Property & Bank

BNI Himbau Nasabah Waspada Modus Penipuan Digital Jelang Lebaran

bni
Gedung Kantor BNI

Propertynbank.com – Meningkatnya aktivitas transaksi keuangan selama Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi momentum yang rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Kondisi ini mendorong PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital, khususnya phishing yang masih mendominasi kasus kejahatan siber.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menuturkan bahwa lonjakan transaksi keuangan yang terjadi setiap Ramadan berbanding lurus dengan meningkatnya potensi serangan siber. Situasi ini, menurutnya, kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital untuk mengincar dana masyarakat, termasuk tunjangan hari raya (THR).

Ia menjelaskan, phishing merupakan modus penipuan yang dilakukan dengan menyamar sebagai institusi resmi atau pihak tepercaya. Melalui cara ini, pelaku berupaya mencuri data sensitif seperti username, kata sandi, PIN, kode OTP, hingga informasi kartu kredit nasabah.

“Serangan phishing dapat dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari email, pesan singkat, panggilan telepon, hingga media sosial. Pesan yang dikirim umumnya dirancang menyerupai komunikasi resmi agar korban terdorong mengklik tautan palsu, membuka lampiran berbahaya, atau tanpa sadar memberikan data pribadi,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2).

Lebih lanjut, Okki mengungkapkan bahwa phishing sering menjadi pintu masuk ke kejahatan yang lebih serius, seperti pencurian identitas, pengambilalihan akun, hingga transaksi ilegal yang merugikan nasabah. Tantangan semakin besar seiring munculnya pola serangan baru yang lebih personal dan sulit dikenali karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Beberapa indikasi yang patut diwaspadai antara lain alamat email pengirim yang tidak lazim, penggunaan sapaan umum tanpa menyebut nama nasabah, bahasa yang bernada mendesak, serta tautan yang menyerupai situs resmi namun memiliki perbedaan alamat.

BNI mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan keaslian pesan yang diterima, tidak membuka lampiran dari pengirim yang tidak dikenal, serta mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor. Penggunaan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap layanan juga menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan digital.

Himbauan BNI

BNI juga menegaskan bahwa nasabah tidak boleh membagikan data pribadi, PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai pegawai bank. Jika menemukan indikasi penipuan atau aktivitas mencurigakan, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui kanal resmi BNI.

Seluruh informasi resmi BNI hanya disampaikan melalui saluran komunikasi resmi perusahaan. Selain itu, pengaduan terkait dugaan penipuan yang melibatkan rekening perbankan juga dapat dilakukan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan.

BNI menekankan bahwa keamanan digital merupakan tanggung jawab bersama antara bank dan nasabah. Dengan meningkatkan literasi serta kewaspadaan dalam bertransaksi, masyarakat diharapkan dapat melindungi dana mereka, termasuk THR, dari ancaman kejahatan siber yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan