Intiland Bukukan Marketing Sales Rp1,64 Triliun di Tahun 2021

0
Intiland
Direktur Permasaran Intiland untuk Surabaya Harto Laksono berbincang dengan Renny Yolanda Vice CEO PT Abdael Nusa dan Hans Wibisono Direktur Utama PT Graha Abdael Sukses mengenai pengembangan proyek baru Amesta Living Surabaya, usai penjelasan ke media Kamis (11/11).

Propertynbank.com – Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland;DILD) mencatatkan pendapatan penjualan atau marketing sales sebesar Rp1,64 triliun di tahun 2021. Pencapaian tersebut melonjak 75 persen dibandingkan perolehan marketing sales tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp937 miliar.

Archied Noto Pradono Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland menjelaskan peningkatan marketing salestahun 2021 terutama berasal dari hasil penjualan di segmen pengembangan kawasan perumahan. Perseroan pada tahun lalu sukses memasarkan dua pengembangan proyek baru yakni Amesta Living di Surabaya dan DUO Talaga Bestari di Tangerang.

“Tahun lalu pasar properti sudah mulai kembali bergerak. Stimulus kebijakan dari Pemerintah terbukti cukup efektif mendorong penjualan properti, khususnya pada segmen perumahan. Penjualan Intiland di segmen ini cukup meningkat, baik dari pengembangan proyek baru atau proyek-proyek yang sudah berjalan,” kata Archied lebih lanjut.

Dari empat segmen pengembangan yang dimiliki perseroan, kawasan perumahan berhasil memberikan kontribusi marketing sales terbesar. Tahun 2021 segmen ini membukukan hasil penjualan Rp922 miliar atau 56 persen dari keseluruhan. Perolehan ini melonjak sebesar 45 persen dibandingkan perolehan marketing sales sebesar Rp638 miliar di tahun 2020.

Kontributor marketing sales berikutnya bersumber dari pengembangan segmen mixed-use & high rise sebesar Rp390 miliar atau 24 persen dari keseluruhan. Hasil penjualan segmen ini juga melejit 159 persen dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp151 miliar.

“Lonjakan hasil penjualan di segmen mixed-use and high rise terutama berasal dari peluncuran proyek baru Tierra SOHO di Surabaya pada triwulan kedua tahun lalu dan penjualan unit-unit apartemen 1Park Avenue, The Rosebay, Graha Golf, dan Aeropolis,” ungkap Archied.

Tren pertumbuhan positif terjadi pula pada segmen pengembangan kawasan industri. Tahun 2021, segmen kawasan industri membukukan marketing sales sebesar Rp329 miliar, atau naik 123 persen dibandingkan pencapaian tahun 2020 senilai Rp148 miliar. Penjualan dari segmen ini berhasil memberikan kontribusi sebesar 20 persen dari total perolehan marketing sales tahun 2021.

Peningkatan ini, menurut Archied, terutama berasal dari hasil penjualan lahan industri dari proyek pengembangan kawasan industri baru Batang Industrial Park yang berlokasi di Batang, provinsi Jawa Tengah. Kontribusi lainnya berasal dari penjualan lahan industri di kawasan industri Ngoro Industrial Park di Mojokerto, Jawa Timur dan fasilitas pergudangan di proyek Aeropolis, Tangerang.

Dari hasil pencapaian ini, Archied menegaskan bahwa strategi Perseroan dalam meluncurkan proyekproyek baru terbukti cukup efektif untuk mendongkrak kinerja penjualan. Dari total perolehan marketing sales yang dibukukan pada tahun lalu, sebesar Rp814,7 miliar atau 50 persen dari keseluruhan berasal dari peluncuran proyek-proyek baru.

“Meskipun tahun lalu masih dalam kondisi pandemi, masyarakat sudah mulai kembali melakukan pembelian dan investasi. Kami masuk pada momentum yang tepat untuk peluncuran proyek baru dan hasilnya efektif karena mendapatkan sambutan dan apresiasi yang sangat positif dari pasar. Kami percaya kondisi akan semakin membaik ke depan dan konsumen tidak lagi bersikap wait and see,” ujarnya lebih lanjut.

Atas hasil pencapaian ini, Perseroan memberikan apresiasi terhadap langkah strategis Pemerintah dalam mengucurkan sejumlah stimulus kebijakan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan sektor properti. Sejumlah stimulus kebijakan tersebut berjalan dengan efektif dan mampu membantu serta mempermudah masyarakat membeli atau berinvestasi kembali di sektor properti.

Archied menjelaskan di 2021, Perseroan juga berhasil meningkatkan pendapatan dari segmen investment properties yang merupakan sumber recurring income atau pendapatan berkelanjutan. Perseroan di tahun 2021, membukukan recurring income sekitar Rp658 miliar, atau naik 11,5 persen dibandingkan tahun 2020. Kontribusi dari segmen ini berasal dari pengelolaan kawasan, fasilitas olah raga, penyewaan perkantoran dan ritel, serta fasilitas standard factory building di kawasan industri.

Target Penjualan Intiland

Mencermati tren positif yang terjadi di pasar properti sepanjang tahun lalu, Perseroan berharap tahun ini kondisi akan semakin membaik. Tahun 2022 diharapkan sebagai momentum pemulihan bagi pasar properti nasional sekaligus meningkatnya daya serap pasar.

Menurut Archied, Perseroan cukup optimistik kinerja penjualan tahun ini dapat lebih meningkat dibandingkan tahun lalu. Perseroan tahun ini menargetkan perolehan marketing sales sebesar Rp2,4 triliun atau meningkat sekitar 47 persen dari pencapaian tahun lalu. Untuk mencapai target tersebut,

Perseroan masih akan mengandalkan hasil penjualan dari beberapa pengembangan proyek baru yang akan diluncurkan tahun ini maupun dari pengembangan baru di proyek-proyek berjalan. “Tahun ini kami rencananya meluncurkan sejumlah proyek baru, seperti perumahan maupun komersial. Proyek-proyek baru ini sudah masuk dalam pipeline pengembangan dan menunggu momentum terbaik untuk peluncuran di tahun ini,” kata Archied.

Beberapa pengembangan baru yang akan diluncurkan tahun ini antara lain sebuah proyek perumahan di Jakarta Utara, pengembangan tiga klaster baru di Surabaya dan Jakarta, serta properti komersial di Tangerang.

Perseroan berharap pasar properti nasional dapat tumbuh stabil sepanjang tahun ini. Manajemen perseroan menyiapkan sejumlah strategi kunci untuk meningkatkan kinerja penjualan dan memberikan kemudahan pembelian kepada para konsumen, seperti program promo terpadu yang akan diselenggaran tahun ini.

Perseroan percaya tingkat kebutuhan produk-produk properti hunian masih bisa diandalkan dan akan terus meningkat. Untuk produk perumahan, portofolio proyek Perseroan antara lain perumahan Serenia Hills, Talaga Bestari, DUO, Magnolia Residence, Pinang Residences, dan South Grove yang berlokasi di Jakarta dan Tangerang, serta perumahan Graha Famili, Graha Natura, dan Amesta di Surabaya.

Sementara untuk memenuhi produk hunian bertingkat, Perseroan mengandalkan penjualan dari beberapa proyek di Jakarta seperti apartemen Fifty Seven Promenade, 1Park Avenue, SQ Res, Regatta dan Aeropolis. Sedangkan di wilayah Surabaya, Perseroan memasarkan Graha Golf, The Rosebay, dan Praxis, Tierra, dan Sumatra36.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.