
PropertynBank : PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) Kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kinerja bisnis sekaligus memperkuat portofolio hunian premium melalui peluncuran proyek terbaru, SOLEA Lebak Bulus, di Jakarta Selatan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang dilanjutkan dengan Paparan Publik Tahunan 2026 (Public Expose/Pubex 2026) yang digelar di Hotel Jayakarta Jakarta.
Dalam pemaparannya, Direktur PT Pudjiadi Prestige Tbk, Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto, mengungkapkan bahwa perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,61 miliar pada tahun buku 2025. Atas capaian tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1 per saham kepada seluruh pemegang saham yang tercatat sebanyak 659,12 juta saham. Dividen tersebut akan dibayarkan paling lambat pada 1 Juli 2026 dengan menggunakan laba bersih tahun buku 2025.
Selain penetapan besaran dividen, Pemegang Saham juga telah menyetujui susunan Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi untuk masa jabatan tahun 2026 sampai dengan tahun 2029, dengan susunan sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama : Kosmian Pudjiadi, BSISEMBA
- Komisaris : Ariyo Tejo, MBA
- Komisaris Independen : Octavianus Halim, MBA
Direksi
- Direktur Utama : Damian Pudjiadi, MBA
- Direktur : Toto Sasetyo Dwi Budi L, Akt, CA
Pada kesempatan yang sama, Perseroan memperkenalkan SOLEA Lebak Bulus, proyek hunian terbaru yang menyasar segmen menengah atas di kawasan Jakarta Selatan. Kehadiran proyek ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menangkap permintaan pasar terhadap hunian eksklusif yang menawarkan privasi, kenyamanan, serta kualitas lingkungan yang lebih baik.
Vice President Operations PT Pudjiadi Prestige Tbk, Michael Pudjiadi, mengatakan bahwa SOLEA Lebak Bulus dirancang sebagai kawasan hunian eksklusif dengan jumlah unit terbatas yang mengedepankan konsep prestige living.
“SOLEA Lebak Bulus kami rancang sebagai respons terhadap kebutuhan akan hunian yang lebih tenang di tengah dinamika Jakarta. Dengan jumlah unit yang terbatas dan pendekatan desain yang berfokus pada cahaya alami serta keseimbangan ruang, kami ingin menghadirkan pengalaman tinggal yang lebih personal, refined, dan relevan dengan gaya hidup urban masa kini,” ujar Michael.

Mengusung konsep one gate system dengan sistem keamanan terintegrasi, kawasan ini menawarkan lingkungan yang lebih privat dan nyaman bagi para penghuninya.
Nama SOLEA sendiri terinspirasi dari kata Sol yang berarti matahari. Filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam desain hunian yang mengoptimalkan pencahayaan alami, sirkulasi udara, dan tata ruang yang memberikan kesan lapang serta seimbang.
Untuk mewujudkan konsep tersebut, Perseroan menggandeng Atelier Riri sebagai konsultan arsitektur. Proyek ini menawarkan pilihan rumah dengan lebar bangunan mulai dari 7 meter hingga 10 meter yang dirancang sesuai kebutuhan keluarga modern.
Dari sisi lokasi, SOLEA Lebak Bulus memiliki akses strategis menuju Jalan RS Fatmawati dan Jalan Karang Tengah Raya. Kawasan ini juga dekat dengan berbagai fasilitas penting seperti rumah sakit, sekolah internasional, pusat perbelanjaan, serta akses transportasi yang mendukung mobilitas penghuni.
Menurut manajemen, tren pasar saat ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen, khususnya di segmen menengah atas, yang semakin mencari hunian dengan jumlah unit terbatas, desain lebih personal, dan lingkungan yang mendukung kualitas hidup.
Melalui pengembangan SOLEA Lebak Bulus, Perseroan optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar hunian premium sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan keseimbangan antara aksesibilitas, privasi, dan kenyamanan hidup di Jakarta Selatan.
















