EVCuzz Siap Jawab Kebutuhan SPKLU Yang Terus Meningkat

0
EV Cuzz di Suvarna Golf Halim Jakarta

OTOMOTIF – Seiring dengan perkembangan mobil listrik dunia yang terus mengalami kenaikan tiap tahunnya, industri kendaraan listrik di Indonesia juga tumbuh pesat.

Pertumbuhan mobil listrik di Indonesia, didukung oleh Kepres no. 55/2019 yang menempatkan stimulasi pasar kendaraan listrik di samping efisiensi dan keamanan energi; dan kualitas udara bersih. Dengan adanya Kepres tersebut membawa angin segar, sehingga pertumbuhan mobil listrik terus meningkat dan akan mencapai 20% di tahun 2025, hingga mencapai 80% di tahun 2030.

Founder dan CEO PT Exelly Elektrik Indonesia – EVCuzz Charging Network, Abdul Rahman Elly mengatakan, pertumbuhan mobil listrik tidak terlepas dari infrastruktur charging untuk umum atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Secara statistik, kata dia, Indonesia membutuhkan 454.000 lokasi pengecasan mulai tahun ini hingga 2030 mendatang.

“Kebutuhan SPKLU tersebut, baik yang berlokasi di gedung-gedung komersial, hunian maupun area public termasuk rest area jalan tol. Charging hub kami telah terpasang 2 mesin 7kW di Suvarna Golf Halim Jakarta,” ujar Abdul Rahman Elly saat Virtual Launching and Press Conference EVCuzz Charging Network, Selasa (31/8).

EVCuzz, sambung Rahman Elly, mulai dipasang secara bertahap pada September dan seterusnya di segment real estate (gedung-gedung komersial) yaitu golf, hotel, resort, rumah sakit, café, wedding hall, ballroom, convention center, apartment, perkantoran, dan lain sebagainya termasuk perumahan. EVCuzz juga bekerjasama dengan mitra-mitra yang ada, untuk penyediaan fasilitas charging station dengan memasang mesin kapasitas besar untuk rapid dan ultra charging.

Lebih lanjut dijelaskan Rahman Elly, EVCuzz® merupakan karya anak bangsa, dengan perseroannya PT Exelly Elektrik Indonesia, sebagai provider dan operator EV Charging Station (SPKLU) yang mendapatkan ijin resmi SPKLU dari pemerintah, dalam hal ini Kementrian ESDM yang turut berpartisipasi untuk memperkuat charging infrastruktur tersebut.

Rencana aksi EVCuzz® yang telah diverifikasi Kementrian ESDM, ulas Rahman Elly, yaitu target pemasangan untuk tahun 2021 sebanyak 70 titik lokasi meliputi AC Charging kapasitas AC7kW dan AC22kW. Pada tahun 2022 dan tahun-tahun berikutnya penambahan 100 titik lokasi setiap tahunnya hingga 2025. Pada tahun 2026 hingga 2030, EVCuzz® merambah EVC mesin kapasitas besar mulai DC40kW, 50kW, 80kW, 120kW hingga 350kW sebagaimana yang telah dituangkan dalam rencana aksi kepada kementrian ESDM.

Dikatakan Rahman Elly, EVCuzz® brand yang diusung ini akan terdengar segar bagi semua kalangan di Indonesia yang pada akhirnya mereka pengguna EV pada saat mau melakukan pengecasan terbiasa dengan ‘mau nge-cuzz’dimanapun, kapanpun lewat applikasi yang diunduh di AppStore dan PlayStore.

Founder dan CEO PT Exelly Elektrik Indonesia – EVCuzz Charging Network, Abdul Rahman Elly (paling kiri) saat peluncuran EVCuzz

EVCuzz® App, ungkap dia, dibuat menarik memberikan kemudahan dalam penggunaannya dengan banyak program promosi yang ditawarkan. Pada App ini, jelasnya, dengan mudah pengguna EV mencari titik lokasi pengecasan terdekat, scan barcode untuk pengecasan dengan hitungan KwH terpakai, lihat transaksi di histori, instan invoice terkirim ke email, top up dana melalui bank besar nasional dan merchant yang bekerja sama dengan EVCuzz®.

“Tagline Nation’s Preferred EV Charging Hub yang menguatkan, memberikan semangat EVCuzz®, siap berkompetisi di pasar EV charging infrastruktur di tanah air. Menjadi pertama dan besar bukan hal yang penting, tetapi menjadi pilihan pelanggan adalah utama bagi EVCuzz®,” pungkas Rahman Elly.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 181

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link