
Propertynbank.com – Memiliki rumah pertama masih menjadi target utama bagi banyak pasangan suami istri (pasutri) baru. Namun, di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, kepemilikan hunian memerlukan perencanaan keuangan yang matang agar tidak menjadi beban di kemudian hari.
Sharia Financial Advisor, Safi Dewi mengatakan, kesiapan finansial menjadi fondasi utama sebelum memulai rencana pembelian rumah. Salah satu indikator penting adalah tersedianya dana darurat yang idealnya mencukupi kebutuhan hidup selama minimal enam bulan. Menurutnya, dana darurat sebaiknya diselesaikan lebih dahulu sebelum mengalokasikan tabungan untuk tujuan jangka panjang seperti rumah.
Hal tersebut disampaikannya dalam online talk show bertajuk New Chapter, New Home: Financial Hacks for Newlyweds yang digelar bersama Pinhome. Acara ini membahas berbagai strategi finansial yang dapat diterapkan pasutri baru untuk mewujudkan rumah pertama secara lebih aman dan terencana.
Selain dana darurat, pasutri juga dianjurkan telah menyiapkan dana uang muka atau down payment (DP) rumah, termasuk biaya tambahan lain di luar DP. Kesiapan ini akan semakin kuat apabila didukung tabungan cadangan, kepemilikan proteksi berbasis syariah, serta kemampuan menjaga konsistensi menabung untuk tujuan keuangan lainnya.
Baca Juga : Kuningan City Mall Perkenalkan Airy, Layanan Robot AI Pertama di Pusat Belanja Indonesia
Setelah kondisi finansial dinilai siap, tahap berikutnya adalah merencanakan pembelian rumah sesuai kemampuan. Safi menekankan pentingnya menyesuaikan harga rumah dengan arus kas bulanan, terutama dalam menentukan besaran cicilan. Ia menyarankan agar cicilan tetap berada dalam batas aman dan tidak mengganggu pos keuangan lain. “Faktor harga, lokasi, dan kesesuaian cicilan menjadi tiga aspek utama yang perlu dipertimbangkan,” ujar Safi Dewi.
Dari sisi pembiayaan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah dinilai sebagai alternatif yang semakin diminati. Data Pinhome mencatat adanya peningkatan minat KPR Syariah sebesar 4 persen pada Semester I 2025 dibandingkan Semester II 2024. Tren ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembiayaan syariah yang menawarkan kepastian cicilan, akad transparan, serta bebas bunga.
Sementara itu, CEO Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menyampaikan bahwa karakteristik tersebut membuat KPR Syariah lebih memberikan rasa aman bagi perencanaan keuangan jangka panjang, khususnya bagi pasutri baru yang ingin menjaga stabilitas finansial keluarga.
Pemahaman Pasutri Terhadap KPR
Meski demikian, Safi mengingatkan agar pasutri tetap cermat sebelum memilih KPR Syariah. Pemahaman menyeluruh terhadap akad, transparansi total harga rumah, perhitungan realistis uang muka, serta pemilihan bank syariah yang amanah menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga : Agung Sedayu Group Hadirkan Grand Waterfront, Magnet Baru Lifestyle di Kelapa Gading
Sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat, Pinhome menyediakan akses ke berbagai mitra perbankan syariah dan konvensional terpercaya. Saat ini, Pinhome telah bekerja sama dengan lebih dari 25 bank, termasuk Bank Muamalat, BSI, dan CIMB Niaga Syariah.
“Selain itu, tersedia fitur simulasi KPR serta layanan pendampingan pengajuan KPR tanpa biaya, guna membantu calon pembeli memperoleh rekomendasi pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka,” tutup Dayu Dara.
















