Tuesday , 31 March 2020
Home / Indeks Berita / Dampak Covid-19 Industri Fintech P2P Jadi Alternatif Pembiayaan Properti

Dampak Covid-19 Industri Fintech P2P Jadi Alternatif Pembiayaan Properti

Direktur Utama Gradana Angela Oetama

Keuangan : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan mempercepat transmisi kebijakan-kebijakan stimulus untuk menghadapi pelemahan ekonomi yang merupakan dampak dari wabah virus korona. Kebijakan stimulus tersebut dikeluarkan oleh pemerintah, OJK dan Bank Indonesia.

Selain perbankan, wabah virus corona diperkirakan akan berdampak pada industri fintech peer to peer (P2P) lending di Indonesia. Khususnya fintech yang menyalurkan pembiayaan di sektor produktif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan terus mengawasi dampak wabah COVID-19 terhadap kinerja industri pembiayaan di Indonesia.

BACA JUGA :   SML Raih Lagi Penghargaan Di Bidang Konservasi Energi

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo menghimbau agar pelaku industri keuangan melakukan penyesuaian operasional dengan meminimalkan interaksi antar orang tanpa mengurangi layanan.

“Kami juga menghimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan sejumlah orang baik internal dan atau eksternal dalam bentuk sosialisasi, rapat, dan events lainnya. Interaksi kiranya dilakukan melalui pemanfaatan sarana teknologi informasi,” imbuhnya.

Sejauh pengamatan OJK, yang paling terkena dampak wabah virus Corona ini adalah sektor produktif yang dibiayai oleh perbankan. Komposisinya saat ini berkisar antara 28 hingga 30 persen, adapun sisanya 70 hingga 72 persen lebih kepada pembiayaan sektor konsumtif. Selain itu, wabah ini diperkirakan juga berdampak pada sektor jasa keuangan lain khususnya bisnis di kawasan wisata. Namun demikian, lembaga pengawas keuangan tersebut masih melihat lebih dulu dampak korona terhadap sektor – sektor lain seperti industri multifinance dan fintech lending.

BACA JUGA :   6 Master Franchise Pasarkan Kawana Golf

Salah satu pelaku industri fintech lending bidang properti, Gradana, sejauh ini menunjukkan kinerja bisnis yang cukup solid. Menurut Direktur Utama Gradana Angela Oetama, sampai dengan 12 Maret 2020, pada kuartal pertama 2020 ini, perusahaan menerima permintaan pembiayaan yang signifikan baik dari sisi individu maupun yang berbentuk badan hukum untuk segala kebutuhan yang berhubungan dengan properti. Layanan yang diminta seperti pembiayaan sewa, renovasi maupun pembelian properti dan invoice financing bagi vendor-vendor properti.

“Termasuk juga segmen business to business atau B2B. Pembiayaan properti untuk sektor ini turut tumbuh dengan adanya mismatch antara cash flow versus biaya sewa dan renovasi yang harus dibayarkan di depan untuk membuka ruang usaha.  Gradana bisa membantu pelaku usaha atau tenant-tenant mal untuk memfasilitasi biaya talangan sewa maupun renovasi, dengan tenor hingga 24 bulan bagi yang menggunakan rekening pribadi,” tuturnya saat ditemui di Jakarta (17/3).

BACA JUGA :   Diikuti 125 Proyek Hunian, REI Dan Bank Mandiri Gelar Property Expo

Menurutnya, sektor keuangan merupakan nadi ekonomi nasional, dan sejauh ini produk yang dirilis Gradana relatif stabil dengan segmen pasar yang masih prospektif.

“Kami melihat bahwa meningkatnya permintaan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir awal 2020 ini tidak lepas dari pengaruh pandemik Corona. Larangan berada di tempat umum, himbauan untuk tidak bertemu orang di area publik, berpengaruh signfikan terhadap minat masyarakat dalam mengakses layanan teknologi finansial seperti Gradana.”

Masyarakat, tambahnya, jadi berhati-hati jika ingin ke tempat-tempat layanan pembiayaan umum seperti perbankan yang mengharuskan bertemu tatap muka secara langsung, atau keluar rumah untuk menyerahkan identitas dan verifikasi data. “Sementara dengan tekfin, cukup secara daring saja semua kebutuhan finansial bisa terpenuhi. Jadi lebih aman dan nyaman dalam situasi seperti sekarang.” Gradana tidak saja menyasar end-users, namun juga investor yang ingin menanam dananya di properti.

BACA JUGA :   Ekonomi Melemah, BTN Ajak Developer Bersinergi Perkuat Sektor Properti

“Kita tahu bahwa produk properti bisa dikatakan selalu tumbuh positif, dan tidak mungkin turun. Permasalahannya dengan investasi properti konvesional , tidak semua orang memiliki dana yang cukup untuk membeli sebuah hunian untuk kemudian dijual lagi. Kalau pun sanggup, hal itu sangat spekulatif dan belum tentu ada yang beli atau dapat terjual dengan harga yang diharapkan apabila ada kebutuhan dana mendadak. Dengam metode crowdfunding Gradana justru menawarkan alternative investasi seharga secangkir kopi dimana off-takernya seperti calon pembeli dan penyewanya sudah ada. Jadi selain lebih terjangkau juga lebih terukur dan tidak spekulatif.”

Ia mengatakan bahwa dengan adanya wabah ini, ditambah dengan jatuhnya harga saham emiten-emiten di BEI serta kasus mega korupsi Jiwasraya, ekonomi menghadapi tantangan  cukup berat di tahun 2020 ini.

BACA JUGA :   Mulai Hari Ini, Bank BTN Tawarkan 600-an Proyek Properti Pilihan di IPEX

“Investor kakap maupun ritel mencoba mengalihkan portofolio investasinya ke instrumen lain. Sejauh ini, berinvestasi pada properti tetap menjadi pilihan karena harganya yang relatif stabil dan berjangka panjang,” ungkapnya.

Produk-produk Gradana seperti GraSewa, GraRenov, GraDP dan GraStrata sejauh ini masih stabil dalam kuartal pertama. Memasuki perlambatan ekonomi nasional terkait Covid-19, Angela optimis bisnis tetap bisa tumbuh positif.

BACA JUGA :   Dua Menteri Resmikan Dua Proyek Infrastruktur Di Kota Ambon

“Sektor pembiayaan model P2P seperti ini menurut saya akan tetap bertahan dan bertumbuh. Sebab, kebutuhan hunian dan ruang untuk menjalankan usaha adalah kebutuhan pokok. Kepanikan akibat korona bersifat sementara, namun kebutuhan sandang pangan papan bersifat permanen. Jadi, kami optimis tahun ini kinerja Gradana tetap bertahan secara positif,” tutupnya.

Check Also

Solusi Hubungan Kerja Pengusaha dan Pekerja Akibat Covid-19

OPINI – Aktivitas bisnis saat ini baik lokal maupun nasional, dengan adanya Pandemik COVID-19 saat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 169

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link