
Propertynbank.com – Ramadan dapat menjadi momentum penting bagi ibu untuk menata kembali strategi keuangan keluarga agar tetap stabil, tidak hanya selama bulan puasa tetapi juga setelah Lebaran.
Sebagaimana diketahui, bulan Ramadan sering kali menjadi periode paling sibuk bagi para ibu di rumah tangga. Di balik suasana hangat sahur dan berbuka, ada banyak peran yang dijalankan secara bersamaan. Mulai dari menyusun menu harian, berbelanja kebutuhan dapur, menyiapkan uang baru untuk Lebaran, hingga memastikan seluruh kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
Di sisi lain, Ramadan juga identik dengan meningkatnya pengeluaran rumah tangga. Harga bahan pokok yang cenderung naik serta kebutuhan tambahan menjelang Idulfitri membuat anggaran keluarga perlu diatur dengan lebih cermat. Tanpa perencanaan yang baik, kondisi keuangan rumah tangga bisa dengan mudah terganggu.
Hal ini sejalan dengan temuan studi Women’s Wealth in Focus: When Care Comes First yang menunjukkan bahwa sekitar setengah perempuan Indonesia mengelola anggaran rumah tangga sehari-hari secara mandiri. Namun hanya sebagian kecil yang merasa benar-benar siap menghadapi risiko finansial yang datang secara mendadak.
Situasi ini menegaskan betapa pentingnya peran ibu dalam menjaga keseimbangan keuangan keluarga. Dengan strategi yang tepat, ibu tidak hanya mampu mengelola pengeluaran selama Ramadan, tetapi juga memastikan masa depan keluarga tetap terjaga.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga selama Ramadan.
Langkah pertama adalah memisahkan gaji bulanan dengan dana khusus Ramadan. Gaji tetap digunakan untuk kebutuhan rutin rumah tangga seperti cicilan, tagihan, dan kebutuhan sehari-hari, sementara Tunjangan Hari Raya (THR) dialokasikan khusus untuk pengeluaran tambahan seperti kebutuhan Lebaran, pakaian baru, hingga tradisi berbagi. Pemisahan ini membantu menjaga arus kas keluarga tetap sehat.
Langkah kedua adalah mulai menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini. Ramadan bisa menjadi momen refleksi untuk mengevaluasi rencana masa depan keluarga, termasuk pendidikan anak. Dengan mempersiapkan tabungan pendidikan lebih awal, orang tua dapat mengurangi beban finansial yang mungkin muncul di kemudian hari.
Selain itu, Lebaran juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengenalkan literasi keuangan kepada anak. Tradisi menerima angpao dari keluarga atau kerabat bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan anak mengelola uang secara bijak. Misalnya dengan membagi uang ke dalam tiga kategori sederhana: tabungan, jajan, dan berbagi.
Mengatur Kesehatan dan Keuangan Keluarga
Langkah penting lainnya adalah memastikan perlindungan kesehatan keluarga tetap terjaga. Kesehatan ibu sebagai salah satu pilar keluarga menjadi aset yang sangat berharga. Perlindungan kesehatan yang memadai dapat membantu keluarga menghadapi risiko yang tidak terduga tanpa harus mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga.
Lebih jauh lagi, keluarga juga perlu melengkapi ikhtiar finansial dengan perlindungan yang sesuai dengan nilai yang diyakini. Dalam ajaran Islam, melindungi keluarga merupakan bagian dari ikhtiar, usaha yang dilakukan manusia sebelum akhirnya berserah diri kepada Allah.
Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, menjelaskan bahwa perlindungan finansial yang tepat dapat membantu keluarga menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
“Sebagai langkah nyata dalam berikhtiar secara finansial, Sun Life Syariah hadir sebagai teman seperjalanan keluarga. Melalui prinsip tolong-menolong (tabarru’), peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah. Karena tujuan THR bukan hanya membuat Lebaran terasa meriah, tetapi membantu keluarga tetap tenang setelahnya,” ujar Maika dalam siaran pers.
Sun Life Syariah hadir untuk mendampingi keluarga Indonesia dalam merencanakan perlindungan finansial yang selaras dengan prinsip syariah. Melalui pendekatan berbasis nilai amanah dan kebersamaan, keluarga dapat mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.
Pada akhirnya, Ramadan bukan sekadar waktu untuk meningkatkan ibadah dan kebersamaan keluarga. Bulan suci ini juga menjadi kesempatan untuk menata kembali niat, kebiasaan, serta perencanaan keuangan keluarga agar lebih bijak dan berkelanjutan.
















