Property & Bank

Summarecon Agung Dukung Pengembangan MRT Timur–Barat di Wilayah Banten

summarecon agung
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud (kiri) dan Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur (kanan)

Propertynbank.com – Upaya memperkuat konektivitas kawasan perkotaan terus digencarkan Summarecon sebagai bagian dari strategi pengembangan kota terpadu jangka panjang. Terbaru, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) melalui unit bisnisnya di wilayah Barat Jakarta dan Banten menjajaki kerja sama awal pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat (Kembangan—Balaraja) bersama PT MRT Jakarta (Perseroda).

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud dengan Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur dan Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan, yang berlangsung di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Prosesi penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta President Director Summarecon Adrianto P Adhi, bersama perwakilan sejumlah pengembang kawasan lainnya.

“Melalui perencanaan dan penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal guna mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi,” jelas Adrianto P Adhi.

Menurut dia, konektivitas transportasi publik merupakan fondasi utama dalam pengembangan kawasan terpadu.  “Integrasi transportasi dengan kawasan akan menciptakan mobilitas yang lebih efisien, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang,” imbuh Adrianto.

Melalui kerja sama yang dilakukan kedua belahpihak, maka dua kawasan kota terpadu Summarecon, yakni Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, berpotensi terintegrasi langsung dengan MRT Koridor Timur–Barat bersama kawasan lain di wilayah Barat Jakarta dan Banten. “Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pengembangan transportasi massal yang efisien dan berkelanjutan,” tegas Adrianto.

summarecon agung
Summarecon sukses mengembangkan sejumlah kota terpadu yang menjadi ikon

Nota Kesepahaman tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT dengan mempertimbangkan aspek efisiensi dan efektivitas interkoneksi kawasan. Proses ini akan dilakukan melalui diskusi, koordinasi, serta pertukaran data antara Summarecon dan MRT Jakarta. Kesepakatan ini bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar awal sebelum ditindaklanjuti dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sesuai Visi Summarecon Agung

Bagi Summarecon, penjajakan ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kota terpadu yang berkelanjutan. Selama lebih dari lima dekade, Summarecon konsisten mengembangkan kawasan dengan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan fungsi hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, serta infrastruktur pendukung.

Sementara itu, Albert Luhur, Executive Director Summarecon Serpong mengungkapkan, Summarecon Serpong sebagai kawasan yang telah berkembang dengan basis penghuni dan aktivitas ekonomi yang kuat dinilai siap terhubung dengan jaringan MRT. “Kehadiran MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah terbentuk dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya.

Sedangkan Summarecon Tangerang, dikembangkan sebagai kawasan baru dengan visi jangka panjang, yang sejak awal dirancang agar terintegrasi dengan transportasi massal. “Integrasi MRT akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan fungsi residensial dan komersial kawasan secara berkelanjutan,” ujar Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan.

Sebagai tindak lanjut dari MoU ini, para pihak akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan Koridor Kembangan—Balaraja yang mencakup aspek teknis, bisnis, legal, integrasi kawasan, hingga manajemen risiko. Untuk mendukung proses tersebut, akan dibentuk joint working group yang direncanakan bekerja selama dua tahun ke depan dalam menyusun rencana kerja bersama.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menambahkan bahwa percepatan pengembangan MRT membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta. “Kolaborasi dengan pengembang yang memiliki visi sejalan menjadi kunci dalam menghadirkan sistem transportasi publik modern yang sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan