Sunday , August 9 2020
Home / Indeks Berita / Tol Manado – Bitung Sepanjang 26 km Ditargetkan Beroperasi April 2020

Tol Manado – Bitung Sepanjang 26 km Ditargetkan Beroperasi April 2020

Tol Manado - Bitung
Tol Manado – Bitung (Mabit) sepanjang 39,9 km merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN)

INFRASTRUKTUR – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Tol Manado – Bitung (Mabit), Minggu petang (1/3/2020). Tol sepanjang 26 km dari keseluruhan 39,9 km ini ditargetkan dapat beroperasi pada April 2020. “Saya harap April 2020 ini Tol Mabit sudah bisa beroperasi sepanjang 26 km dari Manado hingga Danowudu,” ucap Menteri Basuki.

Tol Manado – bitung merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) bertujuan untuk  mengurangi biaya logistik yang berasal dari Pelabuhan Internasional Bitung. Keberadaan tol ini juga akan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

BACA JUGA :   Bendungan Leuwikeris Akan Mengairi Irigasi Hingga 11.216 hektar

Tol ini tidak hanya terkoneksi untuk pelabuhan dan KEK Bitung dan Tanjung Pulisan – Likupang saja, akan tetapi juga sebagai pendukung kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Manado – Bitung – Likupang, termasuk akses ke Pulau Lembeh.

Jalan Tol Manado – Bitung sepanjang 39,9 km terdiri dua seksi, yaitu Seksi 1 Ring Road Manado – Sukur – Airmadidi sepanjang 14 km yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Saat ini secara keseluruhan pembebasan lahan Tol Mabit telah mencapai 98,56% dan pembangunan fisik mencapai 81%.

BACA JUGA :   Sentra Timur Gelar Stand Up Comedy Contest

Pembangunan Seksi 1A (7 km) dan Seksi 1B (7 km) sudah rampung 100%. Sedangkan Seksi 2 Airmadidi – Bitung sepanjang 25 km dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Manado Bitung yang terbagi Seksi 2A Airmadidi – Danowudu (11,5 km) progresnya 98,17% dan Seksi 2B Danowudo – Bitung (13,5 km) progresnya 45,28%. Jalan tol ini memiliki lima Simpang Susun (SS) yaitu, SS Manado SS Air Madidi, SS Kauditan, SS Danowudu dan SS Bitung.

Total kebutuhan anggaran pembangunan Tol Mabit sebesar Rp 6,17 triliun di mana pendanaan pemerintah untuk konstruksi Seksi 1 sebesar Rp 3 triliun dan investasi BUJT untuk Seksi 2 sebesar Rp 3,17 triliun.

Pada kunjungan ini, Menteri Basuki juga meninjau keberadaan mata air Aerujang di Kelurahan Girian Permai Kecamatan Girian Kota Bitung yang akan dilewati seksi 2B Tol Mabit. Mata air Aerujang adalah situs budaya sekaligus berfungsi untuk mensuplai kebutuhan air bersih di Kota Bitung.

BACA JUGA :   Jokowi Perintahkan Pembenahan Manajemen Rantai Pasok Konstruksi

“Saya tidak akan berani memasang tiang pancang di area mata air Aerujang. Lebih baik kita geser pancangnya. Mata air ini akan kita lindungi. Untuk itu mari kita jaga bersama,” ucap Menteri Basuki.

Menteri Basuki mengatakan selama ini Kementerian PUPR membangun infrastruktur pasti menghindari kerusakan lingkungan. Salah satunya adalah pembangunan Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pembangunan terowongan ini untuk menghindari Situs Curug Jompong di dasar Sungai Citarum yang wujud fisiknya seperti bendung sehingga menyebabkan banjir di Hulu Sungai Citarum.

BACA JUGA :   Program Price Lock, SML Targetkan Rp 3 Triliun

“Apalagi ini mata air, sumber kehidupan, tidak ada yang bisa membuat itu. Kementerian PUPR tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga bertugas untuk mengelola sumber daya air secara berkelanjutan,” ujar Menteri Basuki.

Menteri Basuki mengatakan Kementerian PUPR didukung Dekan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Fabian J. Manoppo sebagai tenaga ahli yang meneliti mata air tersebut untuk memberi pertimbangan desain dan metoda konstruksi.

BACA JUGA :   Menperin : Industri Furnitur Nasional Meningkat Tajam

Kehadiran tol ini akan memangkas waktu tempuh Manado ke Bitung dan sebaliknya dari saat ini sekitar 90 menit, menjadi sekitar 30 menit. Selain itu, juga dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalan arteri yang sudah mulai mengalami kepadatan arus kendaraan.

Check Also

REI Kejagung

REI Rangkul Kejagung Kawal Proses Perizinan Pembangunan Rumah MBR

PROPERTI – Masalah perizinan masih menjadi salah satu penghambat bagi pengembang, khususnya yang membangun rumah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link