Stok KI Bertambah, Penjualan Melemah

0
kawasan timur
Koridor timur Jakarta yang mengandalkan masih kawasan industri

PROPERTI – Manufaktur sebagai salah satu  sektor vital dalam mendorong pergerakan industri, menurut Singapore Industrial Market Update Q2 2021 dari Knight Frank Asia Pacific.

Di tengah pandemi, sektor industri  mampu menambah tenant sekitar 13,4%. Upaya pengembangan vaksinasi dan pusat layanan kesehatan serta bioteknologi diharapkan memicu kembali kegiatan industri.

Ritme vaksinasi memang dirasakan secara nyata dampaknya dalam memberikan sinyal  optimis dalam proses transaksi dan investasi di sektor industri. Meski demikian, riuh rendah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sempat memberikan implikasi negatif terhadap operasional sektor industri.

Kawasan industri (KI) di Jakarta dan sekitarnya menjadi wilayah yang sejak awal Juli 2021, menjadi bagian dari wilayah yang mengalami pemberlakuan pembatasan kegiatan. Lalu bagaimana performa transaksi di kawasan industri di Jakarta dan sekitarnya?

Apakah peningkatan sektor e-commerce yang menurut publikasi “Urban Logistics – Australia July 2021” oleh Knight Frank teridentifikasi melalui frekuensi belanja rerata dari sejumlah 22% konsumen di beberapa negara, juga mampu memberikan implikasi terhadap transaksi yang tercermin dari serapan lahan untuk logistik dan industri?

General Manager Agency Knight Frank Ipung Rachmaningtyas mengatakan, total stok kawasan industri meningkat sekitar 2,6% atas tambahan yang datang dari  koridor Timur dan Barat. Saat ini, kata dia, rerata penjualan lahan sedikit melemah (-1,1%) dibandingkan dengan semester lalu. Rerata penjualan lahan semester ini tercatat berkisar 67,44%.

“Kawasan Bekasi, masih menjadi penyerap terbesar hingga saat ini, yaitu sekitar 68% dari total serapan tahun ini. Harga cenderung meningkat di berbagai sub pasar, meskipun di koridor Karawang terlihat masih stabil. Tidak hanya multi national company (MNC) yang menyerap lahan industri, namun juga pemain lokal di koridor Timur maupun Barat,” kata Ipung.

Sektor potensial yang menyerap lahan saat ini, sambung dia, diantaranya Industri kimia, makanan dan minuman, tekstil, logistik, data center, layanan kesehatan, elektronik, dan otomotif. Sedangkan wilayah Jakarta, baik koridor Timur dan Barat, memiliki beberapa titik wilayah yang akan menambah pasokan industri dalam jangka menengah.

Sementara itu, Country Head dari Knight Frank Indonesia Willson Kalip menyebutkan, saat ini, pergerakan di sektor industri merupakan cerminan dari dominasi pengeluaran belanja masyarakat, yaitu pada makanan minuman dan kesehatan; di samping sektor konvensional lain yang tetap tumbuh, seperti otomotif dan data center.

“Untuk terus menggerakan transaksi lahan industri, rantai pasokan dari produk unggulan di kawasan industri perlu didukung infrastruktur yang prima, agar pasokan dapat terdistribusi dengan baik, pada tataran lokal, regional maupun global,” pungkas Wilson Kalip.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 181

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link