
Propertynbank : PT Metropolitan Land Tbk (Metland-MTLA) terus menjaga momentum pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri properti nasional. Pengembang yang dikenal melalui sejumlah proyek residensial, komersial, hingga hospitality ini mencatatkan kinerja stabil sepanjang 2025 sekaligus memperluas ekspansi bisnis ke sejumlah wilayah potensial, termasuk Sulawesi Utara.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar Senin (26/05/2026), manajemen Metland mengungkapkan bahwa perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,78 triliun dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp412,93 miliar.
Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Anhar Sudradjat mengatakan, stabilitas kinerja perusahaan ditopang kontribusi recurring revenue yang terus tumbuh serta strategi pengembangan proyek yang dilakukan secara selektif dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
“Perseroan tetap mampu menjaga fundamental usaha yang sehat dengan kinerja yang stabil, melalui kontribusi recurring revenue dan strategi pengembangan proyek yang selektif,” ujar Anhar.
Seiring pencapaian tersebut, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sekitar 18% dari laba bersih atau sebesar Rp9,70 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan kepada lebih dari 7.655.126.330 miliar pemegang saham Perseroan.
Di tengah kondisi pasar properti yang masih menghadapi tantangan daya beli, Metland justru melanjutkan ekspansi bisnis, khususnya pada sektor hospitality dan residensial.
Pada lini hotel, Metland tengah mengembangkan Metland Marron Hotel di Tomohon, Sulawesi Utara, yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2026. Kehadiran hotel ini mempertegas langkah Perseroan memperluas portofolio hospitality di kawasan destinasi wisata dan pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia timur.
Selain itu, Metland juga tengah menyiapkan operasional Metland Smara Hotel Bekasi setelah sebelumnya menyelesaikan tahap topping off pada Januari 2026. Hotel bintang empat berkonsep city hotel tersebut dilengkapi rooftop restaurant dengan panorama Kota Bekasi.
Sementara pada segmen residensial, Perseroan terus agresif menghadirkan produk baru yang dinilai sesuai kebutuhan pasar saat ini. Beberapa proyek yang mulai dipasarkan antara lain cluster Neora di Metland Menteng, cluster Kertanata di Metland Kertajati, hingga cluster Brassia Garden di Metland Cikarang.
Metland juga melanjutkan pemasaran sejumlah proyek unggulan lainnya seperti cluster Walden di Metland Transyogi, Barcelona Cove dan South Tresor phase 2 di Metland Cyber Puri, serta Havana Breeze di Metland Cibitung.
Tidak hanya fokus pada hunian, Perseroan juga memperkuat sektor komersial melalui pengoperasian area terbaru G’AVEnue di Grand Metropolitan Bekasi pada Februari 2026. Area semi outdoor tersebut didominasi tenant food & beverage yang menyasar kebutuhan gaya hidup dan destinasi kuliner masyarakat Bekasi dan sekitarnya.
Untuk mendukung target pertumbuhan tahun ini, Metland terus memperkuat strategi pemasaran digital dan inovasi produk guna menjaga penjualan di tengah perubahan perilaku konsumen.
Hingga April 2026, Perseroan telah membukukan marketing sales sebesar Rp677 miliar. Sekitar 73% berasal dari pre sales dan sisanya ditopang recurring revenue. “Tahun 2026 Perseroan menargetkan marketing sales hampir sebesar Rp2 triliun,” ujar Anhar.
Dalam RUPST tersebut, Perseroan juga menetapkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris baru untuk periode 2026-2031, termasuk penunjukan Lanny Bambang sebagai Komisaris Independen menggantikan Leland G. Rompas yang memasuki masa pensiun.
Berikut susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2026 – 2031 adalah sebagai berikut:
Direksi:
- Presiden Direktur : Anhar Sudradjat
- Direktur : Olivia Surodjo
- Direktur : Wahyu Sulistio
- Direktur : Andi Surya Kurnia
Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris : Junita Ciputra
- Komisaris : Iwan Putra Brasali
- Komisaris : Nanda Widya
- Komisaris Independen : Bapak Thomas Johannes Angfendy
- Komisaris Independen : Lanny Bambang
















