semua kewajiban. Menurut analisis JLL, tanda-tanda tekanan ini mungkin akan mempengaruhi modal kerja dengan saluran pinjaman tradisional yang kemungkinan juga dibatasi.

BACA JUGA :   Merasakan Furnitur Santai Etnik Jawa

“Melalui percakapan kami dengan pemilik dan pemberi pinjaman di seluruh wilayah, kami melihat upaya bersama untuk mengurangi potensi gagal bayar pinjaman atau kemungkinan yang lebih buruk. Banyak pemilik yang segera mencari jalur kredit tambahan untuk menstabilkan bisnis mereka dan meredam penurunan hingga permintaan normal kembali. Secara umum, pemilik yang paling terpengaruh adalah mereka yang memiliki resort, karena mereka bergantung pada proporsi tamu internasional yang tinggi – ini merupakan salah satu segmen yang banyak diasumsikan mengalami pemulihan paling lambat pasca-COVID,” kata Bury dalam keterangan tertulis.

Permohonan pinjaman hotel meningkat bersamaan dengan permintaan serupa dari berbagai sektor yang menghadapi tantangan modal kerja, sementara bank konvensional berusaha mengurangi kontak dengan sektor-sektor yang lebih tidak stabil.

BACA JUGA :   Bakrie Bangun Sentra Timur Commercial Park 8

Walaupun ada perkiraan menurunnya pinjaman dan adanya transaksi properti perhotelan sebesar USD12,7 miliar di Asia Pasifik selama tahun 2019, masih banyak pemodal yang ingin membeli/memiliki aset hotel yang berkualitas tinggi, yang nantinya akan mendongkrak harga properti dalam jangka waktu menengah.

JLL memprediksi solusi pembiayaan utang kemungkinan besar diperlukan pada pasar resort di Asia Tenggara, termasuk Thailand, Indonesia dan Vietnam, serta destinasi wisata seperti Maladewa. Dalam beberapa kasus, negara-negara tersebut telah mengalami kekurangan likuiditas pada sektor perbankan, tingkat suku bunga yang relatif tinggi dan ketergantungan pada perjalanan internasional, yang mungkin akan paling lambat pulih setelah pandemi Covid-19.

Check Also

bedah rumah

Pelaku Properti dan Perbankan Dihimbau Tingkatkan Transaksi Digital

PROPERTI – Di tengah Pandemi COVID-19 yang mengharuskan setiap orang untuk menjaga jarak fisik (social …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 171

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link