Usai Bertemu Asosiasi Perumahan, Presiden Jokowi Pastikan Kuota FLPP Ditambah

0
REI Jokowi
Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menerima audiensi sejumlah pengembang perumahan

BISNIS PROPERTI – Pelaku industri properti khususnya untuk perumahan menengah ke bawah, dalam hal ini pengembang bisa sedikit bernafas lega. Setelah beberapa bulan terakhir dibuat ketar-ketir dengan habisnya kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari Bank BTN, para pengembang rumah sederhana kembali mendapat angin segar.

Pasalnya, usai menerima kedatangan utusan dari Realestate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) dan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), dimana masing-masing asosiasi tersebut diwakili oleh Ketua Umum nya, Presiden RI JokoWidodo berjanji akan berkomitmen mendukung Program Sejuta Rumah.

[irp]

Komitmen ini sangat sesuai dengan Program Strategis Nasional pemerintah Joko Widodo dalam 5 (lima) tahun ke depan. Adanya program khusus untuk perumahan ini, karena pemerintah melihat bahwa backlog perumahan yang masih sangat besar. Backlog perumahan ini terus bertambah setiap tahunnya, terlebih jika tidak segera dilakukan percepatan.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, dirinya mendapat info dari Kantor Kepresidenan bahwa Presiden berkenan menerima beberapa asosiasi , yakni REI, Apersi dan Himperra. Presiden menerima ketiga asosiasi tersebut pada Senin (16/9) kemarin. Selain itu, sejumlah pengembang dari daerah yang berasal dari asosiasi tersebut juga ikut mendampingi.

[irp]

“Pada kesempatan itu REI menyampaikan bahwa sesuai surat dari REI kepada Presiden bulan Juli lalu dengan topik utama adalah masalah kekurangan kuota FLPP, yang dalam hitungan tiga asosiasi tersebut adalah 130 ribu unit. Kementerian PUPR sudah mengajukan surat penambahan kuota kepada Menteri Keuangan sebesar Rp 8,67 triliun atau sebesar 80.000 unit,” ujar Soelaeman dalam edaran yang diterima oleh propertynbank.com.

Pada kesempatan tersebut, kata Soelaeman, secara cepat Presiden menelepon Menteri Keuangan untuk memastikan kemungkinan penambahan dana FLPP. Dari hasil komunikasi tersebut, Jokowi menyatakan bahwa tambahan kuota FLPP dapat direalisasikan dalam dua minggu kedepan. Ini merupakan angin segar dan harapan bagi semua pengembang rumah sederhana.

[irp]

“Ini dapat memperpanjang napas kita sampai akhir tahun dan utamanya adalah dalam rangka pemenuhan janji kita kepada konsumen yang sudah lama menunggu untuk menghuni rumahnya, karena belum bisa realisasi KPR. Kita berharap kuota ini dapat turun segera dan bisa didistribusikan ke seluruh daerah. Presiden juga memastikan bahwa kuota tahun 2020 cukup besar, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembangan,” tegas Eman, sapaan akrabnya Soelaemen.

Lebih lanjut dikatakan Eman, semua ini adalah perjuangan bersama yang sudah berjuang sampai ke titik tertinggi. Oleh karena itu kata dia, marilah bersatu, bahu membahu untuk memperjuangkan sesuatu yang diyakini sebagai sumbangsih kepada Negara. “Tantangan dan cobaan selalu ada, dan menjadi bagian dari kehidupan bisnis kita.., akan tetapi kita hadapi bersama, kita pecahkan bersama, Semoga Tuhan selalu melindungi kita semua Amiiin,” pungkas Eman dalam edaran tersebut.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.