
Propertynbank : Penguatan kualitas sarana pendidikan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hal ini tercermin dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang (Unpam) di Pondok Pesantren Al Kaffah, Tangerang.
Melalui Kelompok 4, mahasiswa menyasar siswa tingkat SMP dengan mengusung tema “Implementasi Manajemen Waktu Berbasis Digital dalam Menyeimbangkan Waktu Akademik & Ekstrakurikuler.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi pesantren sebagai sarana pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan era digital.
Ketua Kelompok 4 PKM, Hilda, menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi siswa saat ini adalah membagi waktu antara kegiatan akademik dan non-akademik. Karena itu, pelatihan difokuskan pada pengenalan strategi manajemen waktu yang terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi digital.
“Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara praktis melalui berbagai aplikasi seperti kalender digital dan pengingat aktivitas,” ujarnya.
Materi yang diberikan mencakup penyusunan jadwal harian, penentuan skala prioritas, hingga teknik menghindari prokrastinasi. Para santri juga diajak untuk langsung mempraktikkan penyusunan jadwal kegiatan mereka agar lebih terstruktur dan terukur.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif terjadi, terutama terkait cara menjaga konsistensi dalam menjalankan jadwal serta strategi menghadapi distraksi di era digital.
Pihak Pondok Pesantren Al Kaffah menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan sarana pendidikan berbasis kompetensi. Menurut pengurus pesantren, keseimbangan antara prestasi akademik dan aktivitas ekstrakurikuler menjadi kebutuhan penting dalam membentuk karakter santri yang disiplin dan bertanggung jawab.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi simulasi dan evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta. Di akhir sesi, mahasiswa memberikan motivasi agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan seperti pesantren mampu menghadirkan nilai tambah dalam pengembangan sarana pendidikan non-fisik. Tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membentuk generasi muda yang adaptif, produktif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.
Adapun Kelompok 4 PKM terdiri dari Hilda Sa’idatul Kamilah, Astri Ardila Susanti, Afrinal D. Dermawan, Mutiara Vidrin Rittiauw, Ilwandi, dan Zizah Nurazizah.
















